KONSTRUKSI SOSIAL MASYARAKAT TERHADAP TRANSEKSUAL DI KOTA PONTIANAK

Authors

  • Darwin Darwin Program Studi Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Tanjungpura Pontianak
  • Arkanudin Arkanudin Tanjungpura University image/svg+xml
  • Antonia Sasap Abao Tanjungpura University image/svg+xml

Abstract

Penelitian ini dimaksud untuk memberikan gambaran mengenai konstruksi sosial masyarakat terhadap transeksual di Kota Pontianak, Provinsi Kalimantan Barat. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan bentuk konstruksi sosial masyarakat terhadap transeksual di Kota Pontianak. Sebagai alasan fenomena ini menarik untuk di teliti. Jenis penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif, sedangkan teori yang di gunakan teori konstruksi sosial yang merupakan teori sosiologi kontemporer. Teknik pengumpulan data yaitu observasi wawancara dan alat dokumentasi, pengamantan di lapangan dengan observasi dan wawancara memberikan gambaran bagaimana paradigma negatif masyarakat terhadap transeksual di kota pontianak. Berdasarkan data yang di peroleh maka hasil penelitian ini adalah kaum transeksual lebih menunjukan eksistensi diri mereka dengan berbagai kegiatan sosial seperti memberi sumbangan ke panti asushan, kaum dhuafa dan masyarakat kurang mampu serta menjalin keakraban dengan masyarakat  melalui kegiatan sehari-hari seperti membuka usaha menjual makanan, salon dan make up pengantin. Menganalisis dengan cara teknik analisis dengan menganalisis gambaran-gambaran objek penelitian. Kesimpulan penelitian ini adalah bagaimana proses konstruksi sosial masyarakat terhadap transeksual di kota pontianak.

 

 

Kata Kunci : Transeksual, Konstruksi Sosial dan Masyarakat.

References

Andreas.S. (2014), dengan jurnal berjudul “Konstruksi Sosial Waria tentang Diri.(Studi pada waria (wanita-pria) di Surabaya).

Atkinson, Rita L, dkk. (2010). Pengantar Psikologi. Jilid 2. Diterjemahkan oleh : Widjaja Kusuma. Tanggerang : Interkasara Publisher.

Argyo Demartoto. Teori konstruksi sosial dari peter l. Berger dan thomas luckman, http://argyo.staff.uns.ac.id/2013/04/10/teori-konstruksi-sosial-dari-peter-l-berger-dan-thomasluckman/, (Minggu, 24 April 2016, 22:23)

Berger P.L dan Luckmann T. (2012). Tafsir Sosial Atas Kenyataan. Risalah tentang Sosiologi Pengetahuan (Terjemahan). Jakarta : LP3ES

Bimo, Walgito. (2010). Pengantar Psikologi Umum. Yogyakarta: C.V Andi.

Charles R. Ngangi, Konstruksi Sosial Dalam Realitas Sosial, ASE – Volume 7 Nomor 2, Mei 2011: 1 – 4, sulutiptek.com/documents/realitassosial.pdf, (Jumat, 15 April 2016, 19:45)

Haryanta dan Sujatmiko. (20212). Kamus Sosiologi. Surakarta: Aksarra Sinergi Media

Koeswinarno. (1996). Waria dan Penyakit Menular Seksual, Yogyakarta: Pusat Penelitian Kependudukan UGM.

Koeswinarno, (2004). Hidup Sebagai Waria, Yogyakarta: Lkis

Maulida, Afaf. Diskriminasi Internal Pada Komunitas Waria Pekerja Salon di Yogyakarta. (Sosiologi Agama: Jurnal Ilmiah Sosiologi Agama dan Perubahan Sosial : 2016).

Margaret M. Poloma, Sosiologi Kontemporer, (Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2010), 300-301

Moleong, Lexy J. (2011). Metodologi penelitian kualitatif. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Nadia, Zunly. (2005), Waria Laknat Atau Kodrat, Yogyakarta: Pustaka Marwa.

Saebani, Ahmad. 2008. Metode penelitian. Bandung:Pustaka Setia

Sarwono,W, Sarlito.(2012). Pengantar Psikologi Umum. Jakarta:Rajawali Press

Sugiyono.(2010). Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif,dan R&D. Bandung:Alfabeta

Sugiyono, Memahami Penelitian Kualitatif, Bandung: Alfabeta, (2012)

Supratiknya, A. (1995). Mengenal Perilaku Abnormal. Yogyakarta: LKiS Pelangi Aksara.

Shiel, William C.. (2010). Kamus Kedokteran Webster’s New World. Jakarta: PT. Indekshttp://www.mailarchive.com/[email protected]/msg 14167.html

Published

2024-12-30