KETERGANTUNGAN REMAJA PADA GAME ONLINE
Abstract
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena bermain game online yang dapat membawa dampak negatif pada remaja yang kecanduan Game Online. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan ketergantungan remaja pada game online. Informan dalam penelitian ini berjumlah empat orang dengan karakterisik umur antara 17 sampai 25 tahun dan bermain game online minimal 8 jam dalam sehari. Pendekatan yang digunakan pendekatan kualitatif. Teori penelitian yang digunakan adalah Teori Ketergantungan Media (DeFleur dan Rokeach 1975) yang menjelaskan bahwa terdapat dua faktor yang menentukan ketergantungan seseorang terhadap media: (1)seseorang akan lebih bergantung pada media yang dapat memenuhi sejumlah kebutuhannya sekaligus, dibandingkan dengan media yang hanya mampu memenuhi beberapa kebutuhan saja. (2)Perubahan sosial dan konflik yang terjadi di masyarakat dapat menyebabkan pada perubahan institusi, kepercayaan, dan kegiatan yang sudah mapan. Situasi yang bergejolak (perang, bencana dan kerusuhan) dapat menimbulkan perubahan pada konsumsi media. Berdasarkan hasil penelitian game online mampu memenuhi kebutuhan secara sekaligus seperti kesenangan, teman baru yang sehobi, pujian, gelar, dan kebanggaan tersendiri yang tidak didapatkan keempat informan di dunia nyata mereka. Perubahan sosial di kalangan remaja yang lebih banyak berinteraksi lewat internet membuat keempat informan menjadi ketergantungan, game online memberikan berbagai fasilitas yang tidak bisa didapatkan di dunia nyata mereka, sehingga informan hanya berkomunikasi satu arah dengan dunia game nya, membuat dunia mereka sendiri dengan fasilitas yang diberikan game online.
Kata Kunci : Ketergantungan, Remaja, Game Online.