PERILAKU BERPACARAN PADA REMAJA Studi Kawasan Objek Wisata Pantai Pulau Datok Desa Sutera Kecamatan Sukadana Kabupaten Kayong Utara
Abstract
Penelitian ini didasari dengan keinginan untuk mengetahui tentang perilaku berpacaran pada remaja di Kawasan Objek Wisata Pantai Pulau Datok Desa Sutera Kecamatan Sukadana KabupatenKayong Utara. Keberadaan Objek Wisata Pantai Pulau Datok Di Desa Sutera mengakibatkan perilaku remaja yang semakin kompleks. Remaja tidak hanya menjadikan Pantai Pulau Datok sebagai tempat bersantai dengan teman–temanya tetapi menjadikannya sebagai tempat untuk berpacaran yang mengarah pada hubungan seksual. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendiskripsikan dan menganalisis bentuk – bentuk, faktor penyebab perilaku berpacaran serta dampaknya terhadap remaja. Metode Penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif yang menghubungkan keberadaan objek wisata Pantai Pulau Datok dengan perilaku berpacaran. Faktor – Faktor penyebab munculnya perilaku berpacaran berdasarkan hasil penelitian diantaranya :Kurangnya Perhatian orang tua, dampak teknologi, lingkungan pantai yang strtegis, rendahnya pendidikan agama. Bentuk – bentuk Perilaku berpacaran seperti kissing, petting, sexsual intercourse. Dampak Perilaku berpacaran bagi remaja seperti :kesehatan remaja, kehamilan yang tidak diinginkan, serta pengucilan oleh masyarakat. Peneliti menggunakan teori Bandura (1998) yang menyatakan bahwa faktor perilaku dan faktor lingkungan dapat berinteraksi secara timbal balik. Hal ini searah dengan perilaku berpacaran remaja disekitar objek wisata Pantai Pulau Datok karena perilaku berpacaran yang mereka lakukakan akibat faktor lingkungan serta pergaulan yang sudah menjadi kebiasaan dan pertimbangan pola perilaku dari remaja – remaja yang mengunjungi kawasan objek wisata Pantai Pulau Datok dengan pasangan atau pacar mereka. Hasil Penelitian membuktikan bahwa terjadinya perilaku berpacaran yang mengarah pada hubungan seksual disebabkan lingkungan pantai yang strategis dan faktor internal dari remaja itu sendiri. Pantauan dan Pengawasan dari pihak yang terkait sangat diperlukan agar berpacaran remaja tersebut dapat dihentikan.
Kata-kata Kunci :Perilaku berpacaran, Kawasan Objek Wisata, Remaja
Published
Issue
Section
License
Kebijakan Yang Diusulkan untuk Jurnal yang Menawarkan Akses Terbuka
Penulis yang menerbitkan jurnal ini menyetujui persyaratan berikut:
- Penulis memegang hak cipta dan memberikan hak jurnal untuk publikasi pertama dengan karya yang dilisensikan secara bersamaan di bawah Lisensi Atribusi Creative Commons yang memungkinkan orang lain untuk membagikan karya tersebut dengan pengakuan atas kepenulisan dan publikasi awal karya tersebut dalam jurnal ini.
- Penulis dapat untuk mengadakan pengaturan kontrak tambahan yang terpisah untuk distribusi non-eksklusif dari versi jurnal yang diterbitkan dari karya tersebut (misalnya, mempostingnya ke penyimpanan institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan atas publikasi awalnya di jurnal ini.
- Penulis diizinkan dan didorong untuk memposting karya mereka secara online (misalnya, di repositori institusional atau di situs web mereka) sebelum dan selama proses pengiriman, karena hal itu dapat menghasilkan pertukaran yang produktif, serta lebih awal dan lebih baik kutipan dari karya yang diterbitkan (Lihat Pengaruh Akses Terbuka).
- Penulis memberikan hak akses kepada pengguna dan membagikan artikel ini secara sukarela untuk kepentingan pengembangan ilmu pengetahuan dan bersifat nirlaba < li> Segala sesuatu yang berhubungan dengan isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab saya karena penulis penerbit tidak bertanggung jawab atas sebagian atau seluruh artikel yang disebutkan.
- Artikel ini merupakan hasil asli penelitian dan atau pemikiran, belum pernah dipublikasikan pada sistem publikasi manapun baik cetak maupun voting secara elektronik dan tidak mengandung unsur plagiat