KERJASAMA INDONESIA-MALAYSIA DALAM MENGHADAPI DAMPAK RENEWABLE ENERGY DIRECTIVE II
Abstract
Kerjasama Indonesia-Malaysia mengalami peningkatan setelah munculnya kebijakan RED II dikawasan Eropa, yang berdampak bagi kegiatan perdagangan minyak kelapa sawit Indonesia-Malaysia. Dampak yang di berikan adalah penurunan jumlah ekspor minyak, sehingga menurunkan pendapatan negara dan mengancam kehidupan para petani kelapa sawit. Penelitian ini menggunakan teori pilihan rasional oleh James S. Coleman, yang menjawab bahwa kedua negara berusaha menjalin Kerjasama dengan baik guna mencapai tujuan yang sama. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan bersifat deskriptif. Tindakan yang diambil oleh kedua negara ialah pencapaian SDG’s, menciptakan standar perkebunan serta proses penanaman dan produksi minyak kelapa sawit, serta diplomasi juga di usahakan oleh kedua negara. Membentuk CPOPC juga untuk meningkatkan Kerjasama antar Indonesia-Malaysia, serta membangun dukungan secara global yang sehat bagi perdagangan minyak kelapa sawit.
Diplomasi yang dilakukan oleh kedua negara melalui CPOPC berusaha untuk menekan kampanye anti sawit yang terus di suarakan oleh Uni Eropa.
Indonesia dan Malaysia diharapkan dapat memperhatikan proses produksi serta seluruh factor dan informasi sawit yang baik dan transparan. Kedepannya juga tidak ada penambahan lahan kelapa sawit, agar dapat focus untuk menjaga kualiatas dan kuantitas serta memberdayakan limbah kelapa sawit dengan baik dan dalam skala yang besar untuk mengurangi dan menjaga lingkungan dari limbah-limbah industry.
Kata kunci: Renewable Energy Directive, Minyak Kelapa Sawit, Indonesia-Malaysia, Kerjasama CPOPC.
References
Ambarwati & Subarno Wijatmadja. 2016. “Pengantar Ilmu Hubungan Internasional”. Malang: IntransPublishing.
Creswell, John W. 2012. Research Design : Qualitative, Quantitative and Mixed Methods Approaches (California: SAGE Publications, Inc., 2013).
Darmadi, Hamid. 2013. Metode Penelitian Pendidikan dan Sosial. Bandung: Afabeta.
Dougherty, james E. & Robert L. Pfaltzgraff. 1997. “Contending Theoris”. New York : Happer and Row Publisher.
Kartasasmita, K. 1983. “Organisasi dan Aministrasi Internasional”. Bandung : FISIP UNPAD Press.
KJ. Holsti. 1988. “Politik Internasional, Kerangka Untuk Analisis, Jilid II” (Terjemahan M. Tahir Azhari). Jakarta:Erlangga.
Krisna, Didi. 1993. “Kamus Politik Internasional”. Jakarta:Grasindo.
Miriam Budiarjo. 2008. “Dasar-dasar Ilmu Politik, Edisi Revisi”. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
Pahan, I. 2008. Panduan Lengkap Kelapa Sawit: Manajemen Agribisnis dari Hulu Hingga Hilir. Penebar Swadaya, Jakarta.
Robert O. Keohane. 1984. “After Hegemony: Cooperation and Discord in the World Political Economy”. New Jersey: Princeton University
Rudy, T. May. 2005. “Administrasi dan Organisasi Internasional Internasional”. Bandung:Refika Aditama.
Sugiyono. 2011. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Bandung: Afabeta.
Undang-Undang No. 24 Tahun 2000 tentang Perjanjian Internasional.
Y, Sri, T.D Haryo Tamtomo, Dkk. “IPS Terpadu Untuk SMP & MTS Kelas IX Semester 2”, Jakarta : Erlangga.
Media dan Internet:
Direktorat Jenderal Perkebunan , 2016. “Statistik Perkebunan Indonesia 2015 – 2017 Kelapa Sawit”. Di akses dari http://ditjenbun.pertanian.go.id/tinymcpuk/gambar/file/statistik/2017/Kelapa-Sawit-2015-2017.pdf&ved=2ahUKEwiwz7Kmw8XhAhVV7WEKHejEDIIQFjAAegQICBAC&usg=AOvWaw0G_rRiDY8sL.7u00XASM-ep
Gapki.id, 2017. “Sejarah Kelapa Sawit Indonesia”. Di akses dari https://gapki.id/news/3652/video-sejarah-kelapa-sawit-indonesia
Index Mundi. “Palm Oil Exports by Country in 1000 MT”. Di akses dari https://www.indexmundi.com/agriculture/?commodity=palm-oil&graph=exports
Indonesia Investments, 2018. “Minyak Kelapa Sawit”. Di akses dari https://www.indonesia-investments.com/id/bisnis/ komoditas/minyak-sawit/item166?
KBBI, 2019. Melaluihttps://kbbi.web.id/pengaruh
Sawit.or.id, 2019. “Kontribusi Kelapa Sawit dalam Mengatasi Kemiskinan untuk Mencapai Sustuinable Development Goals”. Di akses dari http://www.sawit.or.id/kontribusi-kelapa-sawit-dalam-mengatasi-kemiskinan-untuk-mencapai-sustainable-development-goals/.
World Agroforestry, 2009. “Carbon Footprint of Indonesian Palm Oil Production: a Pilot Study”. Di akses dari http://webcache.googleusercontent.com/search?q=cache:4XrwDZtyOJsJ:www.worldagroforestry.org/downloads/Publications/PDFS/LE09147.pdf+&cd=2&hl=id&ct=clnk&gl=id