DAMPAK KEBERADAAN ALFAMART TERHADAP PEDAGANG TRADISIONAL DI PONTIANAK TIMUR

Authors

  • DINI NOVIANTI NIM. E51112076 fisip

Abstract

Pontianak Timur merupakan salah satu Kecamatan yang sedang berkembang di Kota Pontianak. Perkembangan zaman saat ini telah merubah banyak aspek atau pola kehidupan masyarakat, begitu pula dalam hal berbelanja, banyak toko-toko modern bermunculan yang perlahan menggeser keberadaan atau eksitensi pedagang tradisional (pedagang kecil). Penulisan skripsi ini bertujuan untuk mengetahui  bagaimana dampak yang terjadi pada pedagang tradisional atau pedagang kecil akibat perkembangan menjamurnya toko modern, Mengungkapkan Gaya hidup masyarakat yang modern yang mempengaruhi  pola berbelanja sehingga berdampak pada pedagang tradisional atau pedagang kecil dan Menjelaskan strategi pedagang tradisional atau pedagang kecil untuk mengatasi perubahan gaya hidup masyarakat dalam perkembangan pola berbelanja. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan teori interaksi sosial (Disasosiatif) oleh Jhon Lewis Gillin. Hasil penelitian yang didapatkan oleh peneliti yakni 50 % pedagang tradisional (pedagang kecil) menerima keberadaan Alfamart mereka mengaku Adanya Alfamart tidak mengganggu keberlangsungan usaha mereka dan 50% dari Pedagang tradisional (pedagang kecil) mengalami dampak negatif dari berdirinya Alfamart yang berada di sekitar lingkungan usaha mereka kerena  konsumen yang sepi dan omset atau pendapatan yang menurun.Hasil penelitian ini, sama halnya dengan teori interaksi sosial (Disasosiatif) yang dijelaskan oleh Jhon Lewis Gillin, dimana pada proses disasosiatif terdapat proses persaingan dimana para Pedagang kecil melakukan berbagai strategi untuk tetap bisa bertahan dengan menjamurnya toko modern seperti Alfamart.

Kata Kunci: Dampak, Alfamart, Pedagang Tradisional

Published

2018-01-30