PERSEPSI PENONTON MENGENAI KEKERASAN SIMBOLIK DALAM TAYANGAN ALIS CHALLENGE

Authors

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh permasalahan media sosial khususnya tayangan Alis Challenge yang menjadi tayangan hiburan dewasa sebagai konten pada platform Youtube bahkan televisi. Maraknya tayangan untuk menghibur yang beraneka ragam serta memiliki nilai moral dan pesan akan membentuk apa jadinya generasi sekarang, namun beberapa media membuat suatu pesan baik atau tidaknya sesuai dengan keinginan pihak manajemen media yang mengejar rating. Seperti tayangan yang diperuntukan untuk menghibur namun bermuatan seksual di dalam konten Youtubemaupun program acara televisi dengan cara nonverbal.  Penelitian skripsi ini bertujuan untuk mendeskripsikan persepsi penonton mengenai kekerasan simbolik dalam tayangan Alis Challenge. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan menggunakan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan dengan pelaksanaan FGD (Focus Group Discussion) dan dokumentasi. Subjek penelitian ini terbagi menjadi dua kelompok yakni laki-laki dan perempuan yang menjadi segmentasi dalam tayangan Alis Challenge. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa sebagian besar informan memiliki persepsi bahwa tayangan Alis Challenge untuk menghibur dan tidak menyadari adanya kekerasan simbolik yang terdapat di dalamnya. Penelitian ini menghimbau kepada masyarakat dalam hal ini penonton untuk dapat memilih tayangan-tayangan yang berkualitas tanpa adanya unsur kekerasan simbolik.

Kata Kunci: Alis Challenge, Persepsi, Kekerasan Simbolik

References

Ardianto, E., dan Lukiati, K.E (2004). Komunikasi Massa Suatu Pengantar. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.

Cangara, Hafied, (2002). Pengantar Ilmu Komunikasi. Jakarta : PT. RajaGrafindo. Persada.

Dennis McQuail, (1987). Mass Communication Theory (Teori Komunikasi Massa). Jakarta: Erlangga

Haryatmoko, (2003). Menyikap Kepalsuan Budaya Penguasa. Yogyakarta: Kanisius.

Ido Prijana Hadi, (2009). Penelitian Khalayak dalam Perspektif Reception Analysis. Jurnal Ilmiah Scriptura. Vol. 3, No. 1.

Karlinah Siti, Betty Soemirat dan Lukiati Komala (2007), Komunikasi Massa Suatu pengantar. Universitas Terbuka Tahun Terbit.

Kuswandi, Wawan, (1996). Komunikasi Massa Sebuah Analisis Media Televisi. Jakarta : Rhineka Cipta.

Onong Uchjana Effend, (1986). Dinamika Komunikasi. Bandung : Remaja Rosdakarya.

Martono, Nanang, (2012). Kekerasan Simbolik Di Sekolah: Sebuah Ide Sosiologi Pendidikan Pierre Bourdieu. Jakarta: Rajawali Pers.

Morissan (2011). Manajemen Media Penyiaran: Strategi Mengelola Radio dan Televisi. Jakarta: Kencana.

Nurudin(2009). Pengantar Komunikasi Massa. Jakarta: Raja Grafindo Persada.

Tong, Rosemerie Putnam (1998). Feminist Thought : Pengantar Paling Konferhensif Kepada Arus Utama Pemikiran Feminis. Yogyakarta: Jalasutra.

Sugiono (2011), Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R & D. Bandung: Alfabeta.

Sutaryo, (2005). Sosiologi Komunikasi. Yogyakarta : Arti Bumi Intaran.

Wawan Kuswandi, (1996). Komunikasi Massa Sebuah Analisis Media Televisi. Jakarta : Rineka Cipta.

Komisi Penyiaran Indonesia (2012). Pedoman Perilaku Penyiaran (P3) Dan Standar Program Siaran (SPS). Diakses dari http://www.kpi.go.id/download/regulasi/P3SPS_2012_Final.pdf pada tanggal 7 Juli 2019, jam 22.45 WIB

Pemerintah Indonesia. 2002. Undang-Undang Republik Indonesia No. 32 Tahun 2002 Tentang Penyiaran. Diakses dari http://hukum.unsrat.ac.id/uu/uu_32_02.htm pada tanggal 7 Juli 2019, jam 22. 52 WIB

Popmagz (2019). Alis Challenge The Comment NET Dinilai Rusak Moral Bangsa. Diakses dari https://www.popmagz.com/alis-challenge-the-comment-net-dinilai-rusak-moral-bangsa-23072/ pada tanggal 7 Juli 2019, jam 22.14 WIB

Downloads

Published

2022-06-30