STEREOTIP K-POP COVER DANCER PRIA DI PONTIANAK
Abstract
K-pop cover dancer pria adalah pria yang meniru gerakan tarian yang dibawakan oleh grup idola boyband atau girlband dengan genre k-pop. Mereka berusaha untuk mengikuti semaksimal mungkin gerakan, riasan, pakaian, latar tempat menari, cara pengambilan video, hingga editing video. K-pop cover dancer biasanya melakukan pertunjukan atau tampil dalam kegiatan festival k-pop lokal. K-pop cover dancer pria di Pontianak sering mendapat kekerasan verbal berupa julukan seperti “bencong”, “gemulai”, “aneh” maupun “kurang laki” dari sesama pria. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui faktor-faktor yang menyebabkan stereotip terhadap k-pop cover dancer pria Pontianak berdasarkan teori sudut pandang dari Nancy Hartsock (1983). Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa faktor sudut pandang (standpoint) dan pengetahuan tersituasi (situated knowledge) mempengaruhi informan dalam membentuk stereotip “aneh” terhadap k-pop cover dancer pria. Sebagian dari informan membentuk stereotip “aneh” dari pembagian pekerjaan berdasarkan jenis kelamin (sexual division of labor). Sebagian informan beranggapan bahwa seorang pria harus bekerja yang dapat memperlihatkan kerja kerasnya. Saran penelitian ini adalah kampanye kampanye untuk memperkenalkan konsep dari k-pop cover dancer, sehingga publik terutama pria mememiliki sudut pandang lebih objektif terhadap mereka.
Kata Kunci: Stereotip, K-pop Cover Dancer, Sudut Pandang
References
Cangara, Hadied. 2016. "Pengantar Ilmu Komunikasi". Jakarta: Rajawali Pers
Dzulfahmi,2020."Persepsi: Bagaimana Sejatinya Persepsi Membentuk Konstruksi Berpikir Kita". Yogyakarta: Psikologi Corner
Littlejohn, Stephen W., Kren A . Foss. 2018. Teori Komunikasi: Theori Of Humas Communication. Jakarta : Salemba Humanika
Mulyana, Deddy. 2005. "Human Communication: Prinsip-prinsip Dasar". Bandung: PT Remaja Rosdakarya
Saguni, F. 2014. "Pemberian Stereotype Gender". Musawa, 196-197.
Shoelhi, Mohammad. 2015. "K omunikasi Lintas Budaya Dalam Dinamika Komunikas Internasional". Bandung: PT Remaja Rosdakarya Offset
Subyanto. Arief dan Suwarto. 2007. “Metode & Teknik Penelitian Sosial”. Yogyakarta: Andi
Satori, Djam'an dan Aan Komariah. 2011. "Metodologi Penelitian Kualitatif". Bandung: Alfabeta
Herdiansyah, Haris. 2013. "Wawancara, Observasi, dan Focus Group: Sebagai Instrumen Penggalian Data Kualitatif". Jakarta: Rajawali Pers
Bungin, Burhan. 2011. "Penelitian Kualitatif". Jakarta: Prenada Media Group
Fiske, Cuddy, dan Peter. 2006. "Universal Dimensions of Social Cognition: Warmth and Competence. ScienceDirect.76-81
Nurhadi, Zikri Fachrul,Novie Susanti dan Ade Sujana. 2019 "Model Komunikasi Tentang Presentasi Diri Grup K-pop Cross Cover Dance Grup EX(SHIT)". Universitas Garut. 2019
Oh, Chuyun. 2020. "From Seoul to Copenhagen: Migrating K-Pop Cover Dance and Performing Diasporic Youth in Social Media" Dance Research Journal, 52(1), 20–32.
Putriana, Ika. 2012. "Peran Gender Perempuan Militer dalam Majalah Korps Wanita Angkatan Darat Melati Pagar Bangsa". Jurnal Komunikasi Indonesia. 23-29.
Turnomo Rahardjo & Adi Nugroho.2010. "Memahami Eksistensi Buruh". Universitas Diponegoro.2010
Corrie.2017. “Teori Standpoint-Pengertian-Konsep”. Pakarkomunikasi.co. Diakses 29 Juni 2021
https://pakarkomunikasi.com/teori-standpoint
Effendi, Ahmad. 2011. “SHINee di Rusia Untuk K-Pop Cover Dance Festival 2011” Kapanlagi.com. 8 September. Diakses pada 16 Maret 2021. https://www.kapanlagi.com/korea/shinee-di-rusia-untuk-k-pop-cover-dance-festival-2011.html
HN, Hanna.2019. “Intip Keseruan Dance Cover”. Kompasiana.com. 13 April 2019. Diakses pada 20 April 2021. https://www.google.com/amp/s/hannhanr/5d25f150d8230675570e745/intip-keseruan-dance-cover
Hidayat, Anwar. 2017. “Penjelasan Teknik Purposive Sampling Lengkap Detail”. Statistikan.com, 2 Juni. Diakses 3 Mei 2021.
https://www.google.com/amp/s/www.statistikian.com/2017/06/penjelasan-teknik-purposive-sampling.html
Ilham, Armand. 2021. “Jadi Fans Fanatik K-Pop Adalah Cara Saya Menjauhi Kenakalan Remaja”. Mojok.co. Diakses 29 Mei 2021
https://mojok.co/terminal/jadi-fans-fanatik-k-pop-adalah-cara-saya-menjauhi-kenakalan-remaja/
Korea Staff, Bilbord. 2011. “A Look Inside The K-pop Cover Dance Trend”. Billboard. 18 Oktober. Diakses pada 16 Maret 2021. https://www.billboard.com/articles/news/465675/a-look-inside-the-k-pop-cover-dance-trend/
Park Sungil, Justin. 2019. “What differentiates K-Pop dance to other music genres? We asked the experts” SBSKorean. 12 Maret. Diakses pada 19 Maret 2021. https://www.sbs.com.au/language/english/what-differentiates-k-pop-dance-to-other-music-genres-we-asked-the-experts
Rada, 2021. “Teknik Pengumpulan Data”. Dosenpintar.com, 9 Maret. Diakses 3 Mei 2021.
https://dosenpintar.com/teknik-pengumpulan-data/
Raharjo, Sahid. 2013.“Tringulasi Sebagai Teknik Pengumpulan Data”. Konsisten.com, Januari. Diakses 25 Mei 2021 https://www.konsistensi.com/2013/04/triangulasi-sebagai-teknik-pengumpulan.html
Zakky.2020. “Pengertian Instrumen Penelitian Menurut Para Ahli dan Secara Umum”. Zonareferensi.com, 23 Februari. Diakses 3 Mei 2021 https://www.zonareferensi.com/pengertian-instrumen-penelitian/