The Existence of Traditional Shops Since the Establishment of Alfamart in Antibar Village of Mempawah Timur District in Mempawah Regency Eksistensi Toko TradisionalSejakBerdirinyaAlfamart Di Desa AntibarKecamatanMempawah Timur KabupatenMempawah
DOI:
https://doi.org/10.26418/sociodev.v13i3.4732Abstract
Muhammad Ariel Dafa Alvaro (E.1021181039): Eksistensi Toko TradisionalSejakBerdirinyaAlfamart Di Desa AntibarKecamatanMempawahtimurKabupatenMempawah. Skripsi Program Studi Pembangunan SosialFakultasIlmuSosial dan IlmuPolitik Universitas Tanjungpura, Pontianak 2023.
Tulisaniinimembahastentangeksistensitokotradisional di Desa AntibarsejakberdirinyaAlfamartuntukmendeskripsikanpengaruh yang ditimbulkanAlfamart pada eksistensitokotradisional. Penelitianinibertujuanuntuk (1) UntukmengetahuibagaimanaeksistensitokotradisionalsejakberdirinyaAlfamart di Desa AntibarKecamatanMempawah Timur KabupatenMempawah. (2) Untukmengetahuiapasajadampaksosial yang terjadi pada pedagangtokotradisionaldariberdirinyaAlfamart di Desa AntibarKecamatanMempawah Timur KabupatenMempawah. Metode penelitian yang digunakanadalahjenispenelitiandeskriptifdenganpendekatankualitatif. Subjekpenelitianiniadalahmasyarakat yang terlibatlangsungdalampermasalahansepertipemiliktokotradisional, masyarakatumum yang berperansebagaikonsumen dan juga kepalatokoAlfamart Desa Antibar. Pemilihaninformandilakukandenganteknik purposive sampling sedangkanteknikpengumpulan data melaluiobservasi, wawancara, dan dokumentasi. Teori yang digunakandalampenelitianiniadalahteorieksistensi oleh Zainal Abidin. Hasil penelitianiniyaituadanyamenurunnyaeksistensitokotradisional di masyarakat Desa AntibarsejakberdirinyaAlfamart yang menyebabkanbeberapatokotradisional di Desa Antibarberalihmenjualbarang yang tidaktersedia di Alfamart, ada juga toko yang semakin lama kondisinyasemakinmemprihatinkansepertihanyamenyediakansedikitbarang, keadaantoko yang berantakanbahkanadabeberapatoko yang sudahtidakberoperasilagi. Hal tersebuttentusajamempengaruhikehidupansosialbagipemiliktoko yang pendapatannyaberkurang dan sulituntukmemenuhikebutuhanhidupnya. Dana yang tidakcukupbesarmenjadikendalatokotradisionaldalambersaing di bidanperdagangan, berbedadenganAlfamart yang memiliki dana yang besarkarenadibiyayai oleh perusahaanbesar.
Kata Kunci: Eksistensi Toko Tradisional, PerubahanSosial, InteraksiSosial, Desa Antibar
References
Abidin, Z. (2007). Analisis Eksistensi. Jakarta: Raja Grafindo Persada
Dhani, A. (2018). Eksistensi Usaha Kecil Menengah dan Pasar Tradisional Dalam Kebijakan Pengembangan Pasar Modern. Jurnal Studi Agama dan Masyarakat, 31-41.
Ekawati, D. (2015). Eksistensialisme. Jurnal Tarbawiyah, 137-152.
Indarmoko, E. (2006). Tesaurus Bahasa Indonesia. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
Istifhama, L. (2015). Urgensi Konsep Distribusi Pendapatan Dalam Kebijakan Publik Sebagai Strategi Mewujudkan Sustainability pasar Tradisonal. Tasyri, 159-160.
Peraturan Presiden Republik Indonesia. (2007). Nomor 122 Tentang Penataan dan Pembinaan Pasar Tradisional Pusat Pembelanjaan dan Toko Modern. Jakarta: Lembaran Negara RI.
Pujianto, A. (2013). Pengaruh Berkembangnya Waralaba Minimarket (Indomaret dan Alfamart) Terhadap Pendapatan Pedagang kecil dan Toko Kelontong di Kec. Terlanai Pura Jambi. Jurnal UNJ, 43-55.
Raharjo, A. (2015, 3 2). Analisis Pengaruh Keberadaan Minimarket Modern Terhadap Kelangsungan Toko Kelontong Di Sekitar. Studi Kasus Kawasan Semarang Barat, pp. 1-6.
Saleh, S. (2017). Analisis Data Kualitatif. Bandung: Pustaka Ramadhan
Sanusi, S., Hardiyanto, W. T., & Bagus, N. (2012). Dampak Keberadaan Mini Market Terhadap Pedagang Kaki Lima Di Sepanjang Jalan MT. Haryono Donoyo Malang. JISIP, 1-4.
Sugiyono. (2013). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.