IMPLEMENTASI INTERNATIONAL HEALTH REGULATIONS (2005) DALAM MENCEGAH MASUKNYA PENYAKIT MENULAR KE INDONESIA MELALUI POS LINTAS BATAS NEGARA ENTIKONG TAHUN 2018

Authors

  • Megawati Safitri ProgramStudiHubunganInternasionalFakultasIlmuSosialdanPolitik UniversitasTanjungpura
  • Saherimiko Saherimiko Tanjungpura University image/svg+xml
  • Ully Nuzulian Tanjungpura University image/svg+xml

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi International Health Regulations (2005) dalam mencegah masuknya penyakit menular ke Indonesia melalui Pos Lintas Batas Negara Entikong tahun 2018. Adanya virus H5N1 wabah flu burung yang terjadi di negara Malaysia pada tahun 2018 merupakan salah satu ancaman kesehatan bagi negara Indonesia, hal ini mengingat kondisi geografis negara Indonesia yang memiliki perbatasan darat langsung sekaligus sebagai jalur lalu lintas manusia, hewan, tumbuhan dan barang, sehingga diperlukan adanya upaya yang dilakukan oleh Indonesia untuk mencegah masuknya penyakit menular ke Indonesia dengan berpedoman kepada peraturan kesehatan internasional yang telah disepakati oleh negara-negara yang tergabung dalam organisasi World Health Organization yaitu Internasional Health Regulations (2005). Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif, dalam penulisan ini penulis ingin mendeskripsikan implementasi International Health Regulations di pos lintas batas negara entikong sebagai upaya mencegah masuknya penyakit menular ke Indonesia. Melihat ancaman kesehatan internasional yang terjadi dalam kasus flu burung yang ada di Malaysia pada tahun 2018, penulis menganalisa menggunakan teori sekuritisasi. Hasil dari penulisan ini yaitu implementasi International Health Regulations (2005) di Pos Lintas Batas Negara Entikong tahun 2018 dilakukan dengan melakukan tindakan pencegahan dan tindakan penyehatan yang berpedoman kepada International Health Regulations (2005) khususnya di daerah kedatangan Pos Lintas Batas Negara Entikong. Dilihat dari hasil penelitian maka penulis memberikan saran yaitu adanya kerjasama serta melakukan keterbukaan informasi dan koordinasi dengan instansi yang ada di PLBN Entikong dan negara Malaysia secara aktif dalam mencegah penularan penyakit intenasional lintas negara.

 

KataKunci : Implementasi, International Health Regulations, Ancaman Kesehatan, Penyakit Menular Internasional.

References

Achmadi, Umar F. 2012. Penanggulangan Penyakit Berbasis Wilayah . Depok: PT. RAJA GRAFINDO PERSADA. Alfabet.

Buzan, Barry., Ole Waever., Jaap de Wilde. 1998. Keamanan: kerangka kerja baru untuk analisis . Amerika Serikat.

Direktorat Jenderal Pengendalian Penyakit & Penyehatan Lingkungan Kementerian Kesehatan RI. 2015. Peraturan Kesehatan Internasional (2005). Jakarta, Indonesia.

Direktorat Jenderal Pengendalian Penyakit & Penyehatan Lingkungan Kementerian Kesehatan RI. 2008. Panduan Tenaga Kesehatan Tentang InternasionalPeraturan Kesehatan (IHR) 2005 . Buku saku. Indonesia.

Ghony, Djunaidi, dan Fauzan Almanshur. 2016. Metode Penelitian Kualitatif , Jogjakarta: AR – RUZZ MEDIA.

McKenzie, James F., Robert R. Pinger., dan Jerome E. Kotecki., 2006 . KesehatanMasyarakat (Sebuah Pengantar Edisi 4) . Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC.

Moleong, Lexy J. 2013. Metode Penelitian Kualitatif. Edisi revisi. Bandung : PT Pemuda Rosdakarya.

Patilima, Hamid. 2016. Metode Penelitian Kualitatif . Bandung: Alfabeta.

Perwita, Anak Agung B. 2008. Dinamika Keamanan dalam Hubungan Internasional dan Implikasinya bagi Indonesia. Bandung : Universitas Katolik Parahyangan.

Prastowo, Andi. 2016. Metode Penelitian Kualitatif dalam Perspektif DesainPenelitian .Jogjakarta : AR-RUZZ MEDIA.

Sugiyono. 2013. Metode Penelitian Administrasi Dilengkapi dengan Metode R&D. Bandung: Alfabeta.

Sugiyono. 2014. Pengertian Penelitian Kualitatif .Bandung : Alfabeta.

Sugiyono. 2017. Metodologi Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Wardoyo, Broto. 2015. Perkembangan, Paradigma, dan Konsep KeamananInternasional & Relevansinya Bagi Indonesia .Klaten : NUGRAHA MEDIA.

Williams, Paul D. 2008. Studi Keamanan Sebuah Pengantar . New York. Routledge.

