GAYA HIDUP MAHASISWA (STUDI PADA MAHASISWA BIDIKMISI FISIP UNTAN)
Abstract
Penelitian ini membahas tentang gaya hidup mahasiswa yang menerima bantuan beasiswa pendidikan miskin berprestasi (bidikmisi). Bantuan ini bertujan untuk membantu masyarakat miskin memperoleh pendidikan yang sama sampai pada jenjang perguruan tinggi. Hidup dengan segala keterbatasan, sehingga harapannya bantuan ini dapat meningkatkan kualitas pendidikan mereka. Selain daripada itu, pemerintah berharap dengan adanya program bantuan ini, pendidikan dari segi kualitas dan kuantitas di Indonesia dapat membaik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gaya hidup mahasiswa penerima beasiswa bidikmisi setelah menerima beasiswa, menggambarkan kebutuhan tambahannya dan menganalisis faktor penyebab perubahan gaya hidup mahasiswa penerima beasiswa bidikmisi. Adapun metode penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif yang mana lokasi penelitian di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Tanjungpura. Hasil penelitian ini diketahui bahwa biaya hidup yang di terima oleh mahasiswa bidikmisi ini, tidak sepenuhnya digunakan untuk keperluan kuliah. Hal ini terindikasikan dengan kepemilikan barang-barang mewah pada sebagian penerima beasiswa bidikmisi. Selain itu terdapat kebutuhan tambahan di luar keperluan kuliah yang lebih didahulukan oleh penerima. Faktor yang mempengaruhi gaya hidup konsumtif ini yaitu internal: sikap, pengalaman dan pengamatan. Sedangkan faktor eksternal yaitu: lingkungan tempat tinggal dan pergaulan. Teori yang digunakan untuk menganalisis ini adalah yang diungkapkan oleh Sumartono (2002), gaya hidup konsumtif adalah suatu perilaku yang di tandai oleh adanya kehidupan mewah dan berlebihan. Prilaku mahasiswa bidikmisi yang tidak mengalokasikan bantuan secara maksimal untuk kepentingan kuliah melainkan hanya untuk memenuhi hasrat dan cenderung memiliki berlebihan sejalan dengan ungkapan dari Sumartono. Hal ini membuat ketergantungan terhadap biaya hidup yang diberikan. Sehingga tidak menimbulkan motivasi untuk membangun kemandirian. Harapan pemerintah memberikan beasiswa untuk menaikkan kualitas pendidikan masyarakat miskin ini pun, berdampak pada perubahan gaya hidup mereka.
Kata-Kata Kunci : Gaya Hidup, Mahasiswa, Penerima Beasiswa
Published
Issue
Section
License
Kebijakan Yang Diusulkan untuk Jurnal yang Menawarkan Akses Terbuka
Penulis yang menerbitkan jurnal ini menyetujui persyaratan berikut:
- Penulis memegang hak cipta dan memberikan hak jurnal untuk publikasi pertama dengan karya yang dilisensikan secara bersamaan di bawah Lisensi Atribusi Creative Commons yang memungkinkan orang lain untuk membagikan karya tersebut dengan pengakuan atas kepenulisan dan publikasi awal karya tersebut dalam jurnal ini.
- Penulis dapat untuk mengadakan pengaturan kontrak tambahan yang terpisah untuk distribusi non-eksklusif dari versi jurnal yang diterbitkan dari karya tersebut (misalnya, mempostingnya ke penyimpanan institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan atas publikasi awalnya di jurnal ini.
- Penulis diizinkan dan didorong untuk memposting karya mereka secara online (misalnya, di repositori institusional atau di situs web mereka) sebelum dan selama proses pengiriman, karena hal itu dapat menghasilkan pertukaran yang produktif, serta lebih awal dan lebih baik kutipan dari karya yang diterbitkan (Lihat Pengaruh Akses Terbuka).
- Penulis memberikan hak akses kepada pengguna dan membagikan artikel ini secara sukarela untuk kepentingan pengembangan ilmu pengetahuan dan bersifat nirlaba < li> Segala sesuatu yang berhubungan dengan isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab saya karena penulis penerbit tidak bertanggung jawab atas sebagian atau seluruh artikel yang disebutkan.
- Artikel ini merupakan hasil asli penelitian dan atau pemikiran, belum pernah dipublikasikan pada sistem publikasi manapun baik cetak maupun voting secara elektronik dan tidak mengandung unsur plagiat