DAMPAK GAWAI “NYELAPAT TAUN” DAYAK DE’SA DALAM KEHIDUPAN REMAJA DI DESA TAPANG SEMADAK, KECAMATAN SEKADAU HILIR KABUPATEN SEKADAU
Abstract
Penulisan Skripsi ini dimaksudkan untuk memberikan pemahaman mengenai dampak gawai “nyelapat taun” dayak de’sa dikehidupan remaja yang ada dalam masyarakat. Adanya perubahan perilaku remaja yang menyimpang di Desa Tapang Semadak, Kecamatan Sekadau Hilir Kabupaten Sekadau menyebabkan rusaknya moral dan pendidikan para remaja. Tujuan dalam penelitian ini untuk mendeskripsikan dampak gawai “nyelapat taun” dayak de’sa dalam kehidupan remaja baik positif maupun negatifnya dan mendeskripsikan faktor-faktor yang mendorong terjadinya dampak gawai “nyelapat taun” dayak de’sa dalam kehidupan remaja. Berdasarkan hasil penelitian terkait dampak gawai “nyelapat taun” dayak de’sa dalam kehidupan remaja antara lain: Dampak negatif; a) Merusak moral remaja. b) Terjadinya pergaulan bebas (seks bebas). c) Merusak intelegensi remaja. d) Merusak remaja secara fisik. Berdasarkan hasil penelitian ini juga menunjukan adanya dampak positif yang bisa bermanfaat bagi remaja disamping berbagai dampak negatif yang muncul, diantaranya yaitu: Dampak positif; a) Terjalinnya persaudaraan yang erat. b) Melestarikan Kebudayaan dayak. Teori yang digunakan dalam penelitian ini teori paradigma perilaku sosial, dimana teori ini memusatkan perhatiannya pada hubungan individu dengan lingkungannya. Menurut paradigma ini, tingkahlaku individu yang berlangsung dalam hubungannya dengan faktor lingkungan yang menghasilkan akibat-akibat atau perubahan dalam faktor lingkungan menimbulkan perubahan terhadap tingkahlaku. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif, yaitu penelitian untuk menggambarkan keadaan dan masalah yang menjadi objek penelitian berdasarkan keadaan yang sebenarnya. Dengan hasil penelitian diatas, maka perlu adanya suatu pengawasan yang tegas agar berbagai sikap dan tingkahlaku para remaja bisa diperbaiki dan mampu meningkatkan solidaritas yang kuat untuk menjaga tradisi yang sudah dibentuk oleh nenek moyang pada zaman dahulu hingga sekarang. Dengan demikian, diharapkan mampu mempertahankan budaya dayak tanpa mencederainya budaya dayak itu sendiri yang telah disusun sedemikian rupa untuk tujuan yang ingin tercapai.
Kata-kata Kunci: Gawai, “Nyelapat Taun”, Remaja, Moral.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Kebijakan Yang Diusulkan untuk Jurnal yang Menawarkan Akses Terbuka
Penulis yang menerbitkan jurnal ini menyetujui persyaratan berikut:
- Penulis memegang hak cipta dan memberikan hak jurnal untuk publikasi pertama dengan karya yang dilisensikan secara bersamaan di bawah Lisensi Atribusi Creative Commons yang memungkinkan orang lain untuk membagikan karya tersebut dengan pengakuan atas kepenulisan dan publikasi awal karya tersebut dalam jurnal ini.
- Penulis dapat untuk mengadakan pengaturan kontrak tambahan yang terpisah untuk distribusi non-eksklusif dari versi jurnal yang diterbitkan dari karya tersebut (misalnya, mempostingnya ke penyimpanan institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan atas publikasi awalnya di jurnal ini.
- Penulis diizinkan dan didorong untuk memposting karya mereka secara online (misalnya, di repositori institusional atau di situs web mereka) sebelum dan selama proses pengiriman, karena hal itu dapat menghasilkan pertukaran yang produktif, serta lebih awal dan lebih baik kutipan dari karya yang diterbitkan (Lihat Pengaruh Akses Terbuka).
- Penulis memberikan hak akses kepada pengguna dan membagikan artikel ini secara sukarela untuk kepentingan pengembangan ilmu pengetahuan dan bersifat nirlaba < li> Segala sesuatu yang berhubungan dengan isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab saya karena penulis penerbit tidak bertanggung jawab atas sebagian atau seluruh artikel yang disebutkan.
- Artikel ini merupakan hasil asli penelitian dan atau pemikiran, belum pernah dipublikasikan pada sistem publikasi manapun baik cetak maupun voting secara elektronik dan tidak mengandung unsur plagiat