STRATEGI PEMULUNGBERTAHAN HIDUP DI LINGKUNGANTEMPAT PEMBUANGANAKHIR(TPA) BATULAYANG KOTA PONTIANAK
DOI:
https://doi.org/10.26418/sociodev.v11i2.3689Abstract
DwiSriMuliatiNingsih:AdanyaTempat PembuanganAkhir(TPA)BatuLayangKota Pontianakmenjadi sebabsebagian besarmasyarakatmenjadikan TPABatuLayang untuk dijadikan lokasi unyukmemenuhi kebutuhan hidupmereka.Hal ini terlihat dengan adanya masyarakatyangterpinggirkansepertipemulung.Kebanyakanorangseringmeremehkantugas merekamencaribarangbekas.Parapemulunginirelamencarikardus,plastik,botol-botol,seng bekasdanbarangbekaslainnyaditempatsampahyangbau.Bagi beberapapemulung membersihkanbarangbekasmerupakansuatupekerjaanyangbisamereka lakukanuntuk mendapatpenghasilansertamempertahankan hidup. Tujuan penelitianadalah (1) MendeskripsikanstrategibertahanhiduppemulungbiasadiTPABatuLayangKotaPontianak. (2)Mendeskripsikanstrategi bertahanhiduppemulungpakandiTPABatuLayangKota Pontianak.Penelitianinimemakaimetodekualitatifmelalui pendekatandeskriptif,agardapat memberikandeskripsimengenaistrategipemulungbertahanhidup.Datadilapangandiperoleh denganbeberapa teknikmengumpulkandata,yaituobservasi,waancara,serta dokumentasi yangdiolahserta diperiksamenggunakan tekniktriangulasi untukpengecekandatanya. PenelitianinimemakaiteoriSurvival Mechanism dariJamesC.Scootsertateorikebutuhan olehAbraham Maslow.Hasilnyamemperlihatkanbahwasanyastrategiyangdipakaioleh pemulung dalambertahan hidupadalah (1) strategiaktifyangdi lakukan olehpemulungyaitu dengancaramemiliki pekerjaanutama dansampingan,(2)strategi pasifyangdilakukan oleh pemulungyaknimelaluipenghematan pengeluarankebutuhankeluarga pemulung,(3)strategi jaringanyang dipakaioleh pemulungyaitu melaluipemanfaatan bantuan sosial.
Kata kunci: Pemulung, Strategibertahan hidup