UPAYA FORUM KEMITRAAN PENCEGAHAN STUNTING (FKPS) DALAM PELAKSANAAN PROGRAM PENCEGAHAN BALITA STUNTING (Studi Kasus di Desa Karya Baru Kecamatan Jongkong Kabupaten Kapuas Hulu)

Firman Hidayat, Fatmawati Fatmawati, Antonia Sasab Abao

Abstract


Stunting adalah permasalahan gizi yang disebabkan oleh ketidakcukupan gizi yang dibutuhkan oleh tubuh dalam waktu yang lama yang berakibat pada kondisi gagal tumbuh kembang yang terjadi pada anak. . Hasil Riset Kesehatan Dasar mencatat pravelansi Stunting di Indonesia mencapai 37,2% pada tahun 2013. Sementara Berdasarkan data yang dirilis oleh Asian Development Bank, Indonesia Prevalensinya mencapai 31,8% pada 2020. Kalimantan Barat adalah salah satu provinsi prevalensi stunting mencapai 33,5%. Kabupaten Kapuas Hulu persentase Stunting 34,63%. Memiliki 23 Kecamatan. Wilayah dengan jumlah persentase tertinggi berada di Kecamatan Selimbau yaitu 52,7%, disusul oleh Kecamatan Embaloh Hilir 48,1% dan Kecamatan Jongkong 45,5%.Kecamatan Jongkong relatif tinggi dengan jumlah presentase 45,5 %. Desa yang memiliki pravelansi tertinggi adalah Desa Karya Baru dengan jumlah 11 balita Stunting. Kejadian Stunting disebabkan oleh multi faktor. Dalam penanganannya dilakukan dengan melakukan Intervensi Gizi Spesifik sektor kesehatan dan Intervensi Gizi Sensitif non sesehatan. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah melalui pendekatan kualitatif. Teknik pengambilan sample dalam penelitian ini yang dilakukan adalah teknik purposive sampling. Teknik pengambilan data penelitian ini dilakukan dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis dalam penelitian ini dilakukan dengan Data reduction (reduksi data), Data display (penyajian data), Conlusion drawing/verification. Hasil penelitian menunjukan bahwa Upaya-upaya yang dilakukan Forum Kemitraan Pencegahan Stunting (FKPS) antara lain Intervensi Spesifik yang dilakukan oleh sektor kesehatan meliputi memperbaiki data, memperbaiki pelayanan yang berkaitan dengan stunting, memaksimalkan penanggulangan gizi buruk, mendistribusikan vitamin a untuk balita, Suplemen ibu hamil anemia, KEK makanan tambahan serta memaksimalkan program imunisasi. Intervensi Sensitif dilakukan oleh sektor non-kesehatan seperti ketahanan pangan pemberian bibit, pendanaan untuk posyandu desa. Kesimpulan penelitian ini, secara umum Kapuas Hulu merupakan Kabupaten dengan kondisi yang parah, Upaya dalam pencegahan Stunting sebagai tindak lanjut percepatan perbaikan gizi telah dilaksanakan, meskipun dalam pelaksanaannya mengalami berbagai hambatan.

Kata Kunci: Stunting, FKPS, Upaya, Balita.

 

 


References


Asrar, M., Hamam, H. Dan Dradjat, B. 2009. Pola Asuh, Pola Makan, Asupan Zat Gizi dan Hubungannya dengan Status Gizi Anak Balita Masyarakat Suku Nuaulu Kecamatan Amhai Kabupaten Maluku Tengah Provinsi Maluku’. Jurnal Gizi Klinik Indonesia, 6(2).

Bloem MW, Pee SD, Hop LT, Khan NC, Laillou A, Minarto, Pfanner RM, Soekarjo D, Soekirman, Solon JA, Theary C, Wasantwisut E, 2013. “Key strategies to further reduce stunting in Southeast Asia: Lessons from the ASEAN countries workshopâ€. Food and Nutrition Bulletin: 34:2.

