PERILAKU PROSOSIAL PENDONOR DARAH DI PALANG MERAH INDONESIA (PMI) KOTA PONTIANAK. KALIMANTAN BARAT

Authors

  • ADIIB HAYAN NIM. E1041131078 fisip

Abstract

Permasalahan sosial yang dihadapi dalam masyarakat pada saat ini adalah masih kurangnya persediaan darah di PMI untuk wilayah kota Pontianak setiap harinya, jumlah pendonor golongan darah lain selain golongan darah O belum mencapai target. Dalam penelitian ini dimaksudkan untuk mengungkapkan faktor-faktor yang mendorong seseorang berperilaku prososial. Teori yang dipakai dalam penelitian ini adalah teori struktural fungsional, Struktur fungsional melihat masyarakat sebagai suatu sistem sosial yang terdiri atas bagian yang saling berkaitan dalam keseimbangan, maka hubungan yang terjadi diantara pendonor dengan PMI serta semua peristiwa yang berkaitan di dalamnya seperti mendonorkan darah dan aktivitas yang lainnya mempunyai fungsinya tersendiri. Berdasarkan teori ini hendaknya terjadi suatu kesadaran diantara pendonor dan pengunjung bahwa betapa pentingnya menjadi pendonor karena berdasarkan ide dan nilai (norma-norma) adalah baik dan untuk mencapai tujuan tertentu. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif, yang bersifat deskriptif. Teknik pengumpulan data, observasi lapangan, wawancara dengan informan, dokumentasi dan analisis data. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa PMI memiliki aturan, tindakan/ kebijakan, sikap PMI terhadap pendonor. Deskripsi menjadi pendonor darah terbagi menjadi dua, alur pendonor dan jam donor darah. Perbandingan pendonor dan pengunjung dipengaruhi oleh aspek kesehatan, berbagi, kerjasama. Faktor-faktor yang mendorong perilaku prososial pendonor adalah kehadiran orang lain, kondisi lingkungan, faktor menolong, faktor yang membutuhkan pertolongan.

 

Kata-kata Kunci : Pendonor, Prososial, PMI

Published

2018-01-23