PENYAMPAIAN PESAN KRITIK BUDAYA PATRIARKI DALAM LIRIK LAGU "HAWA SUDUT JINGGA" KARYA BAND MERAHJINGGA

Authors

  • Lydia Sha Fitri Program Studi IImu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Tanjungpura Pontianak
  • Zakiah Hasan Gaffar Tanjungpura University image/svg+xml
  • Dewi Utami Tanjungpura University image/svg+xml

Abstract

 

Lagu menjadi salah satu media yang efektif bagi musisi untuk menyampaikan pesan, seperti misalnya kritikan terhadap penyimpangan sosial di masyarakat. Merahjingga adalah salah satu musisi lokal asal Pontianak, Kalimantan Barat yang menyampaikan sebuah pesan terkait HAM, penyimpangan sosial dan isu penting lainnya.dalam sebuah lagu. Sebelumnya, Merahjingga berkarir sejak tahun 2017 dengan formasi band yang membawakan lagu-lagu bergenre pop-folk. Perubahahn formasi band sejak tahun 2018 memjadikan band ini beralih genre ke jenis music ethnic-folk. Hingga saat ini, Merahjingga identic dengan band lokal yang membawakan lagu yang bertemakan isu-isu sosial. Penggunaan kata-kata dan Bahasa dalam sebuah lagu merupakan sebuah media dalam menyampaikan sebuah pesan. Karena di dalam sebuah lagu terdapat struktur kalimat yang mengandung makna. Penelitian ini, membahas tentang analisa terkait konstruksi makna yang diinginkan oleh pencipta lagu pada lagu “Hawa Sudut Jingga” karya band Merahjingga ini. Untuk mencapai tujuan dari penelitian ini, peneliti menggunakan teori Hermeneutika menurut Paul Ricouer. Adapun terdapat tiga poin otonomi teks yang dikemukan oleh ricouer, yakni intensi atau maksud pengarang, kondisi sosial dan situasi kultural saat pengadaan teks serta ditujukan untuk siapa teks itu. Hasil penelitian ini berupa konstruksi makna yang diinginkan pencipta pada lagu “Hawa Sudut Jingga” berupa pesan terkait autokritik yang ditujukan kepada pencipta lagu dan seluruh tim dari Merahjingga atas perilakunya yang merendahkan perempuan secara sadar maupun tidak sadar. Untuk itu, lagu “Hawa Sudut Jingga” ini sebagai salah bentuk permintaan maaf dari Merahjingga kepada perempuan.

 

Kata kunci: Lirik lagu, Hermeneutika, Budaya Patriarki.  

 

References

Cangara, Hafied, (2002). Pengantar Ilmu Komunikasi. Jakarta : PT. RajaGrafindo. Persada

Dennis McQuail, (1987). Mass Communication Theory (Teori Komunikasi Massa). Jakarta: Erlangga

Djohan. (2009). Psikologi Musik. Yogyakarta: Best Publisher.

Kaplan, David M. (2010). “Teori Kritis Paul Ricouer”, (Terjemahan Ruslani). Yogyakarta: Pustaka Utama Yogyakarta

Keraf, Gorys. 2010. Diksi dan Gaya Bahasa. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.

Kuswono, Engkus. 2009. Fenomenologi. Bandung: Widya Padjajaran.

Littlejohn, Stephen W dan Karen A. Foss. (2012). Teori Komunikasi (Terjemahan

Mohammad Yusuf Hamdan). Jakarta : Salemba Humanika

Ricour, P. (2003). Filsafat Wacana Membelah Makna dalam Anatomi Bahasa, Terj. Musnur Hery. Yogyakarta: Ircisod.

Rendra, W, S. (2001). Penyair dan Kritik Sosial. Yogyakarta: KEPEL Press

Rez, Idhar. (2008). Music Records Indie Label. Bandung: PT Mizan BunayaKreativa.

Rokhmansyah, Alfian. (2016). Pengantar Gender dan Feminisme, Yogyakarta: Garudhawaca

Rukhiyah, Ai Yeyeh. (2009). Asuhan Kebidanan I. Trans Info Media.

Sugiyono (2011), Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R & D. Bandung: Alfabeta

Website

Komnas Perempuan (2020). Catatan Tahunan Kekerasan Terhadap Perempuan. Diakses dari https://www.komnasperempuan.go.id/reads-catatan-tahunan-kekerasan-terhadap-perempuan-2020 pada tanggal 29 September 2020, jam 13.45 WIB

Kata Data (2020). Analasis Data Kekerasan Terhadap Perempuan di Masa Covid-19. Diakses dari https://katadata.co.id/0/analisisdata/5f69619121b54/kekerasan-terhadap-perempuan-di-masa-covid-19 pada tanggal 29 September 2020, jam 12.14 WIB

Jurnal dan Skripsi

Aprilia, Wahyu, “Perkembangan Pada Masa Prenatal Dan Kehamilan”, Yaa Bunayya Vol. 4 No. 1, Tahun 2020

Published

2023-06-30