UPAYA DINAS KESEHATAN KUBU RAYA DALAM MENANGANI STUNTINGMELALUI PROGRAM SELASA JUMAT TERPADU (SALJU TERPADU)
Abstract
Subyek penulisan ini ialah “Upaya Dinas Kesehatan Kubu Raya Dalam Penanganan Stunting Melalui Program Selasa Jumat Terpadu (Salju Terpadu) (Studi Kasus di Puskesmas Sungai Durian Kec Sungai Raya Kab Kubu Raya)â€. Tujuan dari penulisan ini ialah untuk memberikan gambaran mengenai upaya Din Kes Kubu Raya Dalam (Salju Terpadu) dalam menangani stunting. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Metode analisis kualitatif digunakan dalam penulisan ini. Tujuan dari penulisan ini ialah untuk mengetahui bagaimana tantangan seperti stunting dan program salju dapat diatasi untuk menurunkan angka stunting. Adapun upaya penanganan stunting melalui program selasa jumat terpadu memiliki beberapa faktor penyebab dalam penanganannya yaitu prilaku atau gaya hidup masyarakat yang mengabaikan kesehatan baik itu dari pola makan gizi maupun dari kesehatan lingkungan seperti sanitasi yang buruk. Selain itu pelayanan kesehatan untuk program selasa jumat terpadu atau SALJU TERPADU, pelaksanaan program sangat tidak efektif tidak berjalan secara optimal dan kurangnya tenaga kerja puskesmas yang tidak sebanding dengan tugas kerja di wilayah Puskesmas Sungai Durian, hal tersebut yakni salah satu penyebab hambatan dari pelayanan program Selasa Jumat Terpadu. Genetic yakni faktor pengaruhnya tidak lebih besar dari faktor yang lainnya karena tidak memiliki data stunting yang disebabkan oleh fakor genentik.Faktor yang dominan dalam upaya penanganan stunting melalui program SALJU ialah faktor Prilaku dan pelayanan kesehatan.
Â
Kata kunci: Upaya, Stunting dan Program SALJU.       Â
                             Â
Â
References
. 2012. Sistem Kesehatan. Jakarta: PT. Gramedia GrasindoPersada
Allen LH, gillespie SR. 2001. What works? A review of the effecacy and effectiveness of nutrition intervention.ACC/SCN. Nutrition Policy Paper No. 15
Achmadi Dan Fahmi. 2013. Pengantar Ilmu Kesehatan Masyarakat Teori Dan Aplikasi. Jakarta: Gosyen Publishinng
Anung. 2015. Kesehatan dalam Kerangka Sustainable Development Goals (SDGs). Rakorpop Kementeran Kesehatan RI 24.
Dapertemen Pendidikan Nasional. 2008. Kamus besar Bahasa Indonesia. Edisi ke-4. Gramedia: Jakarta
Direktorat jendral bina gizi dan kesehatan ibu dan anak. Keputusan mentri kesehatan Jakarta: mentri kesehatan RI;2012
Eliana, Sumati. 2016. Kesehatan Masyarakat.Kementrian Kesehatan Republik Indonesia.
Helmyati. 2020. STUNTING Permasalahan dan Penanganannya. Yogyakarta: Gadjah Mada University Psress.
Herni Johan Dan Ferry Fadzlul R. 2019. Pengantar Ilmu Kesehatan Masyarakat. Yogyakarta: Gosyen Publishing.
Hidayat. 2009. Pengantar Kebutuhan Dasar Manusia: Aplikasi Konsep Dan Proses Keperawatan. Jakarta: Salemba Medika.
Juliansyah, Noor. 2011. Metode Penulisan: Skripsi, Tesis, Disertasi, dan Karya Ilmiah. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.
Kementrian PPN/Bappenas. 2018, November. Pedoman Pelaksanaan. Intervensi Penurunan Stunting Terintegrasi di Kab/Kota. Jakarta: Kementrian Perencanaan dan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan dan Pembangunan Nasional.
Moleong, Lexy. 2013. Metode Penulisan Kualitatif. Bandung: Remaja Rosda Karya.
Narsikhah R. 2012. Faktor resiko kejadian stunting pada balita usia 24-36 bulan di Kec semarang timur. Journal UNDIP
Narwoko & Bagong suyanto. 2011. Sosiologi: Teks Pengantar & Terapan. Jakarta: Kencana Pernada Media Group.
Ngaisyah, R. D. 2016. 'Hubungan riwayat lahir stunting dan BBLR dengan status gizi anak balita usia 1-3 tahun di Potorono, Bantul Yogyakarta', Medika Respati, 11(2), pp. 51-61.
Notoatmodjo dan Soekidjo. 2010. Promosi Kesehatan Teori Dan Aplikasi. Jakarta: Rineka Cipta.
Oktarina, Sudiarti. 2013. Faktor resiko stunting pada balita (24-59). Sumatra.Jurnal gizi dan pangan. 8(3): 175-180.
Putri, Sukandar. 2012. Status Gizi Dan Status Kesehatan Balita DiKec Taman Sirih Kab Bogor. Jurnal Gizi Dan Pangan.
Poerwadarminta.2007. Kamus Umum Bahasa Indonesia. Jakarta: PN Balai Pustaka
Pedoman penulisaan skripsi fisip untan. 2017. Pontianak: universitas tanjungpura.
