POLA INTERAKSI SOSIAL MASYARAKAT PERBATASAN (Studi Petani Lada di Desa Temajuk, Kecamatan Paloh Kabupaten Sambas)

Authors

  • MASRI NIM. E51112047 fisip

Abstract

Penelitian bertujuan untuk menjelaskan pola interaksi sosial masyarakat perbatasa. Adapun yang di bahas dalam penelitian ini adalah bentuk interaksi sosial antar petani lada di desa Temajuk. Penduduk desa Temajuk sebagian besar bekerja sebagai petani lada, hal ini dikarenakan kondisi geografis wilayah desa sebagian bear berupa perbukitan. Lada menjadi komoditas unggulan masyarakat sejak tahun 1980. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif karena bermaksud untuk memperoleh pemahaman dari interaksi sosial. Di dalam penelitian ini menggunakan teori interaksi sosial dari Gillin dan Gillin. Hasil penelitian dilapangan menunjukkan bahwa interaksi sosial sosial yang terjadi antar petani lada di desa Temajuk bersifat Disasosiatif, yakni persaingan. Adapun struktur sosial yang terjadi antar petani lada berada di level bawah. Hal ini dapat dilihat hubungannya dengan pengepul lada dipusat pemerintahan kecamatan. Hasil penelitian ini sama halnya dengan teori bentuk interaksi sosial disasosiatif, yani persaingan. Persaingan yaitu suatu proses sosial dimana orang-perorangan atau kelompo-kelompok manusia yang bersaing, mencari keuntungan melalui bidang-bidang kehidupan yang ada pda suatu masa tertentu menjadi pusat perhatian publik. Tingginya kebutuhan kehidupan diwilayah perbatasan menghambat interaksi sosial anatar petani lada di Desa Temajuk.

 

Kata-kata Kunci: Masyarakat Perbatasan, Petani Lada, Interaksi Sosial, Disasosiatif

Published

2018-08-13