KONFLIK ANTAR NELAYAN DI DESA JUNGKAT KECAMATAN MEMPAWAH KABUPATEN MEMPAWAH

Authors

  • RIDWAN DESY APRYANTO NIM. E1041131026 fisip

Abstract

Penelitian ini di latar belakangi dengan banyaknya konflik yang terjadi antar nelayan di pesisir Indonesia, salah satunya adalah Desa Jungkat . Adapun yang menjadi masalah pokok dalam penelitian ini adalah bagaimana interaksi antar nelayan modern dan nelayan tradisional dalam kehidupan sehari-hari setelah  konflik yang terjadi antar nelayan di desa Jungkat Kecamatan Siantan Kabupaten Mempawah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor penyebab terjadinya konflik antara nelayan tradisional dan nelayan modern Desa Jungkat Kecamatan Siantan Kabupaten Mempawah. Metode penelitian yang di gunakan kualitatif dengan jenis deskriptif dan menggunakan teori konflik kelas Karl Marx.  Pengumpulan data di lakukan dengan metode observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa yang menjadi faktor konflik yang terjadi antar nelayan di Desa Jungkat adalah perebutan wilayah tangkap antar dan perbedaan alat tangkap yang digunakan nelayan tradisional, dan nelayan modern, teknologi modern yang digunakan nelayan modern untuk menjapat hasil yang lebih banyak, dan sering terjadinya konflik verbal antar nelayan tradisional terhadap nelayan modern. Musyawarah telah sering dilakukan untuk menyelesaikan konflik namun musyawarah tersebut tidak mendapatkan hasil dan konflik antar nelayan masih terjadi.

 

Kata-kata Kunci: Konflik Kelas, Nelayan

Published

2018-04-08