KONDISI SOSIAL EKONOMI PETANI KARET DI MASA PANDEMI COVID-19 DI DESA RAWAK HULU DUSUN SELINTAH KECAMATAN SEKADAU HULU

Authors

  • RIZKI JOHENDRIANNTO PUTRA Program Studi Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Tanjungpura
  • Hasanah Hasanah Tanjungpura University image/svg+xml
  • Pabali Musa Tanjungpura University image/svg+xml

Abstract

Rizki Johedrianto Putra: Kondisi Sosial Ekonomi Petani Karet Di Masa Pandemi Covid-19 Di Desa Rawak Hulu Dusun Selintah Kecamatan Sekadau Hulu Kabupaten Sekadau.Skripsi Program Studi Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Tanjungpura Pontianak 2022.

 

Kemiskinan dapat dilihat sebagai akibat dari keterbatasan keluarga. Masyarakat terbatas mendapat pendidikan, keterampilan serta tidak memiliki keahlian kerja mengakibatkan masyarakat tidak mampu bersaing untuk mendapatkan pekerjaan menetap yang mampu meningkatkan penghasilan, akhirnya sebagai salah satu alternatif pemecahan masalah tersebut mendorong masyarakat untuk bekerja di sektor informal yaitu sebagai petani karet. Usahatani karet merupakan mata pencaharian utama masyarakat yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Pada kenyataan, usahatani karet tidak memberi kontribusi besar dalam mengatasi masalah perekonomian keluarga petani dimasa pandemi COVID-19 saat ini karena pohon karet telah tua dan pendapatan pun menurun, hal ini menyebabkan kualitas getah karet buruk, akhirnya harga karet menurun. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif yang bertujuan untuk mendeskripsikan fenomena dan fakta yang diteliti yaitu Kondisi Sosial Ekonomi Petani Karet Dimasa Pandemi COVID-19 di Dusun Selintah Kecamatan Sekadau Hulu Kabupaten Sekadau Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kondisi sosial ekonomi para keluarga petani karet dimasa pandemi COVID-19 di Dusun Selintah Kecamatan Sekadau Hulu Kabupaten Sekadau dapat dilihat dari pendapatan, pendidikan, tempat tinggal, kesehatan dan interaksi sosial. Petani karet Dusun Selintah memanfaatkan lahan perkebunan dan membuka usaha untuk menambah penghasilan, hingga saat ini usaha-usaha tersebut mampu memenuhi kebutuhan dan mempertahankan kesejahteraan hidup keluarga dimasa pandemi COVID-19.

 

 

Kata Kunci: Petani Karet di Masa Pandemi COVID-19.

References

Anwar, Chairil. 2006. Perkembangan Pasar dan Prospek Agribisnis Karet.

Indonesia: Medan

Arikunto,Suharsimi, 2002. Prosedur Penelitian, Suatu Pendekatan Praktek.

Jakarta: PT. Rineka Cipta.

Bungin, Burhan. 2011. Metodologi Penelitian Kualitatif ,Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.

Damarjati, 2011. Prospektif Harga Haret Alam. Jakarta: peragi

Daniel, M. 2004. Pengantar Ekonomi pertanian. Jakarta: PT. Bumi Aksara.

Didit, Heru Setiawan., dan Agus Andoko. 2005. Petunjuk Lengkap Budidaya Karet,

Jakarta.PT. Agromedia Pustaka.

Firdaus, 2009. Manajemen Agribisnis. Jakarta. PT. Gramedia.

Maryaeni. 2005. Metode Penelitian Kuantitatif. Jakarta: PT. Bumi Aksara. Moleong, Lexy J. 2007. MetodelogiPenelitian Kuantitatif.Edisi Revisi.Bandung:

PT Remaja Rosdakarya.

--------. 2011. Metodelogi Penelitian Kualitatif.Bandung:PT.Remaja Rosadakarya. Nasution, Mustafa Edwin.1996. Pengenalan Eklusif Ekonomi. Jakarta: Kencana

Prenada Group.

Pane, AA. 2011. Prospektif Harga Karet. Jakarta: Peragi.

Priyanto,Ichwan.2013.Efektivitas PemupukanTanaman Karet.Jakarta:Gramedia. Soekanto.2009.Sosiologi KeluargaTentangIkhwal Keluaraga,Remaja, dan Anak. Jakarta: PT Rineka Cipta.

Sukandarrumidi. 2002. Metode Penelitian. Yogyakarta:GadjahMada University Press.

Sugiyono. 2013. Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif. Bandung: Alfabeta.

Published

2023-12-30