POLA INTERAKSI SOSIAL TUNARUNGU DENGAN PENGUNJUNG CAFE CABAIS (Studi Kasus Pada Komunitas Bahasa Isyarat Pontianak, Kalimantan Barat)

Authors

  • ALDYSTIA YOSEFHA Program Studi Ilmu Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Tanjungpura Pontianak.
  • Rupita Rupita Tanjungpura University image/svg+xml
  • Antonia Sasap Abao Tanjungpura University image/svg+xml

Abstract

Aldystia Yosefha. Pola Interaksi Tunarungu Lingkungan dengan Pengunjung Cafe CABAIS (studi kasus pada komunitas tunarungu Kalimantan Barat). Skripsi. Program Studi Ilmu Sosiologi. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Tanjungpura. Pontianak. 2023.

Tujuan penulisan ini adalah untuk mendeskripsikan pola kontak antara karyawan Cafe Cabais dengan pengunjung. Kerangka teori penulisan ini adalah teori interaksi simbolik. Dalam penulisan ini digunakan metodologi deskriptif kualitatif dan tipe deskriptif. Untuk mengumpulkan data dalam penulisan ini digunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Kontak sosial yang terjadi dalam kehidupan masyarakat disebut interaksi sosial. berkembangnya kontak sosial jika memenuhi kriteria tertentu, di antaranya komunikasi sosial. Interaksi sosial merupakan pertukaran pesan atau interpretasi antara dua orang atau lebih yang terlibat dalam suatu hubungan. Baik komunikasi verbal maupun nonverbal berlangsung dalam berbagai interaksi di lingkungan. Kebetulan kita berada dalam lingkungan di mana interaksi sosial dimungkinkan karena komunikasi sangat penting dalam bersosialisasi. Ketulian adalah kata yang digunakan untuk menggambarkan orang yang mengalami kesulitan mendengar, sehingga sulit bereaksi terhadap suara-suara di sekitarnya. Akibatnya, penyandang tunarungu berhubungan dengan orang lain melalui sarana nonverbal, termasuk bahasa isyarat. Teman-teman tunarungu mempunyai hambatan dalam perkembangan bahasa karena mereka mengalami kesulitan mendengar dan berbicara. Anak tunarungu yang mengalami gangguan pendengaran juga mempunyai gangguan dalam perkembangan sosioemosionalnya. Karena ketidakmampuannya memahami gagasan dan perasaan orang lain, individu sering kali mengalami emosi yang tidak menyenangkan. Karena dianggap sulit dipahami oleh orang-orang di sekitarnya, perasaan tidak menyenangkan tersebut pada akhirnya menghalangi penyandang tuna rungu untuk berinteraksi. Hal ini tentu saja membuat pengidap tunarungu mengalami kesulitan dalam menjalankan aktifitasnya sehari-hari, merasa tidak percaya diri, susah untuk beradaptasi dengan lingkungan sosial masyarakat, merasa terabaikan, bahkan kesulitan mendapatkan pekerjaan ketika sudah beranjak dewasa karena tidak semua peusahaan atau lapangan pekerjaan mau menerima mereka.

 

Kata Kunci : Interaksi Sosial, Komunikasi, Tunarungu, Bahasa Isyarat

References

Budi Sulistyo dan Soerjono Soekanto. 2014. Sosiologi Suatu Pengantar. Jakarta: PT. Rajagrafindo Persada.

Bungin, Burhan. 2007. Penulisan Kualitatif. Jakarta : Kencana Praneda Media.

Bungin, Burhan. 2006. Sosiologi Komunikasi: Teori, Paradigma dan Diskursus Teknologi Komunikasi di Masyarakat. Jakarta: Media Group.

Canggara, Hafied. 2011. Pengantar ilmu komunikasi. jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.

Chaplin.2011. Kamus Lengkap Psikologi (terjemahan Kartini & Kartono). Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.

Danim, Sudarwan. 2000. Menjadi Penulisan Kualitatif. Bandung: Pustaka Setia.

Goodman, George Ritzer dan Douglas J. 2010. Teori Sosiologi Modern. Jakarta: Kencana.

Moleong, Lexy. 2002. Metodologi Penulisan Kualitatif. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.

Narwoko, J. Dwi dan Suyanto, Bagong (editor). 2010. Sosiologi Teks Pengantar dan Terapan edisi ketiga. Jakarta : Prenada Media Group.

Pureklolon, Thomas P. 2016. Komunikasi Politik : Mempertahankan Integritas Akademisi Politikus dan Negarawan. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka anggota IKAPI.

Sadjaah, Edja. 2005. Pendidikan Bagi Anak Gangguan Pendengaran Dalam Keluarga. Jakarta: Departemen Pendidikan Jakarta.

Soehartono, Irawan.2002. Metode Penulisan Sosial. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.

Somad, Permanarian dan Tati Hernawati. 1995 .Ortopedagogik Anak Tunarungu. Jakarta: Departemen Pendidikan Dan Kebudayaan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Proyek Pendidikan Tenaga Guru.

Sugiyono. 2015. Metode Penulisan Kuantitatif. Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Sukidin, dan Basrowi. 2002. Metode Penulisan Kualitatif Perspektif Mikro. Surabaya: Insan Cendikia.

Winarsih, Murni. 2007. Intervensi Dini Bagi Anak Berkebutuhan Khus us dalam Memperoleh Bahasa. Jakarta: Depdikbud, Dirjen Dikti.

Yuswandi, Hary. Metode Penulisan Kualitatif. Jakarta : PT. Raja Grafindo

Perasada.

Website

Apriliana, Sigit Dhea. 2017. “Gambaran Interaksi sosial pada anak tunarungu usia sekolah di SLB Sejahtera dan SLB-B Tunas Kasih kota Bogor”. Diakses pada 15 November 2019. Dalam http://repository.poltekkesbdg.info/it ems/show/954

BisaMandiri, Karakteristik Anak Tunarungu

https://bisamandiri.com/blog/2015/10/kara kteristik-anak-tuna-rungu/

Khotimah, Luluk. 2019. “INTERAKSI SOSIAL ANAK TUNARUNGU DI SEKOLAH STUDY KASUS DI TK ALVENVER SURABAYA”.

Diakses pada 24 Februari 2020. Dalam http://digilib.uinsby.ac.id/30225/1/lu luk%20khotimah_D78214026.pdf

Tunarungu (Pengertian, Jenis, Penyebab, Karakteristik dan Proses Komunikasi)

https://www.kajianpustaka.com/2020/07/tu narungu.html#:~:text=Anak%20tuna rungu%20mampu%20melihat%20se mua,curiga%2C%20dan%20kurang

%20percaya%20diri.

Kurniati, Vivi. 2019. “Ragam Bahasa Anak Tunarungu dalam Interaksi Sosial di SLB Negeri Ungaran”. Diakses pada 24 Februari 2020. https://journal.unnes.ac.id/sju/index. php/jsi/article/view/27187/14874

Sobarudin, Rizky Syaban. 2016. “Pola Komunikasi Anak Tuna Rungu dengan Menggunakan Bahasa Isyarat sebagai Pengganti Bahasa

Lisan di Sekolah Luar Biasa”. Diakses pada 15 Oktober 2019. Dalam http://repository.unisba.ac.id/handle/ 123456789/3121

Published

2025-03-30