KONFLIK DALAM KELUARGA YANG BERPOLIGINI DI KELURAHAN SIANTAN TENGAH KECAMATAN PONTIANAK UTARA

Authors

  • ANISHA NIM. E1041131021 fisip

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa faktor-faktor penyebab konflik dalam keluarga yang berpoligini dan mendeskripsikan dampak dari terjadinya perkawinan poligini yang dilakukan oleh suami tanpa persetujuan dari istri. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan teori gender sebagai grand theory serta beberapa teori pendukung. Penelitian ini menggunakan analisa secara kualitatif dengan metode deskripstif. Subjek dalam penelitian ini adalah suami yang melakukan poligini serta istri pertama yang dipoligini dan dipilih secara pusrposive. Teori utama yang digunakan dalam penelitian ini yaitu teori gender dari Sugihastuti serta teori pendukung dari Lestari tentang konflik dalam keluarga. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan wawancara mendalam, observasi dan dokumentasi. Data dikumpulkan berdasarkan catatan lapangan dan observasi, kemudian data dikumpulkan menjadi data yang lengkap. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktek poligini di Kelurahan Siantan Tengah dilakukan dengan tidak mengikuti peraturan yang ada, melainkan dilakukan dengan jalan pintas melalui prosedur agama. Faktor penyebab konflik dalam keluarga poligini yang terjadi di Kelurahan Siantan Tengah disebabkan oleh tiga faktor, yaitu faktor ketidakjujuran suami, faktor ketidakadilan dalam pembagian waktu dan ekonomi serta faktor kecemburuan antar sesama istri. Dampak dari sering terjadinya konflik dalam keluarga yang berpoligini menyebabkan retaknya hubungan antara suami dan istri serta berdampak buruk terhadap keharmonisan keluarga. Perempuan yang mengalami ketidakadilan dalam ruang domestik dan publik seringkali tidak memiliki kekuatan untuk melawan, karena perempuan tidak memiliki posisi tawar yang baik dalam hal menentukan apa yang seharusnya dilakukan dan diperoleh.

 

Kata-kata Kunci: Poligini, Konflik, Gender

Published

2018-01-23