USAHA TANI KEBUN SAWIT OLEH PERUSAHAAN PT PERMATA SAWIT MANDIRI DI KECAMATAN NANGA TAYAP KABUPATEN KETAPANG

Authors

  • TRI SANDI APRIYANDA Program Studi Pembangunan SosialFakultasIlmuSosialdanIlmuPolitikUniversitasTanjungpura Pontianak
  • Hasan Almutahar Tanjungpura University image/svg+xml
  • Yulianti Yulianti Tanjungpura University image/svg+xml

DOI:

https://doi.org/10.26418/sociodev.v12i4.4640

Abstract

Dua kelompok—kelompok perkebunan milik petani plasma dan kelompok perkebunan milik petani swadaya—telah muncul sebagai perkebunan kelapa sawit mandiri. Program pemerintah “Perkebunan Inti Rakyat (PIR)” yang merupakan kerangka pembinaan dan kerjasama antara perusahaan dengan masyarakat di sekitar lokasi perkebunan tertinggal dari skema plasma. Sementara pekebun swadaya mengembangkan kelapa sawitnya tanpa kerjasama dengan pihak lain, program ini diharapkan dapat meningkatkan alih teknologi dari pelaku usaha. Petani mandiri tidak mengikuti pedoman untuk praktik pertanian yang tepat selain dari preferensi pribadi mereka sendiri. Perluasan lahan, terutama di kawasan hutan lindung dengan nilai konservasi tinggi, sering digunakan untuk mengimbangi produksi yang rendah.

References

Adriana, Bire. 2008. Peranan Modal Sosial Dalam Adopsi Teknologi Tanaman Legowo Pada Kegiatan Prima Tani Di Kabupaten Kupang. Thesis.

Yogyakarta: Universitas Gadjah Mada.

Arikunto, Suharsimi. 2006. Prosesur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek.

Jakarta: Rineka Cipta.

Fukuyama, Francis. 2009. The End of History and The Last Man: Kemenangan

Kapitalisme dan Demokrasi Liberal. Yogyakarta: Qalam.

Harsono. 2009. Distribusi Pendapatan dan Pertumbuhan Ekonomi Petani, CV.

Rajawali Jakarta.

Hasbullah, Jousairi. 2006. Sosial Capital (Menuju Keunggulan Budaya

Manusia Indonesia). Jakarta: MR. United Press.

Hikmat, Harry. 2006. Strategi Pemberdayaan Masyarakat. Bandung:

Humaniora Utama Press.

Kartasasmita, G. 2007. Pembangunan Untuk Rakyat Memadukan Pertimbuhan

dan Pemerataan. Jakarta: PT. Pustaka Cidesindo, Cet. Pertama.

Moleong, J. L. 2004. Metodelogi Penelitian Kualitatif. Bandung: PT. Remaja

Rosdakarya.

Nawawi, H. 2001. Metode Penelitian Bidang Sosial. Yogyakarta: Gajah Mada

University Press.

Ndraha, T. 2007. Pembangunan Masyarakat, Mempersiapkan Masyarakat

Tinggal Landas. Jakarta: Bina Aksara.

Payne. 2007. Orang-Orang Tertinggal. Jakarta: Bumi Aksara.

Saragi, Bungaran. 2009. Membangun Indonesia dengan Kelapa Sawit. Jakarta:

Infosawit.

Sunyoto. 2005. Strategi-Strategi Pembangunan Masyarakat. Yogyakarta:

Pustaka Pelajar.

Sugiyono. 2008. Memahami Penelitian Kualitatif. Bandung: CV. Alpabeta.

Suharto, Edy. 2009. Membangun Masyarakat Memberdayakan Rakyat.

Bandung: PT. Refika Aditama.

Suharto, Edy. 2007. Modal Sosial dan Kebijakan Publik. Bandung: PT. Refika

Aditama.

Sulistiyani, A. T. 2004. Kemitraan dan Model-Model Pemberdayaan.

Yogyakrta: Gava Media.

Sutrisno, L. 2005. Menuju Masyarakat Partisipatif. Bandung: Kanisius.

Stewart, Aileen Mitchell. 1998. Empowering People. Dalam Terjemahan

Hardjana, A. M. Empowering People, Pemberdayaan Sumber Daya

Manusia. Yogyakarta: Kanisius.

Syahza, Almasdi. 2008. Kelapa Sawit, Dampaknya Terhadap Percepatan

Pembangunan Ekonomi Pedesaan. Sumatera Barat: Universitas

Bung Hatta.

Usman, Sunyoto. 2004. Pembnagunan dan Pemberayaan Masyarakat.

Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Wibowo. 2009. Kredit Candak Kulak Sebagai Sarana Penguntungan

Pedagang Kecil. Yogyakarta: Lembaga Penelitian Pengabdian UAJ.

Published

2023-12-30