SOFT MASCULINITY PADA INDUSTRI HIBURAN POP KOREA TERHADAP GENERASI Z
Abstract
Dwi Budiarti (E.1041181021): Soft Masculinity Dalam Industri Hiburan Pop Korea Terhadap Perilaku Masyarakat Generasi Z. Skripsi. Program Studi Sosiologi. Fakultas Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik. Universitas Tanjungpura. Pontianak. 2023.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan fenomena soft masculinity dalam budaya pop Korea, dan menganalisa soft masculinity yang biasa ditampilkan dalam industri hiburan pop Korea terhadap masyarakat generasi Z di Indonesia serta melihat pengaruh dan perkembangan soft masculinity di Indonesia terhadap masyarakat generasi Z. Jenis penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan metode deskriptif. Adapun teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya fenomena soft masculinity yang dibawa melalui budaya industri hiburan pop Korea Selatan. Soft masculinity merupakan laki-laki lembut, berperilaku baik, memakai skincare, memakai make up, dan berpakaian cerah dengan warna-warni feminim. Tidak semua masyarakat Indonesia generasi Z menerima perubahan maskulinitas tersebut. Ada yang masih beranggapan laki-laki berperilaku lembut bukan laki-laki pada umumnya yang ditemui di Indonesia. Ada juga yang secara perlahan menerima soft masculinity. Maskulinitas Indonesia dibentuk oleh budaya dan norma-norma yang diterapkan sejak dini. Keberadaan idol K-pop memberikan banyak perubahan bagi perkembangan maskulinitas di Indonesia, seperti dalam hal berpakaian, gaya rambut, perawatan wajah dan kulit bagi masyarakat generasi Z terutama laki-laki di Indonesia.
Kata Kunci: Soft Masculinity, Industri hiburan Korea, Maskulinitas, Generasi Z
References
Ainslie, M.J. 2017. Korean Soft Mascunity vs Malay Hegemony: Malaysian Masculinity And Hallyu Fandom. Korea Obsever, 3(48), 609-638. Diakses pada tanggal 6 Juni 2022.
Barker, Chris. 2011. Cultural Studsies: Teori & Praktik. Yogyakarta: Kreasi Wacana.
Chaney, David. 2004. Lifestyle Sebuah Pengantar Komprehensif. Yogyakarta: Jalasutra.
Cronn-Mills, K. 2014. Transgender Lives: Complex Stories, Complex Voices. Minneapolis: Twenty-First Century Books.
Databoks.com. 2021. Instagram, Media Sosial Favorit Generasi Z. Diakses 18 September 2022. https://databoks.katadata.co.id/datapublish/2021/05/16/instagram-media-sosial-favorit-generasi-z
Jagad.id. 2020. Pengertian Fashion: Stylist, Secara Umum dan Menurut Para Ahli. Diakses 13 februari 2022. https://jagad.id/pengertian-fashion-stylist-secara-umum-dan-menurut-para-ahli/
Jung, Sun. 2011. Korean Masculinities and Transcultural Consumption: Yonsama, Rain, Oldboy, K-pop idols. Hong Kong: Hong Kong University Press.
Louie, K. 2012. Popular Culture and Masculinity Ideals in East Asia, with Special Reference to China. The Journal of Asian Studies, 71(4), 929-943. Diakses 22 Desember 2021. https://doi.org/10.1017/S0021911812001234
Putri, dkk. 2019. K-Drama dan Penyebaran Korean Wave di Indonesia. Jurnal jurusan Ilmu Komunikasi Fakultas Komunikasi dan Bisnis Universitas Telkom, Bandung. Diakses 9 Mei 2022.
Reynolds, Helen. 2010. Mode dalam sejarah, riasan wajah dan tubuh. Jakarta: Kepustakaan Populer Gramedia.
Shim, D. (2006). Hybridity and the Rise of Korean Popular Culture in Asia. Media, Culture and Society, Vol. 28, pp. 25–44. https://doi. org/10.1177/0163443706059278
Song, K. Y., & Velding, V. 2020. Transnational Masculinity in the Eyes of Local Beholders? Young Americans’ Perception of K-pop Masculinities. The Journal of Men’s Studies, 28(1), 3-21. Diakses 9 Desember 2021 https://doi.org/10.1177/1060826519838869
Syaodih N, Sukmadinata. 2011. Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Published
Issue
Section
License
Kebijakan Yang Diusulkan untuk Jurnal yang Menawarkan Akses Terbuka
Penulis yang menerbitkan jurnal ini menyetujui persyaratan berikut:
- Penulis memegang hak cipta dan memberikan hak jurnal untuk publikasi pertama dengan karya yang dilisensikan secara bersamaan di bawah Lisensi Atribusi Creative Commons yang memungkinkan orang lain untuk membagikan karya tersebut dengan pengakuan atas kepenulisan dan publikasi awal karya tersebut dalam jurnal ini.
- Penulis dapat untuk mengadakan pengaturan kontrak tambahan yang terpisah untuk distribusi non-eksklusif dari versi jurnal yang diterbitkan dari karya tersebut (misalnya, mempostingnya ke penyimpanan institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan atas publikasi awalnya di jurnal ini.
- Penulis diizinkan dan didorong untuk memposting karya mereka secara online (misalnya, di repositori institusional atau di situs web mereka) sebelum dan selama proses pengiriman, karena hal itu dapat menghasilkan pertukaran yang produktif, serta lebih awal dan lebih baik kutipan dari karya yang diterbitkan (Lihat Pengaruh Akses Terbuka).
- Penulis memberikan hak akses kepada pengguna dan membagikan artikel ini secara sukarela untuk kepentingan pengembangan ilmu pengetahuan dan bersifat nirlaba < li> Segala sesuatu yang berhubungan dengan isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab saya karena penulis penerbit tidak bertanggung jawab atas sebagian atau seluruh artikel yang disebutkan.
- Artikel ini merupakan hasil asli penelitian dan atau pemikiran, belum pernah dipublikasikan pada sistem publikasi manapun baik cetak maupun voting secara elektronik dan tidak mengandung unsur plagiat