PEMBERDAYAAN PENGRAJIN TENUN SAMBAS MELALUI LEMBAGA AMIL ZAKAT (LAZ) DOMPET UMMAT KALIMANTAN BARAT DI DAERAH DESA SUMBER HARAPAN KECAMATAN SAMBAS
DOI:
https://doi.org/10.26418/sociodev.v7i1.1782Abstract
Skripsi ini diangakat berdasarkan permasalahan pada pengrajin tenun Sambas yang tidak mempunyai modal, sulitnya untuk memasarkan kain, pendidikan rendah sehingga tidak bisa mandiri untuk mengembangkan usahanya, kurangnya kepedulian dari Pemerintah Daerah. Oleh karena itu, mereka lebih memilh untuk bekerja sebagai kuli tenun. Mereka bekerja mendapat upah rendah dan mempunyai hutang, hutangnya tidak habis-habis sampai kepada anak dan seterusnya. Hal ini Lembaga Amil Zakat (LAZ) Dompet Ummat ingin adanya suatu perubahan untuk pengrajin dengan melakukan pemberdayaan agar pengrajin bisa lepas dari mata rantai sebagai kuli dan bisa mandiri. Kriteria pengrajin yang di bantu sesuai dalam zakat yaitu masuk dalam salah satu kriteria 8 asnab (golongan) yaitu: fakir, miskin, amil zakat, mualaf, riqab, gorimin, sabilillah, dan ibnu sabil. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif (descriptive rsearch) dengan pendekatan kualitatif. Hasil Penelitian menggambarkan bahwa pemberdayaan pengrajin tenun sambas oleh LAZ Dompet Ummat seperti diberikan modal hibah di adakannya pertemuan antara pendamping lapangan dan anggota kelompok seperti adanya pelatihan memberikan motivasi, materi-materi yang mengenai cara memasarkan kain, membuat standar harga, mengembangkan produk,dll. Dalam pendampingan anggota kelompok diwajibkan untuk menabung dan berinfak. Dengan diberikannya modal, pelatihan dan pendampingan tersebut mereka bisa lepas dari mata rantai, melunasi hutang, membuat standar harga kain sendiri, dan bisa mandiri.
Kata-kata Kunci : Pemberdayaan, Kesejahteraan,Ekonomi,Pengrajin Tenun Sambas