Fatimah, S., Nurhidayah, I. dan Rakhmawati, W. 2008. 'Faktor-faktor yang Berkontribusi terhadap Status Gizi pada Balita di Kecamatan Ciawi Kabupaten Tasikmalaya', 10 (Xviii), pp. 37-51.

https://jdih.kapuashulukab.go.id/system/files/dokumen/produkhukum/2019/perbup-73-tahun-2018.pdf

Indrawan WS, Kamus Lengkap Bahasa Indonesia, Jombang: Lintas Media, hal. 568.

Inzlicht, M., Shenhav, A., & Olivola, C. Y. (2018). The effort paradox: Effort is both costly and valued. Trends in cognitive sciences, 22(4), 337-349.

Jayarni, D. E, dan Sumarni. 2008. 'Hubungan Ketahanan Pangan dan Karakteristik Keluarga dengan Status Gizi Balita Usia 2 - 5 Tahun (Studi di Wilayah Kerja Puskesmas Wonokusumo Kota Surabaya)'. amerta nutrition, pp. 44-51.

Kementrian Kesehatan Republik Indonesia. 2013. Riset Kesehatan Dasar. Jakarta: Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Departemen Kesehatan Republik Indonesia.

Kementerian Kesehatan RI. 2015.Info datin Pusat Data dan InformasiKementerian Kesehatan Republik Indonesia. Jakarta: Kemenkes RI. Diunduhtanggal 10 April 2017 dari http://www.pusdatin.kemkes.go.id

Kementrian PPN/Bappenas. 2018, November. Pedoman Pelaksanaan. Intervensi Penurunan Stunting Terintegrasi di Kabupaten/Kota. Jakarta: Kementrian Perencanaan dan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan dan Pembangunan Nasional.

Kementrian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi. 2017. Buku Saku Desa Dalam Penanganan Stunting. Jakarta : Kementrian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi.

LAPORAN AKUNTABILITAS KINERJA INSTANSI PEMERINTAH DAERAH (LAKIP) Tahun 2020

MCA, 2013. 'Stunting dan Masa Depan Indonesia', 2010, pp. 2-5.

Ngaisyah, R. D. 2016. 'Hubungan riwayat lahir stunting dan BBLR dengan status gizi anak balita usia 1-3 tahun di Potorono, Bantul Yogyakarta', Medika Respati, 11(2), pp. 51-61.

Peraturan Presiden . 2017. Nomor 59 Tahun 2017 tentang Pelaksanaan Pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Jakarta: Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia.

Picauly I, Magdalena S, 2013. Analisis determinan dan pengaruh stunting terhadap prestasi belajar anak sekolah di Kupang dan Sumba Timur, NTT. Jurnal Gizi dan Pangan,8(1): 55—62.

Puspasari, N. dan Andriani, M. 2017. 'Hubungan Pengetahuan Ibu tentang Gizi dan Asupan Makanan Balita dengan Status Gizi BAlita (BB/U Usia 12-24 Bulan', pp. 369-378.

Republik Indonesia. 2013. Pedoman Perencanaan Program “Gerakan Nasional Percepatan Perbaikan Gizi Dalam Rangka Seribu Hari Pertama Kehidupan (1000 HPK). Jakarta : Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat.

RI, K. (2018). Laporan hasil riset kesehatan dasar (Riskesdas) Indonesia tahun 2018. Jakarta: Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kemenkes RI, 5-10.

Sari EM, Juffrie M, Nurani N, Sitaresmi MN. Asupan protein, kalsium dan fosfor pada anak stunting dan tidak stunting usia 24-59 bulan. J Gizi Klin Indones. 2016;12(4):152–159. https://jurnal.ugm.ac.id/jgki%0AAsupan.

Shenhav, A., Botvinick, M. M., & Cohen, J. D. 2013. The expected value of control: an integrative theory of anterior cingulate cortex function. Neuron, 79(2), 217-240.

