PERILAKU SOSIAL MASYARAKAT KAMPUNG BETING DALAM MEMBUANG SAMPAH DI KELUHARAN DALAM BUGIS KECAMATAN PONTIANAK TIMUR
DOI:
https://doi.org/10.26418/sociodev.v5i2.1096Abstract
Penelitian ini diawali dengan pengamatan mengenai peningkatan jumlah penduduk yang menurut peneliti dapat mengancam kelestarian lingkungan. Keadaan ini dikarenakan dengan seiring peningkatan jumlah penduduk tersebut akan meningkat pula jumlah konsumsi kebutuhan hidup bagi masyarakat yang dapat memunculkan masalah lain yaitu sampah. Sampah akan terus meningkat dengan pertambahan jumlah penduduk karena sifat manusia yang konsumtif, terlebih bagi mereka yang mengabaikan nilai-nilai kelestarian lingkungan hidup, sehingga dapat menghambat bagi pembangunan masyarakat yang lebih baik untuk masa yang akan datang. Banyak faktor yang menyebabkan rusaknya lingkungan hidup, salah satu faktor yang menyebabkan rusaknya lingkungan hidup adalah prilaku masyarakat itu sendiri yang tidak atau kurangnya memiliki kesadaran untuk menjaga kelestarian lingkungan hidup. Selama sungai telah membentuk persepsi masyarakat yang berada disekitarnya untuk menjadikannya sebagai bagian yang memfasilitasi dalam pengelolaan sampah pemukiman penduduk. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif, yaitu menggambarkan keadaaan yang sesungguhnya. Penelitian ini menunjukkan bahwa (1) karakteristik daerah seperti sungai dapat membentuk pola hidup masyarakat sekitarnya; (2) Pola pikir masyarakat yang masih belum terlalu banyak berubah menjadikan sungai tempat pengelolaan (pembuangan) sampah dianggap tidak menimbulkan masalah bagi lingkungan; dan (3) Kurangnya pola pembinaan mengenai kelestarian lingkungan yang diakibatkan oleh perilaku manusia terutama dalam membuang sampah merupakan faktor utama penyebab kebiasaan penduduk membuang sampah disungai
Kata-kata Kunci : Lingkungan Hidup, Perilaku Sosial, Pembangunan Masyarakat