Peran Media Sosial Dalam Pembentukkan Jati Diri Remaja Di Kota Pontianak Kelurahan Bansir Darat Kecamatan Pontianak Tenggara (Studi Kasus SMA Muhammadiyah 1)
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk (1) Mendeskripsikan bagaimana media sosial mampu mempen-garuhi proses pembentukkan jati diri terhadap remaja di SMA Muhammadiyah 1 Kota Pontianak. (2) Mendeskripsikan dampak penggunaan media sosial pada remaja di SMA Muhammadiyah 1 Kota Pontianak. Penelitian ini menggunakan metodologi deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian ini adalah Para Remaja Yang Bersekolah di SMA Muhammadiyah dengan rentang usia 14-17 tahun. Ada tiga teknik pengumpulan data yang dipergunakan dalam penelitian ini yaitu: observasi, wawancara terstruktur, pengumpulan data berupa dokumen dan dokumentasi. Dalam menganalisis data yang terkumpul, penulis menggunakan analisis deskriptif kualitatif. Hasil Penelitian ini menunjukkan bahwa dengan adanya media sosial dapat mempengaruhi proses perkembangan dalam pembentukkan jati diri terhadap remaja di SMA Muhammadiyah 1 Kota Pontianak dengan adanya kehadiran media sosial dapat mempengaruhi terjadinya krisis akan diri sendiri yang di akibatkan tidak adanya prinsip tegas dalam diri untuk bisa membedakan mana hal yang seharusnya diikuti dan hal mana yang tidak, sehingga perilaku yang di tampilkan pada linimasa media sosial akan terlihat berbeda dengan perilaku yang mereka tunjukkan di kehidupan nyata mereka dan media sosial kerap kali menjadi pengaruh di dalamnya. Hal ini dikarenakan pengenalan akan dirinya sendiri sudah kuat dan dilatih melalui kebiasaan-kebiasaan maupun pengambilan sikap yang berupa peraturan untuk diri sendiri yang diterapkan melalui kehidupan sehari-hari yang tidak semua orang mampu menetapkan sebuah komitmen pada peran-peran yang dijalaninya. Adapun teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori simulacra jean baudrillard. Sebagaimana teori ini menjelaskan bahwa media sosial bersifat semu atau di dalam media sosial tidak berbentuk realitas yang sesungguhnya dikarenakan apa yang ada di media sosial itu berbentuk konten atau dibuat buat sehingga tidak ada kejelasan sehingga apa yang kita lihat di media sosial seringkali tidak benar-benar terjadi seperti aslinya. Sehingga penelitian ini diharapkan dapat menjadi rekomendasi bagi pihak yang sesuai dengan permasalahan penelitian ini.
Kata Kunci : Remaja, Jati Diri, Simularca, Media Sosial.
Published
Issue
Section
License
Kebijakan Yang Diusulkan untuk Jurnal yang Menawarkan Akses Terbuka
Penulis yang menerbitkan jurnal ini menyetujui persyaratan berikut:
- Penulis memegang hak cipta dan memberikan hak jurnal untuk publikasi pertama dengan karya yang dilisensikan secara bersamaan di bawah Lisensi Atribusi Creative Commons yang memungkinkan orang lain untuk membagikan karya tersebut dengan pengakuan atas kepenulisan dan publikasi awal karya tersebut dalam jurnal ini.
- Penulis dapat untuk mengadakan pengaturan kontrak tambahan yang terpisah untuk distribusi non-eksklusif dari versi jurnal yang diterbitkan dari karya tersebut (misalnya, mempostingnya ke penyimpanan institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan atas publikasi awalnya di jurnal ini.
- Penulis diizinkan dan didorong untuk memposting karya mereka secara online (misalnya, di repositori institusional atau di situs web mereka) sebelum dan selama proses pengiriman, karena hal itu dapat menghasilkan pertukaran yang produktif, serta lebih awal dan lebih baik kutipan dari karya yang diterbitkan (Lihat Pengaruh Akses Terbuka).
- Penulis memberikan hak akses kepada pengguna dan membagikan artikel ini secara sukarela untuk kepentingan pengembangan ilmu pengetahuan dan bersifat nirlaba < li> Segala sesuatu yang berhubungan dengan isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab saya karena penulis penerbit tidak bertanggung jawab atas sebagian atau seluruh artikel yang disebutkan.
- Artikel ini merupakan hasil asli penelitian dan atau pemikiran, belum pernah dipublikasikan pada sistem publikasi manapun baik cetak maupun voting secara elektronik dan tidak mengandung unsur plagiat