BUDAYA POLITIK PEMILIH PEMULAPADA PEMILIHAN BUPATI KABUPATEN SANGGAU TAHUN 2018

Authors

  • Muhammad Yudhistira Program Studi Ilmu Politik Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Tanjungpura Pontianak
  • Asmadi Asmadi Tanjungpura University image/svg+xml
  • Herri Junius Junius Tanjungpura University image/svg+xml

DOI:

https://doi.org/10.26418/aspirasi.v10i2.3522

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi bahwa masyarakat enggan sebagai pemilih dalam pemilu lebih disebabkan pada ketidakpercayaan mereka pada rezim pemerintahan yang berkuasa. Kekecewaan mereka cenderung pada proses politik yang berlangsung karena cenderung tidak membawa dampak yang siknifikan yang langsung dirasakan masyarakat dan jikapun ada membutuhkan waktu yang sangat lama. Pada akhirnya, sebagian masyarakat menjadi enggan memberikan suaranya pada Pemilu, dan pada akhirnya kecenderungan ini membawa efek kepada sistem politik yang dilaksanakan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Penelitian ini menggunakan budaya politik Almond dan Verba 2019. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Orientasi politik pemilih pemilih pemula pada pemilihan Bupati Kabupaten Sanggau Tahun 2018, masih rendah. Hal ini diindikasikan dari pengetahuan dan pemahaman serta perasaan dan evaluasi yang rendah terhadap pemilihan Bupati Kabupaten Sanggau Tahun 2018, baik dari aspek orientasi kognitif, afektif, maupun, evaluatif. Oleh karena itu orientasi politik pemilih pemula dapat di klasifikasikan sebagai orientasi politik negatif, yaitu orientasi yang ditunjukkan dengan tingkat pengetahuan dan frekuensi kesadaran yang rendah, evaluasi dan perasaan negatif yang tinggi terhadap obyek politik. Sedangkan budaya politik pemilih pemula terdiri dari: 1) Budaya politik parokial pemilih pemula pada pemilihan Bupati Kabupaten Sanggau Tahun 2018 masih terpengaruh oleh toko agama dan orang tua dalam menentukan pilihan, 2) Budaya politik subjek pemilih pemula pada pemilihan Bupati Kabupaten Sanggau Tahun 2018 memiliki kecendrungan sikap dan orientasi politik bersifat afektif (perasaan) yaitu menentukan pilihan poltiknya berdasarkan faktor perasaan atau afektif dan menolak politik uang dan 3) Budaya politik partisipan subjek pemilih pemula pada pemilihan Bupati Kabupaten Sanggau Tahun 2018 bahwa masyarakat sudah memiliki kesadaran untuk ikut serta melakukan pencoblosan tanpa paksaan dari orang lain. Pilihan pemilih pemula karena sudah mengetahui pendidikan calon,visi misi calon dan memilih karena mengetahui seluk beluk calon.

 

Kata Kunci : Budaya Politik, Pilkada, Kabupaten Sanggau

.

 

 

Published

2022-06-30