POLA INTERAKSI DALAM PROSES PENDIDIKKAN TERHADAP ANAK DENGAN PENYANDANG DOWN SYNDROME Studi Kasus Di Sekolah Luar Biasa (SLB-C) Dharma Asih Pontianak
Abstract
Penulisan skripsi ini bertujuan untuk mendeskripsikan pola interaksi dalam proses pendidikan anak down syndrome. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Subyek dalam penelitian ini yakni kepala sekolah berserta guru-guru yang mengajar di Sekolah Luar Biasa (SLB-C) Dharma Asih Pontianak. dari hasil penelitian yang telah di lakukan di dapatkan bahwa pola interaksi dalam pendidikan anak dengan penyandang down syndrome sangat sulit untuk berinteraksi dengan guru maupun dengan sesama teman di sekitar lingkungan sekolahan. Down syndrome merupakan kelainan genetic yang menjadi penyebab penderita memiliki tingkat kecerdasan yang rendah dan memiliki kelainan fisik yang memiliki ciri khas. Anak down syndrome sangat sulit untuk berinteraksi dengan sesama maupun dengan yang lainnya. Dari hasi penelitian anak down syndrome memang sangat sulit untuk berkomunikasi dan tidak mudah menangkap apa yang di sampaikan guru saat mengajar. Dalam melihat pola interaksi dalam pendidikan anak dengan penyandang down syndrome di Sekolah Luar Biasa (SLB-C) Dharma Asih Pontianak peneliti menggunakan teori yaitu, teori interaksi sosial dalam pemikiran Gillin dan Gillin merupakan proses asosiatif dan proses disasosiatif. Proses asosiatif merupakan sebuah proses yang terjadi saling pengertian dan kerja sama timbal balik antara orang per orang atau kelompok satu dengan lainnya, jikalau proses disasosiatif merupakan proses perlawanan (oposisi) yang dilakukan oleh individu-individu dan kelompok dalam proses sosial di antara mereka pada suatu masyarakat.
Kata kunci: Down Syndrome, Pola Interaksi, Interaksi Sosial
Published
Issue
Section
License
Kebijakan Yang Diusulkan untuk Jurnal yang Menawarkan Akses Terbuka
Penulis yang menerbitkan jurnal ini menyetujui persyaratan berikut:
- Penulis memegang hak cipta dan memberikan hak jurnal untuk publikasi pertama dengan karya yang dilisensikan secara bersamaan di bawah Lisensi Atribusi Creative Commons yang memungkinkan orang lain untuk membagikan karya tersebut dengan pengakuan atas kepenulisan dan publikasi awal karya tersebut dalam jurnal ini.
- Penulis dapat untuk mengadakan pengaturan kontrak tambahan yang terpisah untuk distribusi non-eksklusif dari versi jurnal yang diterbitkan dari karya tersebut (misalnya, mempostingnya ke penyimpanan institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan atas publikasi awalnya di jurnal ini.
- Penulis diizinkan dan didorong untuk memposting karya mereka secara online (misalnya, di repositori institusional atau di situs web mereka) sebelum dan selama proses pengiriman, karena hal itu dapat menghasilkan pertukaran yang produktif, serta lebih awal dan lebih baik kutipan dari karya yang diterbitkan (Lihat Pengaruh Akses Terbuka).
- Penulis memberikan hak akses kepada pengguna dan membagikan artikel ini secara sukarela untuk kepentingan pengembangan ilmu pengetahuan dan bersifat nirlaba < li> Segala sesuatu yang berhubungan dengan isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab saya karena penulis penerbit tidak bertanggung jawab atas sebagian atau seluruh artikel yang disebutkan.
- Artikel ini merupakan hasil asli penelitian dan atau pemikiran, belum pernah dipublikasikan pada sistem publikasi manapun baik cetak maupun voting secara elektronik dan tidak mengandung unsur plagiat