PERUBAHAN PEMAKNAAN TRADISI BERLADANG PADA MASYARAKAT DAYAK SETELAH MASUKNYA PERKEBUNAN KELAPA SAWIT DI KECAMATAN SIMPANG HULU KABUPATEN KETAPANG
Abstract
Penulisan skripsi ini dimaksudkan untuk memberikan pemahaman mengenai perubahan pemaknaan tradisi berladang pada masyarakat Dayak di Kecamatan Simpang Hulu Kabupaten Ketapang. Fenomena ini cukup menarik untuk dikaji secara mendalam, melihat Kecamatan Simpang Hulu merupakan daerah yang mayoritas penduduknya beretnis Dayak, yang sebagian besar penduduknya bertani dengan cara berladang. Terlebih lagi daerah ini baru saja dimasuki perkebunan kelapa sawit. Berladang merupakan suatu sistem bertani tradisional yang dilakukan secara turun-temurun, oleh masyarakat Dayak Simpangk yang sudah berjalan dari puluhan tahun yang lalu. Untuk itu aktivitas berladang merupakan sesuatu yang sangat bermakna baik dalam memenuhi kebutuhan hidup maupun dalam segi kebudayaan, sehingga berladang dapat dikatakan sebagai salah satu identitas masyarkat Dayak pada umumnya serta Dayak Simpangk khususnya. Namun setelah masuknya perusahaan perkebunan kelapa sawit menyebabkan makna berladang berubah bagi masyarakat Dayak Simpangk. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan analisis deskriptif, pengumpulan data dengan cara observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini yaitu terjadinya perubahan pemaknaan tradisi berladang pada masyarakat Dayak di Kecamatan Simpang Hulu setelah masuknya perkebunan kelapa sawit. Perubahan pemaknaan berladang ini mengarah kepada berubahnya tradisi-tradisi dan kebiasaan berladang pada masyarakat Dayak Simpangk, perubahan presepsi masyarkat mengenai kegiatan berladang dan perkebunan kelapa sawit, perubahan struktur sosial masyarkat, serta konflik sosial didalam masyarakat. Saran dari penelitian ini diharapkan kepada Dewan Adat Dayak untuk mengarahkan masyarakat untuk tidak menjual habis lahan adat ataupun lahan pribadi, sehingga masyarakat masih memiliki cadangan lahan untuk tetap melaksanakan aktivitas berladang dan melestarikan tradisi-tradisi serta kebudayaan didalamnya. Selain itu juga dalam penelitian ini diharapkan kepada perusahaan untuk bersikap adil kepada masyarakat, memberdayakan masyarakat, pengelolaan sawit yang berkelanjutan sehingga mengurangi resiko kerusakan lingkungan.
Kata kunci: Perubahan pemaknaan tradisi, Berladang, Dayak Simpangk, dan Perkebunan Kelapa Sawit
Published
Issue
Section
License
Kebijakan Yang Diusulkan untuk Jurnal yang Menawarkan Akses Terbuka
Penulis yang menerbitkan jurnal ini menyetujui persyaratan berikut:
- Penulis memegang hak cipta dan memberikan hak jurnal untuk publikasi pertama dengan karya yang dilisensikan secara bersamaan di bawah Lisensi Atribusi Creative Commons yang memungkinkan orang lain untuk membagikan karya tersebut dengan pengakuan atas kepenulisan dan publikasi awal karya tersebut dalam jurnal ini.
- Penulis dapat untuk mengadakan pengaturan kontrak tambahan yang terpisah untuk distribusi non-eksklusif dari versi jurnal yang diterbitkan dari karya tersebut (misalnya, mempostingnya ke penyimpanan institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan atas publikasi awalnya di jurnal ini.
- Penulis diizinkan dan didorong untuk memposting karya mereka secara online (misalnya, di repositori institusional atau di situs web mereka) sebelum dan selama proses pengiriman, karena hal itu dapat menghasilkan pertukaran yang produktif, serta lebih awal dan lebih baik kutipan dari karya yang diterbitkan (Lihat Pengaruh Akses Terbuka).
- Penulis memberikan hak akses kepada pengguna dan membagikan artikel ini secara sukarela untuk kepentingan pengembangan ilmu pengetahuan dan bersifat nirlaba < li> Segala sesuatu yang berhubungan dengan isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab saya karena penulis penerbit tidak bertanggung jawab atas sebagian atau seluruh artikel yang disebutkan.
- Artikel ini merupakan hasil asli penelitian dan atau pemikiran, belum pernah dipublikasikan pada sistem publikasi manapun baik cetak maupun voting secara elektronik dan tidak mengandung unsur plagiat