DAMPAK GAWAI “NYELAPAT TAUN” DAYAK DE’SA DALAM KEHIDUPAN REMAJA DI DESA TAPANG SEMADAK, KECAMATAN SEKADAU HILIR KABUPATEN SEKADAU

Authors

  • ROMANUS NIM. E51109033 fisip

Abstract

Penulisan Skripsi ini dimaksudkan untuk memberikan pemahaman mengenai dampak gawai “nyelapat taun” dayak de’sa dikehidupan remaja yang ada dalam masyarakat. Adanya perubahan perilaku remaja yang menyimpang di Desa Tapang Semadak, Kecamatan Sekadau Hilir Kabupaten Sekadau menyebabkan rusaknya moral dan pendidikan para remaja. Tujuan dalam penelitian ini untuk mendeskripsikan dampak gawai “nyelapat taun” dayak de’sa dalam kehidupan remaja baik positif maupun negatifnya dan mendeskripsikan faktor-faktor yang mendorong terjadinya dampak gawai “nyelapat taun” dayak de’sa dalam kehidupan remaja. Berdasarkan hasil penelitian terkait dampak gawai “nyelapat taun” dayak de’sa dalam kehidupan remaja antara lain: Dampak negatif; a) Merusak moral remaja. b) Terjadinya pergaulan bebas (seks bebas). c) Merusak intelegensi remaja. d) Merusak remaja secara fisik. Berdasarkan hasil penelitian ini juga menunjukan adanya dampak positif yang bisa bermanfaat bagi remaja disamping berbagai dampak negatif yang muncul, diantaranya yaitu: Dampak positif; a) Terjalinnya persaudaraan yang erat. b) Melestarikan Kebudayaan dayak. Teori yang digunakan dalam penelitian ini teori paradigma perilaku sosial, dimana teori ini memusatkan perhatiannya pada hubungan individu dengan lingkungannya. Menurut paradigma ini, tingkahlaku individu yang berlangsung dalam hubungannya dengan faktor lingkungan yang menghasilkan akibat-akibat atau perubahan dalam faktor lingkungan menimbulkan perubahan terhadap tingkahlaku. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif, yaitu penelitian untuk menggambarkan keadaan dan masalah yang menjadi objek penelitian berdasarkan keadaan yang sebenarnya. Dengan hasil penelitian diatas, maka perlu adanya suatu pengawasan yang tegas agar berbagai sikap dan tingkahlaku para remaja bisa diperbaiki dan mampu meningkatkan solidaritas yang kuat untuk menjaga tradisi yang sudah dibentuk oleh nenek moyang pada zaman dahulu hingga sekarang. Dengan demikian, diharapkan mampu mempertahankan budaya dayak tanpa mencederainya budaya dayak itu sendiri yang telah disusun sedemikian rupa untuk tujuan yang ingin tercapai.

 

Kata-kata Kunci: Gawai, “Nyelapat Taun”, Remaja, Moral.

Downloads

Published

2016-05-11