FAKTOR-FAKTOR PENGHAMBAT PENGEMBANGAN STRATEGI PEMASARAN BIDAI UNTUK MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN PENGRAJIN BIDAI DI WILAYAH PERBATASAN JAGOI BABANG-SIRIKIN

Lina Sunyata

Abstract


Abstrak

 

Masalah kemiskinan masyarakat perbatasan perlu diperioritaskan mengingat posisi strategis  wilayah dan masyarakatnya untuk mengawal pertahanan dan keamanan bangsa di beranda terdepan wilayah perbatasan negara. Sebagaimana kondisi yang ditemukan di wilayah perbatasan Jagoi Babang – Sarawak Malaysia yang sebagian besar masyarakatnya tergolong miskin, rata-rata berpendidikan rendah dan sebagian mereka tinggal di daerah yang terisolir dan minimnya berbagai infrastruktur. Karena itu masyarakat di wilayah  perbatasan Jagoi Babang – Sarawak Malaysia  perlu mendapat perhatian baik dari pemerintah dan berbagai pihak. Pada sisi lain terdapat beberapa faktor potensial yang dapat  dikembangkan mengingat daerah ini merupakan wilayah perbatasan yang interaksinya dengan negara tetangga cukup besar, baik dalam hal perdagangan, lintas tenaga kerja serta hubungan sosial dan kekerabatan. Salah satu cara yang dapat digunakan untuk menanggulagi masalah kemiskinan masyarakat perbatasan adalah melalui upaya pemberdayaan masyarakat yang diarahkan untuk mengembangkan potensi yang ada pada masyarakat yang masih dihadapkan atau memiliki kendala. Sektor perdagangan, jasa dan industri yang saat ini masih berskala kecil merupakan sektor yang mempunyai potensi dapat berkembang baik jika ditunjang strategi manajemen yang tepat. Dengan demikian diperlukan suatu penelitian secara kualitatif untuk menemukan model serta strategi  pemasaran berbagai produk unggulan lokal seperti kerajinan seni budaya khas masyarakat perbatasan Jagoi Babang/Bidai yang sangat diminati oleh warga negara tetangga. Pemetaan mengenai permasalahan yang dihadapi para pengrajin Bidai di wilayah perbatasan Jagoi Babang-Sirikin menunjukkan berbagai faktor yang menjadi kendala untuk meningkatkan kesejahteraan pengrajin bidai.

 

Kata kunci :  perbatasan; pemberdayaan masyarakat; manajemen pemasaran; kesejahteraan; kemitraan.

 

Abstract

 

The problem of poverty in border communities needs to be prioritized given the strategic position of the region and its people to guard the nation's defense and security on the front porches of the country's border regions. As is the case found in the border region of Jagoi Babang - Sarawak, Malaysia, where the majority of the population is classified as poor, the average is low-educated and some of them live in isolated areas and lack of various infrastructure. Therefore, people in the border region of Jagoi Babang - Sarawak, Malaysia need attention from both the government and various parties. On the other hand there are several potential factors that can be developed considering this area is a border region whose interactions with neighboring countries are quite large, both in terms of trade, labor and social relations and kinship. One way that can be used to address the problem of poverty in border communities is through community empowerment efforts aimed at developing the potential that exists in communities that are still confronted or have obstacles. The trade, service and industry sectors which are currently small scale are sectors that have the potential to develop well if supported by appropriate management strategies. Thus a qualitative study is needed to find models and marketing strategies for various local superior products such as handicraft arts and culture typical of the Jagoi Babang / Bidai border communities that are in great demand by neighboring citizens. The mapping of the problems faced by Bidai craftsmen in the Jagoi Babang-Sirikin border region shows various factors that are obstacles to improving the welfare of bidai craftsmen.

Keywords : border; community development; marketing management; well-being; partnership.


Full Text:

PDF 32-48


DOI: http://dx.doi.org/10.26418%2Fproyeksi.v24i1.2453

Article Metrics

Abstract view : 1137 times
PDF 32-48 - 0 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 3.0 License.

View My Stats 

 

INDEXING