Jurnal :

Anggraini, Melati,. Angga Danu Fadil Irawan. 2017. Epidemi Human Immunodeficiency Virus (HIV) sebagai Potensi Bioweapon & Ancaman Bioterorisme di Asia Tenggara . Bandung. Universitas Pasundan.

Elita, Fauziah. 2011. "Secara Singkat Tentang Flu Burung". Jurnal KesehatanOrang September-Maret. Diakses 06 Juli 2020. Vol 6, No.1.

Latuconsina, Muhammad Z. 2010. Bab I Pendahuluan. Masalah saat ini .Jakarta. FISIP Universitas Indonesia.

Radji, Maksum. 2006. “Avian Influenza A (H5N1): Patogenesis, Pencegahan dan Pengobatan”Menyebar ke Manusia". Majalah Pharmaceutical Science. Diakses pada bulan Juli06, 2020. Vol.III, No. 2.

Roidatunisa. 2009. Peran Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Melalui GlobalProgram AIDS dalam Penanganan Kasus HIV/AIDS di Indonesia(2001-2006). Bandung. Universitas Komputer Indonesia.

Silitonga, Risma JP., Retno Damajanti Soejoedono., Hadri Latif., Etih Sudarnika.2016. “Ancaman Masuknya Virus Penyakit Mulut dan Kuku MelaluiDaging Ilegal di Entikong, Perbatasan Darat Indonesia dan Malaysia”.Bogor. Institut Pertanian Bogor.

Sudagung, Adityo D., Rizky Amanda., Anggia Utami Dewi. 2017. “SekuritisasiDonald Trump tentang Masalah Migrasi dan Perbatasan”. Disajikan padaseminar nasional di Pontianak, 23-24 Mei.

Situs web:

Dina Manafe. 2016. “Tiga Alasan Utama Indonesia Dipercaya Sebagai Ketua GHSA 2016”. Perbarui Suara. 29 Maret. Diakses 28 Juli 2019. https://www.beritasatu.com/kesehatan/357226/tiga-alasan-utamaindonesia-ditrusted-as-ketua-ghsa-2016.

Kementerian Kesehatan RI. 2011. “IHR Mencegah Penyebaran Penyakit Antaranegara ”. Pusat Komunikasi Publik, Sekretariat Jenderal Kementerian Kesehatan. 19 Januari Diakses 28 Juli 2019. http://www.depkes.go.id/article/print/1379/ihr- Prevent- Spreading- Disease -antar-negara.html .

Kementerian Kesehatan RI. 2018. “Bersama Menghadapi Ancaman KeamananKesehatan Dunia” . Biro Komunikasi dan Pengabdian Masyarakat. Nusa Dua, 5 November. Diakses 16 Mei 2019. http://www.depkes.go.id/article/view/18110500007/bersama-hadapi-ancaman-keamanan-kesehatan-global.html.

Kementerian Kesehatan RI. 2018. “ Waspadalah terhadap Penyakit Menular yang Meningkat .” Biro Komunikasi dan Pengabdian Masyarakat. Jakarta, 28 Februari. Diakses 16 Mei 2019. http://www.depkes.go.id/article/vie w/18030500005/waspadai-peningkatan-disease-menular.html.

Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia. 2014. “Tentang Klasifikasi Kantor Kesehatan Pelabuhan”.

Putri, Frieda I. 2018. "Cegah Pandemi, Kemenkes RI Prioritaskan 3 Penyakit Ini ". Detik Health, September 2018. Diakses 07 Mei 2018. http://m.detik.com/health/berita-detikhealth/d-4198973/prevent-pandemikemenkes-ri-prioritaskan-3-this-disease.

Putri, Frieda I. 2018. “ Flu Burung Masih Berpotensi Menjadi Penyakit Pandemi di Indonesia ”. Detik Health, September 2018. Diakses 07 Mei 2018. http://m.detik.com/health/berita-detikhealth/d-4198676/bird-flu-still potential-so-disease-pandemic-di-indonesia.

Salinan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 6 Tahun 2018. “Tentang Karantina Kesehatan”.

SDG. 2017. Diakses 16 Mei 2019. https://www.sdg2030indonesia.org/page/8-apaitu.

Berita Tribun. 2018. “ Wabah Flu Burung di Malaysia, Kementerian Pertanian melarangPemasukan Unggas dan Produknya ”. Diakses tanggal 26 April. http://m.tribunnewss.com/nasional/2018/08/15/flu-bird-mewabah-dimalaysia-kementan-larang-penjaringan-unggas-dan-produknya.

Organisasi Dunia untuk Kesehatan Hewan. 2018. “Deklarasi sendiri tentang pemulihan kebebasan dari flu burung yang sangat patogen oleh Malaysia.” Diakses pada 23 September. http://www.oie.int/en/animal-health-in-the-world/self-declared-disease-status

Published

2022-12-30