GAYA HIDUP MAHASISWA (STUDI PADA MAHASISWA BIDIKMISI FISIP UNTAN)

Authors

  • FITRI YANTI NIM. E5111016 fisip

Abstract

Penelitian ini membahas tentang gaya hidup mahasiswa yang menerima bantuan beasiswa pendidikan miskin berprestasi (bidikmisi). Bantuan ini bertujan untuk membantu masyarakat miskin memperoleh pendidikan yang sama sampai pada jenjang perguruan tinggi. Hidup dengan segala keterbatasan, sehingga harapannya bantuan ini dapat meningkatkan kualitas pendidikan mereka. Selain daripada itu, pemerintah berharap dengan adanya program bantuan ini, pendidikan dari segi kualitas dan kuantitas di Indonesia dapat membaik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gaya hidup mahasiswa penerima beasiswa bidikmisi setelah menerima beasiswa, menggambarkan kebutuhan tambahannya dan menganalisis faktor penyebab perubahan gaya hidup mahasiswa penerima beasiswa bidikmisi. Adapun metode penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif yang mana lokasi penelitian di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Tanjungpura. Hasil penelitian ini diketahui bahwa biaya hidup yang di terima oleh mahasiswa bidikmisi ini, tidak sepenuhnya digunakan untuk keperluan kuliah. Hal ini terindikasikan dengan kepemilikan barang-barang mewah pada sebagian penerima beasiswa bidikmisi. Selain itu terdapat kebutuhan tambahan di luar keperluan kuliah yang lebih didahulukan oleh penerima. Faktor yang mempengaruhi gaya hidup konsumtif ini yaitu internal: sikap, pengalaman dan pengamatan. Sedangkan faktor eksternal yaitu: lingkungan tempat tinggal dan pergaulan. Teori yang digunakan untuk menganalisis ini adalah yang diungkapkan oleh Sumartono (2002), gaya hidup konsumtif adalah suatu perilaku yang di tandai oleh adanya kehidupan mewah dan berlebihan. Prilaku mahasiswa bidikmisi yang tidak mengalokasikan bantuan secara maksimal untuk kepentingan kuliah melainkan hanya untuk memenuhi hasrat dan cenderung memiliki berlebihan sejalan dengan ungkapan dari Sumartono. Hal ini membuat ketergantungan terhadap biaya hidup yang diberikan. Sehingga tidak menimbulkan motivasi untuk membangun kemandirian. Harapan pemerintah memberikan beasiswa untuk menaikkan kualitas pendidikan masyarakat miskin ini pun, berdampak pada perubahan gaya hidup mereka.

 

Kata-Kata Kunci : Gaya Hidup, Mahasiswa, Penerima Beasiswa

Published

2022-03-30