PERANAN KONSULAT JENDERAL REPUBLIK INDONESIA (KJRI) KUCHING TERHADAP PENDEPORTASIAN TKI ILEGAL OLEH PEMERINTAH MALAYSIA MELALUI POS LINTAS BATAS NEGARA (PLBN) ENTIKONG TAHUN 2016 – 2017

Authors

  • DEWI FITRIANINGSIH NIM. E1111141015 fisip

DOI:

https://doi.org/10.26418/2173

Abstract

Penulisan Skripsi ini dimaksudkan untuk memberikan pengetahuan pemahaman mengenai peranan perwakilan negara diluar negeri yakni peranan perwakilan konsuler di negara penerima dalam melaksanakan fungsinya dalam mewakili negaranya di negara penerima. Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Kuching merupakan perwakilan konsuler Indonesia di Sarawak, Malaysia Timur. Salah satu permasalahan yang dihadapi Indonesia dan menjadi agenda KJRI Kuching adalah adanya arus TKI ilegal sehingga menyebabkan adanya pendeportasian oleh Pemerintah Malaysia.Penelitian ini meneliti mengenai peranan KJRI Kucing atas fenomena pendeportasian ilegal. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan analisis data menggunakan metode Miles dan Huberman. Peneliti menggunakan alat penelitian berupa pedoman wawancara dan observasi. Hasil yang didapat dari penelitian ini adalah bentuk – bentuk peranan KJRI Kuching dalam menghadapi masalah TKI ilegal di Sarawakyang menyebabkan adanya pendeportasian yang dibagi kedalam di 3 fungsi perwakilan konsuler diluar negeri menurut Lord Strang (1965). Pada fungsi negoisasi adanya kerjasama yang dilakukan oleh KJRI Kuching, surat kemudahan, dan Indonesian Imigrant Workers Award (IMWA). Pada fungsi observasi adanya pendataan oleh KJRI Kuching dan pada fungsi perlindungan adanya pendampingan pemulangan pada saat deportasi oleh KJRI Kuching, pendampingan dan pemantau TKI ilegal di penjara, penampungan bagi TKI ilegal yang akan dideportasi, dan sosialisasi di ladang – ladang dalam rangka pencegahan menjadi TKI ilegal.

 

Kata-kata Kunci :     Tenaga Kerja Indonesia Ilegal, Deportasi, Fungsi Negoisasi, Fungsi   Observasi, dan Fungsi Proteksi

Published

2019-01-25