GAYA HIDUP KOMUNITAS FICTION LAND PENGGEMAR BUDAYA KOREA DI KOTA PONTIANAK
Abstract
Penelitian ini mengangkat judul tentang Gaya Hidup Komunitas Fiction Land Penggemar Budaya Korea di Kota Pontianak, rumusan masalah penelitian bagaimana bentuk perilaku gaya hidup anggota komunitas Fiction Land di Kota Pontianak yang tergabung dalam komunitas penggemar K-pop? Metode dalam penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif, teknik pengumpulan data yang dilakukan ada dua jenis yang pertama data primer yang terdiri dari metode wawancara, observasi, dan dokumentasi, yang kedua menggunakan data sekunder menggunakan studi kepustakaan. Teori yang digunakan untuk menganalisis penelitian adalah Teori Gaya Hidup yang dikemukakan oleh Max Weber, tujuan penelitian ini untuk mengetahui bentuk dan pengekspresian beserta faktor yang mempengaruhi gaya hidup komunitas Fiction Land. Hasil penelitian ini membuktikan bahwa gaya hidup komunitas Fiction Land terbentuk tidak berdasarkan atas kelas sosial, baik kelas sosial bawah, menengah maupun atas. Para anggota komunitas Fiction Land yang berasal dari berbagai kelas sosial yang berbeda ternyata penampilan gaya hidup yang diekspresikan hampir sama. Bahkan bagi peneliti sangat sulit untuk membedakan kondisi kelas sosial para anggota komunitas Fiction Land. terbentuknya komunitas Fiction Land bukan berdasarkan kelas sosial tertentu melainkan terbentuk melalui adanya kesamaan sebagai penggemar budaya K-pop. Gaya hidup yang ada pada komunitas Fiction Land termasuk bentuk gaya hidup modern artinya gaya hidup komunitas Fiction Land dibentuk dari proses imitasi berbagai budaya modern yang ada pada negara Korea, lalu diinterpretasikan, dan di internalisasi dalam perilaku kehidupan sehari-hari. Perilaku menirukan idola K-pop yang digemari maupun mengoleksi produk-produk terkait K-pop menujukan identitas gaya hidup komunitas Fiction Land. Sekaligus menjadi pembeda dengan identitas penggemar budaya K-pop yang lainnya.
Kata Kunci: Gaya Hidup; Identitas Kelas Sosial; dan Perilaku Imitasi.
References
Chaney, David. (2009). Lifestyles: Sebuah Pengantar Komprehensif. (Nuraeni, Penerjemah). Yogyakarta: Jalasutra.
Damsar, 2016. Pengantar Sosiologi Ekonomi. Jakarta: Pernadamedia Group.
Ibrahim, Idi S. 2004. Lifestyle Ectasy: Kebudayaan Pop Dalam Masyarakat Komoditas Indonesia. Yogyakarta: Jalasutra.
Moleong, Lexy J. 2006. Metode Penelitian Kualitatif. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Sugiyono. 2009. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Sugiyono. 2011. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, Dan R&D. Bandung: Alfabeta
Sugiyono. 2012. Memahami penelitian kualitatif. Bandung: Alfabeta
Artikel Jurnal Online:
Eun Mee, K., dan Jiwon. 2007. South Korean Culture Goes
Global: K-pop and The Korean Wave. Korean Social Science Journal, 34(1): 1-2. Diakses pada 20 Mei 2021 dari http://www.kossrec.org
Putri., Dudiaman., dan Saipiatuddin. 2021. Perilaku konformitas sosial remaja terhadap music k-pop sebagai bentuk identitas sosial unit kegiatan mahasiswa hallyu up! Edutainmet bandung. Diakses pada 11 Mei 2021 dari http://journal.unj.ac.id./unj/indeks.php/eips/article/view/19792/10360
Ramadhiane., dan Selma Nurliesya. 2013. Perubahan Identitas Diri dan Gaya Hidup di Kalangan Komunitas ELF Bandung (Studi Fenomenologi Mengenai Perubahan Identitas Diri dan Gaya Hidup di Kalangan Komunitas Penggemar Boyband Super Junior (ELF) Bandung). Diakses pada 19 Mei 2021 dari http://openlibrary.telkomuniversity.ac.id
Internet:
Winarso, 2010. Fenomena K-pop (Online). Diakses pada 21 Mei 2021 dari http://mjeducation.co/fenomena_K-pop
Published
Issue
Section
License
Kebijakan Yang Diusulkan untuk Jurnal yang Menawarkan Akses Terbuka
Penulis yang menerbitkan jurnal ini menyetujui persyaratan berikut:
- Penulis memegang hak cipta dan memberikan hak jurnal untuk publikasi pertama dengan karya yang dilisensikan secara bersamaan di bawah Lisensi Atribusi Creative Commons yang memungkinkan orang lain untuk membagikan karya tersebut dengan pengakuan atas kepenulisan dan publikasi awal karya tersebut dalam jurnal ini.
- Penulis dapat untuk mengadakan pengaturan kontrak tambahan yang terpisah untuk distribusi non-eksklusif dari versi jurnal yang diterbitkan dari karya tersebut (misalnya, mempostingnya ke penyimpanan institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan atas publikasi awalnya di jurnal ini.
- Penulis diizinkan dan didorong untuk memposting karya mereka secara online (misalnya, di repositori institusional atau di situs web mereka) sebelum dan selama proses pengiriman, karena hal itu dapat menghasilkan pertukaran yang produktif, serta lebih awal dan lebih baik kutipan dari karya yang diterbitkan (Lihat Pengaruh Akses Terbuka).
- Penulis memberikan hak akses kepada pengguna dan membagikan artikel ini secara sukarela untuk kepentingan pengembangan ilmu pengetahuan dan bersifat nirlaba < li> Segala sesuatu yang berhubungan dengan isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab saya karena penulis penerbit tidak bertanggung jawab atas sebagian atau seluruh artikel yang disebutkan.
- Artikel ini merupakan hasil asli penelitian dan atau pemikiran, belum pernah dipublikasikan pada sistem publikasi manapun baik cetak maupun voting secara elektronik dan tidak mengandung unsur plagiat