MASYARAKAT MISKIN DI KELURAHAN SIANTAN TENGAH KECAMATAN PONTIANAK UTARA (Studi Kasus Pada Pemukiman Padat Penduduk Di Daerah Parit Pekong)

Authors

  • DEDY SETIADI NIM. E11109009 fisip

DOI:

https://doi.org/10.26418/sociodev.v4i2.608

Abstract

Pada penelitian ini peneliti meneliti tentang kondisi masyarakat miskin pada pemukiman padat penduduk di daerah Parit Pekong Kelurahan Siantan Tengah Kecamatan Pontianak Utara. Penelitian ini bertujuan: 1) untuk mendiskripsikan kondisi sosial masyarakat, 2) untuk mendiskripsikan kondisi ekonomi masyarakat, 3) untuk mengungkapkan beberapa faktor penyebab kemiskinan yang terjadi pada masyarakat pemukiman padat penduduk di daerah Parit Pekong. Metode pada penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif dengan metode kualitatif. Hasil penelitian yang didapat di lapangan menunjukkan bahwa: 1) Kondisi sosial masyarakat pemukiman daerah Parit Pekong menunjukkan bahwa sebagian besar tempat tinggal penduduk masih dikatakan jauh dari kata layak huni, dan juga dilihat dari tingkat pendidikan masyarakatnya hanya menempuh pendidikan sampai tingkat SD, serta sebagian besar masyarakat sering kali menderita sakit gigi, gizi, diare akibat lingkungan pemukiman yang buruk. 2) Mayoritas mata pencaharian masyarakat pemukiman padat daerah Parit Pekong bekerja sebagai buruh bangunan dan buruh harian lepas dengan pendapatan rata-rata Rp. 30.000 - Rp. 50.000/hari. 3) Kemiskinan di daerah Parit Pekong termasuk kemiskinan: (a) Kemiskinan natural, masyarakat setempat ini menjadi miskin karena tidak memiliki sumber daya yang memadai baik berupa sumber daya manusianya maupun sumber daya alamnya; (b) Kemiskinan Kultural, disebabkan masyarakat setempat terbiasa dengan sifat budaya malas, boros, tidak kreatif, selalu santai, meskipun ada pihak luar yang membantunya; (c) Kemiskinan Struktural, hal ini dapat dilihat dari kurangnya perhatian pemerintah dalam penyediaan sarana dan prasarana yang sangat minim terhadap lingkungan pemukiman daerah Parit Pekong. Sedikit sekali program pengentasan kemiskinan dari pemerintah yang mengalir kepada mereka, struktur sosial tersebut tidak mampu menghubungkan masyarakat dengar sumber-sumber yang tersedia, baik yang disediakan oleh alam, pemerintah maupun masyarakat yang ada disekitarnya. Berdasarkan hasil penelitian, peneliti memberikan saran yaitu hendaknya perlu dilakukan tindakan peningkatan taraf hidup masyarakat setempat dengan cara meminimalisir faktor penyebab terjadinya kemiskinan masyarakat setempat. Sehingga apabila pengentasan kemiskinan dilakukan sesuai dengan pola kemiskinan dan faktor penyebabnya masing-masing, maka upaya tersebut dapat lebih optimal.

Kata-kata kunci: Ekonomi, Kondisi Sosial, Masyarakat Miskin dan Pemukiman Padat

    

Author Biography

  • DEDY SETIADI NIM. E11109009, fisip
        

Downloads

Published

2015-06-15