PERILAKU MENYIMPANG REMAJA DI OBYEK WISATA PANTAI PULAU DATOK KECAMATAN SUKADANA KABUPATEN KAYONG UTARA
Abstract
Keberadaan obyek wisata di Kecamatan Sukadana Kabupaten Kayong Utara khususnya Obyek Wisata Pantai Pulau Datok ini memicu terjadinya perilaku menyimpang yang dilakukan oleh remaja. Mereka menjadikan tempat wisata tersebut sebagai tempat untuk melakukan perilaku menyimpang. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor perilaku menyimpang remaja serta upaya pemerintah dalam mencegah serta mengatasi perilaku menyimpang remaja di Obyek Wisata Pantai Pulau Datok. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif yang menekankan pada makna yang sesuai pada fakta dilapangan. Lokasi penelitian di khususkan pada Obyek Wisata Pantai Pulau Datok Kecamatan Sukadana Kabupaten Kayong Utara. Berdasarkan teori behaviorisme yang dikemukakan oleh Skinner yang menjelaskan bahwa penyimpangan terjadi dikarenakan seluruh perilaku manusia merupakan hasil dari belajar. Belajar artinya ada suatu perubahan perilaku terhadap organisme yang sebagai pengaruh dari lingkungan. Hasil penelitian menunjukan bahwa terjadinya beberapa bentuk perilaku menyimpang yang dilakukan remaja di Obyek Wisata Pantai Pulau Datok, perilaku menyimpang tersebut disebabkan oleh dua faktor yaitu internal dan eksternal. Faktor internal seperti keinginan dalam diri sendiri, ingin mencoba hal baru, pemikiran yang salah, rasa ingin tahu, kurangnya pengendalian diri, perasaan iri, ketidaktahuan tentang pengetahuan dari bahaya penggunaan dalam penyimpangan perilaku. Sedangkan faktor eksternal tersebut seperti pengaruh teman sebaya, keluarga, sekolah, kualitas lingkungan, pengaruh perkembangan zaman, ketersediaan barang serta tempat-tempat untuk melakukan penyimpangan, pengaruh media. Hal ini diperkuat dengan teori behaviorisme bahwa penyimpangan terjadi tidak hanya karena faktor individu itu sendiri melainkan karena pengaruh yang sangat besar dari suatu lingkungan atau proses dari belajar. Banyaknya perilaku menyimpang remaja ini memerlukan perhatian dari pemerintah khususnya dinas terkait dalam mencari solusi mengenai permasalah yang sangat memprihatinkan tersebut, agar obyek wisata yang disalah gunakan oleh remaja menjadi obyek wisata yang semestinya.
Kata-kata kunci : Faktor, Remaja, Perilaku Menyimpang
Downloads
Published
Issue
Section
License
Kebijakan Yang Diusulkan untuk Jurnal yang Menawarkan Akses Terbuka
Penulis yang menerbitkan jurnal ini menyetujui persyaratan berikut:
- Penulis memegang hak cipta dan memberikan hak jurnal untuk publikasi pertama dengan karya yang dilisensikan secara bersamaan di bawah Lisensi Atribusi Creative Commons yang memungkinkan orang lain untuk membagikan karya tersebut dengan pengakuan atas kepenulisan dan publikasi awal karya tersebut dalam jurnal ini.
- Penulis dapat untuk mengadakan pengaturan kontrak tambahan yang terpisah untuk distribusi non-eksklusif dari versi jurnal yang diterbitkan dari karya tersebut (misalnya, mempostingnya ke penyimpanan institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan atas publikasi awalnya di jurnal ini.
- Penulis diizinkan dan didorong untuk memposting karya mereka secara online (misalnya, di repositori institusional atau di situs web mereka) sebelum dan selama proses pengiriman, karena hal itu dapat menghasilkan pertukaran yang produktif, serta lebih awal dan lebih baik kutipan dari karya yang diterbitkan (Lihat Pengaruh Akses Terbuka).
- Penulis memberikan hak akses kepada pengguna dan membagikan artikel ini secara sukarela untuk kepentingan pengembangan ilmu pengetahuan dan bersifat nirlaba < li> Segala sesuatu yang berhubungan dengan isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab saya karena penulis penerbit tidak bertanggung jawab atas sebagian atau seluruh artikel yang disebutkan.
- Artikel ini merupakan hasil asli penelitian dan atau pemikiran, belum pernah dipublikasikan pada sistem publikasi manapun baik cetak maupun voting secara elektronik dan tidak mengandung unsur plagiat