DUALISME KEPENGURUSAN DEWAN PIMPINAN DAERAH (DPD) PARTAI PERSATUAN INDONESIA (PERINDO) KABUPATEN LANDAK TAHUN 2015

Authors

  • MARGARETA SRIYANTI MEGA NIM. E02112051 fisip

DOI:

https://doi.org/10.26418/1501

Abstract

Penulisan skripsi ini mengungkapkan fenomena terjadinya konflik internal partai yang ada di DPD PERINDO Kabupaten Landak tahun 2015. Penulis juga mengungkapkan faktor penyebab terjadinya konflik di internal DPD PERINDO Kabupaten Landak.  Pada awal dibentuknya DPD PERINDO Kabupaten Landak, muncul konflik antar pengurus partai. Perebutan jabatan sebagai ketua DPD menjadi penyebab utama terjadinya konflik di internal tersebut. Awal terjadinya konflik internal tersebut karena terdapat dua SK untuk kepengurusan DPD PERINDO Kabupaten Landak. Tetapi, SK tersebut bukan SK yang sama. SK yang dimiliki Ignasius Amin merupakan SK yang pertama dan sudah dibekukan sehingga DPP PERINDO mengeluarkan SK yang baru untuk kepengurusan Mori. Ignasius Amin tidak mengetahui bahwa SK tersebut sudah dibekukan karena tidak adanya komunikasi antara ketua DPD dengan para pengurus yang lainnya. Tidak adanya komunikasi yang baik antar pengurus partai menjadi pemicu yang dominan dalam konflik tersebut. Konflik internal tersebut sangat berdampak negatif terhadap kinerja pengurus partai karena program kerja partai menjadi terbengkalai pada saat itu. Selain berdampak negatif, konflik tersebut juga berdampak positif bagi partai, karena dengan adanya konflik tersebut dibentuklah kepengurusan yang baru sehingga program kerja partai yang tidak terlaksanakan menjadi dapat dilaksanakan dengan baik.

Kata-kata Kunci :     Dualisme Kepengurusan, Konflik Partai, Penyebab Konflik, Dampak Konflik, Partai Persatuan Indonesia

Downloads

Published

2017-07-25