GAYA HIDUP KOMUNITAS FICTION LAND PENGGEMAR BUDAYA KOREA DI KOTA PONTIANAK

Authors

  • Viktor Rianus Rapito Program Studi Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Tanjungpura Pontianak
  • Agus Sikwan Tanjungpura University image/svg+xml
  • Agus yuliono Tanjungpura University image/svg+xml

Abstract

Penelitian ini mengangkat judul tentang Gaya Hidup Komunitas Fiction Land Penggemar Budaya Korea di Kota Pontianak, rumusan masalah penelitian bagaimana bentuk perilaku gaya hidup anggota komunitas Fiction Land di Kota Pontianak yang tergabung dalam komunitas penggemar K-pop? Metode dalam penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif, teknik pengumpulan data yang dilakukan ada dua jenis yang pertama data primer yang terdiri dari metode wawancara, observasi, dan dokumentasi, yang kedua menggunakan data sekunder menggunakan studi kepustakaan. Teori yang digunakan untuk menganalisis penelitian adalah Teori Gaya Hidup yang dikemukakan oleh Max Weber, tujuan penelitian ini untuk mengetahui bentuk dan pengekspresian beserta faktor yang mempengaruhi gaya hidup komunitas Fiction Land. Hasil penelitian ini membuktikan bahwa gaya hidup komunitas Fiction Land terbentuk tidak berdasarkan atas kelas sosial, baik kelas sosial bawah, menengah maupun atas. Para anggota komunitas Fiction Land yang berasal dari berbagai kelas sosial yang berbeda ternyata penampilan gaya hidup yang diekspresikan hampir sama. Bahkan bagi peneliti sangat sulit untuk membedakan kondisi kelas sosial para anggota komunitas Fiction Land. terbentuknya komunitas Fiction Land bukan berdasarkan kelas sosial tertentu melainkan terbentuk melalui adanya kesamaan sebagai penggemar budaya K-pop. Gaya hidup yang ada pada komunitas Fiction Land termasuk bentuk gaya hidup modern artinya gaya hidup komunitas Fiction Land dibentuk dari proses imitasi berbagai budaya modern yang ada pada negara Korea, lalu diinterpretasikan, dan di internalisasi dalam perilaku kehidupan sehari-hari. Perilaku menirukan idola K-pop yang digemari maupun mengoleksi produk-produk terkait K-pop menujukan identitas gaya hidup komunitas Fiction Land. Sekaligus menjadi pembeda dengan identitas penggemar budaya K-pop yang lainnya.

Kata Kunci: Gaya Hidup; Identitas Kelas Sosial; dan Perilaku Imitasi.

References

Chaney, David. (2009). Lifestyles: Sebuah Pengantar Komprehensif. (Nuraeni, Penerjemah). Yogyakarta: Jalasutra.

Damsar, 2016. Pengantar Sosiologi Ekonomi. Jakarta: Pernadamedia Group.

Ibrahim, Idi S. 2004. Lifestyle Ectasy: Kebudayaan Pop Dalam Masyarakat Komoditas Indonesia. Yogyakarta: Jalasutra.

Moleong, Lexy J. 2006. Metode Penelitian Kualitatif. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Sugiyono. 2009. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Sugiyono. 2011. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, Dan R&D. Bandung: Alfabeta

Sugiyono. 2012. Memahami penelitian kualitatif. Bandung: Alfabeta

Artikel Jurnal Online:

Eun Mee, K., dan Jiwon. 2007. South Korean Culture Goes

Global: K-pop and The Korean Wave. Korean Social Science Journal, 34(1): 1-2. Diakses pada 20 Mei 2021 dari http://www.kossrec.org

Putri., Dudiaman., dan Saipiatuddin. 2021. Perilaku konformitas sosial remaja terhadap music k-pop sebagai bentuk identitas sosial unit kegiatan mahasiswa hallyu up! Edutainmet bandung. Diakses pada 11 Mei 2021 dari http://journal.unj.ac.id./unj/indeks.php/eips/article/view/19792/10360

Ramadhiane., dan Selma Nurliesya. 2013. Perubahan Identitas Diri dan Gaya Hidup di Kalangan Komunitas ELF Bandung (Studi Fenomenologi Mengenai Perubahan Identitas Diri dan Gaya Hidup di Kalangan Komunitas Penggemar Boyband Super Junior (ELF) Bandung). Diakses pada 19 Mei 2021 dari http://openlibrary.telkomuniversity.ac.id

Internet:

Winarso, 2010. Fenomena K-pop (Online). Diakses pada 21 Mei 2021 dari http://mjeducation.co/fenomena_K-pop

Published

2024-03-30