PELAKSANAAN FUNGSI SOSIALISASI POLITIK KOMISI PEMILIHAN UMUM PADA PEMILIHAN WALIKOTA DAN WAKIL WALI KOTA TAHUN 2018 DI KECAMATAN PONTIANAK SELATAN KOTA PONTIANAK
DOI:
https://doi.org/10.26418/aspirasi.v10i2.3509Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang menentukan keberhasilan Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada pelaksanaan fungsi sosialisasi politik pemilihan Walikota dan Wakil Walikota tahun 2018 di Kecamatan Pontianak Selatan. Komisi Pemilihan Umum (KPU) merupakan lembaga negara yang menyelenggarakan setiap pemilihan umum di Indonesia, mulai dari pemilihan umum Anggota Legislatif, pemilihan umum Presiden sampai pemilihan umum Kepala Daerah. Tujuan peneliti yaitu 1)Mendeskripsikan sosialisasi politik KPU di Kecamatan Pontianak Selatan. 2) Mengetahui faktor maupun kendala KPU pada saat pelaksanaan fungsi sosialisasi politik itu dilakukan di Kecamatan Pontianak Selatan. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif, menggunakan bentuk penelitian deskriptif analisis dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara dan dokumentasi. Landasan teori yang digunakan adalah teori sosialisasi politik oleh Rush dan Althoff, di mana proses sosialisasi politik ditentukan oleh agen sosialisasi politik, materi sosialisasi politik, mekanisme sosialisasi politik dan pola sosialisasi politik.
Berdasarkan analisa data yang dilakukan, diperoleh kesimpulan bahwa faktor yang menentukan keberhasilan pelaksanaan fungsi sosialisasi politik oleh KPU di Kecamatan Pontianak Selatan adalah tingkat kesadaran dari masyarakat itu sendiri. Hal ini dapat dilihat dari tingkat persentase perolehan suara sebesar 69,82% untuk wilayah Kecamatan Pontianak Selatan dan belum sesuai dengan target dari KPU yaitu sebesar 75%.
Kata Kunci : Komisi Pemilihan Umum, Pemilihan Umum dan Sosialisasi Politik