Siahaan, J. T. 2019, February 26. Urgensi Minimalisasi "Stunting". Retrieved from Portal Berita Kompas: https://nasional.kompas.com/read/2019/02/26/18055351/urgensi-minimalisasi-stunting?page=all

Sugiyono, 2013. Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta

Sugiyono. 2003. Memahami Penelitian Kualitatif. Bandung: Alfabeta

TNP2K. 2017. “100 Kabupaten/Kota Prioritas Untuk Penanganan Anak Kerdil (Stunting).†2.

Tiwari, Rina, Ausman Lynne M, Agho Kingsley Emwinyore. 2014. Determinants

of stunting and severe stunting among under-fives: evidence from the 2011 Nepal Demographic and Health Survey.Nepal: BMC Pediatrics

Unicef, 1990. Strategy for improved nutrition of children and women in developing

countries. New York.

Unicef, 2013. Improving Child Nutrition The achievable imperative for global progress. Diakses:www.unicef.org/media/files/nutrition _report_2013.pdftanggal 24 Desember 2013

Unicef FrameWork, 2017. Schematic overview of the factors known from national experience to cause chronic malnutrition, or stunting.

Welasasih, B. D. dan Wirjatmadi, R. B. 2008. 'Beberapa Faktor yang Berhubungan dengan Status Gizi Balita Stunting'. The Indonesian Journal of Public Health, 8(3), pp. 99-104.

Word Health Organization. 2013. Childhoold Stunting: Challenges and

Opportunities. Switzerland: Department of Nutrition for Health and

Development. www.who.int. Diakses 20 April 2016

Yustianingrum, L. N. dan Adriani, M. 2017. 'Perbedaan Status Gizi dan Penyakit Infeksi pada anak Baduta yang diberi Asi dan Non Asi', pp. 415-423.




DOI: http://dx.doi.org/10.26418%2Fsociodev.v10i2.3608

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Pemimpin Umum/Penanggung Jawab

Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Tanjungpura

Wakil Pemimpin Umum

Wakil Dekan 1 Bidang Akademik Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Tanjungpura

Dewan Penyunting Kehormatan

Dr.H,Martoyo, MA, Dr.Herlan, M.Si, Dr.Dedi Kusnadi, M.Si, Drs.Sabran Achyar, M.Si, Prof.Dr. Sy. Ibrahim Alqadrie, Prof. Dr. A B Tangdililing, M.A., Prof. Dr. Arkanudin, M.Si, Prof. Dr. Redatin Parwadi, M.A, Dr.Lukman Jafar, M.Si, Drs.Sukamto,M.Si, Dr.Hj.Hardilina,M.Si, Dr.H.Mochtaria M.Noh, M.Si, Dr.Ngusmanto (Scopus ID: 57191224744)

Dewan Penyunting (Editorial Board)

Dr.Ira Patriani, Dr.Rusdiono, M.Si, Dra.Kartika Ningtyas, M.Si, Drs.Asmadi, M.Si, Bima Sujendra, M.Si, Dewi Utami, M.Si, Ully Nuzullian, M.Si, Dr.Hasanah, Dr.Ema Rahmaniah, Dr.Sri Maryuni, M.Si, Dr.Nurfitri Nugrahaningsih, M.Si, Dra.Yulianti, M.Si, Dra.Syarmiati, M.Si, Dr.Pardi, M.Si, Dr.Indah Listyaningrum,M.Si, Viza Juliansyah, S.Sos., M.A.

SOCIODEV,  jurnal Mahasiswa S-1 Ilmu Sosiatri Fisip Untan, https://jurmafis.untan.ac.id/index.php/sociodev

Alamat: Kampus FISIP Untan Jl.Prof.Dr.H.Hadari Nawawi, Pontianak, Kalimantan Barat, Indonesia 

 

Â