FENOMENA TINGGINYA ANGKA ANAK PUTUS SEKOLAH DI DESANANGA SURI KECAMATAN NANGA MAHAP KABUPATEN SEKADAU

Authors

DOI:

https://doi.org/10.26418/sociodev.v11i2.3310

Abstract

Gideon (E1022717005): Fenomena Tingginya Angka Anak  Putus Sekolah Di Desa Nanga Suri Kecamatan Nanga Mahap Kabupaten Sekadau. Skripsi. Program Studi Pembangunan Sosial. Fakultas Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik Universitas Tanjungpura Pontianak 2021.

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan mengetahui faktor penyebeb tingginya angka anak putus sekolah di Desa Nanga Suri, untuk mengeksplorasi atau mendiskripsikan fenomena putus sekolah di Desa Nanga Suri Kecamatan Nanga Mahap Kabupaten Sekadau, dan memehami dampak-dampak dari fenomena putus sekolah di Desa Nanga Suri Kecamatan Nanga Mahap Kabupaten Sekadau. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif lapangan. Dengan tiga teknik pengumpilan data yaitu, observasi, wawancara dan dokumentasi. Penelitian ini menghasilkan temuan penelitian faktor-faktor dan fenomena yang menyebabkan tingginya angka anak putus sekolah, dan faktor kurangnya minat anak untuk sekolah, faktor ekonomi, faktor lingkungan, kurangnya perhatian orang tua, dan faktor budaya. Dengan faktor paling dominan yang menyebabkan anak putus sekolah di Desa Nanga Suri adalah faktor Ekonomi.

Kata kunci: Motivasi, Kemauan, Putus Sekolah

References

Referensi Buku:

Baharuddin. 2010. Teori Belajar Dan

Pembelajaran. Ar-Rurzz

Media.Yogyakarta.

Djamarah, Syaiful B. 2011. Psikologi

Belajar. PT RINEKA CITA.

Jakarta

Djumhur, Surya. 1975. Bimbingan

dan Penyuluhan di Sekolah.

CVIlmu.Bandung.

Fadil, Supriyanto. 2010. Sosiologi

Pendidikan. UIN-MALIKI

Press. Malang.

Gunawan. 2010. Sosiologi

Pendidikan. Rineka Cipta.

Jakarta.

Hasbullah. 2012. Dasar-Dasar Ilmu

Pendidikan. Rajawali Pers.

Jakarta.

Hidayat. 2014. Sosiologi Pendidikan

Emile Durkheim. PT Raja

GrafindoPersada.Jakarta.

lhsan. 2010. Dasar-Dasar

Pendidikan. Rineka Cipta.

Jakarta.

Imron. 2004. Manajemen Peserta

Didik Berbasis Sekolah.

DepartemenPendidikan

Nasional. Malang.

Purwanto. 2013. Psikologi

Pendidikan. PT REMAJA

ROSDAKARYA. Bandung.

Sidi. 2001. Menuju Masyarakat

Belajar. PARAMADINA.

Jakarta.

Sugiyono. 2014. Metode penelitian

kuantitatif, kualitatif dan

R&D. (cetakan ke-

. Alfabera: Bandung.

Sugiyono. 2016. Pemahaman

Penelitian Kualitatif. (cetakan

ke-12).Alfabeta.Bandung.

Suwatra. 2014. Sosiologi Pendidikan.

GRAHA ILMU. Yogyakarta.

Miro. 2005. Perencanaan

Transportasi. Erlangga.

Jakarta.

Safari. 2003. Minat Belajar Siswa.

Rineka Cipta. Jakarta.

Slameto. 2015. Belajar Dan Faktor

Faktor Yang

Refrensi Skripsi

Yunus, 2014. Faktor Penyebeb Anak

Yang Tidak MelanjutkanSekolah Di Desa Pamangkat Kecamayan Simpang Hilir Kabupaten Kayong Utara. Skripsi, Universitas (IAIN) Pontianak.

Faruh Asrosi, 2016. Peran Orang Tua

Dalam Menanggulangi Anak Putus Sekolah Di Dusun Amparsanga Kecamatan Ngabang Kabupaten Landak. Skripsi, Fakultas Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik Universitas Tanjungpura Pontianak.

Referensi Internet

https://retnaningws.wordpress.com/2 015/06/21/faktor-penyebab-anak-putus-sekolah/

Downloads

Published

2022-06-30