Sandra, Fikawati. 2017. Gizi Anak Dan Remaja. Depok: Rajawali Pers.
Sihadi, Djaiman SPH. 2011. Faktor Resiko Untuk Mencegah Stunted Berdasarkan Perubahan Status Panjang/Tinggi Badan Anak Usia 6-11 Bulan Keusia 3-4 Tahun. Buletin Penulisan Kesehatan. 28
Sugiyono. 2016. Metode Penulisan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: CV Alfabeta.z
Surayin.2001. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Bandung: Yrama Widya.
Soekanto, Soerjono. 2002. Sosiologi Suatu pengantar. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.
Supariasa, dkk.2002. Penilaian Status Gizi. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC.
Swarjana. 2017. ILMU KESEHATAN MASYARAKAT- Konsep, Strategis Dan Praktik. Yogyakarta: ANDI
Trihono, dkk. 2015. Pendek (stunting) di Indonesia, Masalah dan Solusinya. Badan Penulisan dan pengembangan Kesehatan. Jakarta: 23-37.
Waryana. 2010. Gizi Reproduksi. Yogyakarta: Pustaka Rahima
Welasasih, B. D. dan Wirjatmadi, R. B. 2008.'Beberapa Faktor yang Berhubungan dengan Status Gizi Balita Stunting'. The Indonesian Journal of Public Health, 8(3), pp. 99-104.
WHO (World Health Statistics). 2018. Angka Kematian Ibu Dan Angka Kematian Bayi. World Bank. 2018
Yustianingrum, L. N. dan Adriani, M. 2017. 'Perbedaan Status Gizi dan Penyakit Infeksi pada anak Baduta yang diberi Asi dan Non Asi', pp. 415-423.
Dokumen Pemerintah:
Kemenkes RI (2015) Situasi dan Analisis Gizi, Pusat Data dan Informasi Kementrian Kesehatan RI. Jakarta: Kementrian Kesehatan RI
Peraturan mentri kesehatan republic Indonesia nomor 43 tahun 2019 tentang pusat kesehatan masyarakat. Jakarta: kementrian RI
Peraturan Bupati Kubu Raya Nomor 54 Tahun 2019 Tentang Program Kesehatan Selasa Jumat Terpadudi Kab Kubu Raya Kalimantan Barat
Peraturan Presiden Nomor 18 Tahun 2020 Tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional Tahun 2020-2024 Di Indonesia.
TNP2K. 2017. Kabupatn/Kota Prioritas Untuk Penanganan Anak Kerdil (Stunting).
TNP2K. 2021. Kab/Kota Untuk Intervensi Anak Kerdil (Stunting)
Sumber Skripsi:
Ronny simanulang. 2019. “Kapabilitas Program Asah, Asih Dan Asuh Dalam Penanggulangan Stunting Untuk Mewujudkan Sustainable Development Goalsâ€. Skripsi. Univesitas lampung
Putri Yani. 2020. “Program Penanggulangan Stunting Di Wilayah Kerja Puskesmas Tangkahan Durian Kec Brandan Barat Kab Langkat Tahun 2018â€. Skripsi. Universitas Sumatra Utara
DOI: http://dx.doi.org/10.26418%2Fsociodev.v13i4.4748
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Pemimpin Umum/Penanggung Jawab
Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Tanjungpura
Wakil Pemimpin Umum
Wakil Dekan 1 Bidang Akademik Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Tanjungpura
Dewan Penyunting Kehormatan
Dr.H,Martoyo, MA, Dr.Herlan, M.Si, Dr.Dedi Kusnadi, M.Si, Drs.Sabran Achyar, M.Si, Prof.Dr. Sy. Ibrahim Alqadrie, Prof. Dr. A B Tangdililing, M.A., Prof. Dr. Arkanudin, M.Si, Prof. Dr. Redatin Parwadi, M.A, Dr.Lukman Jafar, M.Si, Drs.Sukamto,M.Si, Dr.Hj.Hardilina,M.Si, Dr.H.Mochtaria M.Noh, M.Si, Dr.Ngusmanto (Scopus ID: 57191224744)
Dewan Penyunting (Editorial Board)
Dr.Ira Patriani, Dr.Rusdiono, M.Si, Dra.Kartika Ningtyas, M.Si, Drs.Asmadi, M.Si, Bima Sujendra, M.Si, Dewi Utami, M.Si, Ully Nuzullian, M.Si, Dr.Hasanah, Dr.Ema Rahmaniah, Dr.Sri Maryuni, M.Si, Dr.Nurfitri Nugrahaningsih, M.Si, Dra.Yulianti, M.Si, Dra.Syarmiati, M.Si, Dr.Pardi, M.Si, Dr.Indah Listyaningrum,M.Si, Viza Juliansyah, S.Sos., M.A.
SOCIODEV,  jurnal Mahasiswa S-1 Ilmu Sosiatri Fisip Untan, https://jurmafis.untan.ac.id/index.php/sociodev
Alamat: Kampus FISIP Untan Jl.Prof.Dr.H.Hadari Nawawi, Pontianak, Kalimantan Barat, IndonesiaÂ

Â
Â


