PERAN UNITED NATIONS WOMEN DALAM PENANGANAN KASUS KEKERASAN TERHADAP PEREMPUAN DI INDIA 2020

REZKY APRILIANTINI, Nurfitri Nugrahaningsih, Laras Putri Olifiani

Abstract


PenelitianinibertujuanuntukmemaparkanpenjelasanterkaitperandariorganisasiinternasionalUnited Nations Women dalampenanganankasuskekerasanterhadapperempuan di India 2020. India menempatiposisiteratassebagai negara paling berbahayabagiperempuandikarenakanpeluangterjadinyakejahatan dan pelanggaran HAM pada perempuan yang seringkaliterjadihinggamenimbulkanbanyak korban jiwa. India diberi label sebagai negara yang tidakamanbagiperempuandikarenakaneksistensibudayapatriarkimenjadiakarmunculnyapermasalahankekerasanperempuan di sanaterutama pada tigaindikatorbudayainidowry, femalefoeticide, dan infanticide. Penulismenggunakanpendekatankualitatifdenganjenispenelitiandeskriptif, sertateoriperanorganisasiinternasionalperspektif Clive Archer dalampenelitianiniuntukmenganalisisfenomenaterkait. Adapunhasilpenelitianmenunjukkanterdapat 3 peranUN Women dalammenanganikasuskekerasanperempuan di India di antaranya. (1) Peransebagaiinstrumenuntukmemberikanpenguatan pada perlindunganhakperempuandenganmenegakkannormainternasional CEDAW & Beijing declaration and platform for action. (2) Peransebagai arena untukmemberikanruangdiskusiperempuandalam16 days of activism against gender-based violence . (3) Peransebagaiaktorindependenmemberikanhasilkeputusan yang adiluntukmengakhirikekerasanterhadapperempuan dan anakperempuan. Sejauhiniperan UN Women di India sudahlebihbaiknamunmasihdiperlukanadanyaperbaikandarisisiinstrumenseharusnyabisalebihdiperbaharuiinformasikeberhasilanpenerapannorma CEDAW dan BPFA, kemudiandarisisi arena UN Women sebaiknyamenunjukkanvariasicontoh forum diskusi yang lebihbanyakmelibatkankelompokperempuan India, dan UN Women sebagaiaktorindependensudahmenunjukkantindakan yang baiknamunmasihperlumenampilkan data keberhasilan yang terbaru. 

 

Kata Kunci: UN Women, BudayaPatriarki, Kekerasan 


References


Ambarwati, & Wijatmadja, Subarno. (2016). Pengantar Ilmu Hubungan Internasional. Malang: Intrans Publishing.

Burchill, Scott dan Linklater, Andrew.

(2015).Teori-TeoriHubunganInternasional(Edisi 5). Bandung: PT. Nusa Media.

Creswell, John W. (2010). RESEARCH

DESIGNPendekatan Kualitatif, Kuantitatif, dan Mixed Cetakan I. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

D.A, Baldwin. (2002). “Power and International Relations†in Walter Carlsnaes,Thomas Risse, Beth Simmons [eds.], Handbook of International Relations. Amerika Serikat: SAGE Publications.

Djelantik, Sukawarsini. (2009).Refleksi

TeoriHubunganInternasionaldariTradisionalkeKontemporer: Gender dalamHubunganInternasional.

Yogyakarta: PT. GrahaIlmu.

Ikbar, Yanuar. (2014). Metodologi Dan Teori Hubungan Internasional. Bandung: Refika Aditama.

Jackson, Robert & Sorensen, Georg. (2013). Pengantar Studi Hubungan Internasional. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

National Crime Records Bureau Ministry

of Home Affairs. (2020). Crime in India Statistics Volume I. Publication: Government of India.

Putriana. (2020). Membincang Eksistensi

Perempuan. Pontianak: Enggang Media.

Sugiyono. (2011). Metode Penelitian

Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta

Soetjipto, Ani dan Trimayuni, Pande. (2013).Sebuahpengantar Genderdan HubunganInternasional. Yogyakarta: PT. Jalasutra.

Sugiyono, Prof. Dr. (2013).MetodePenelitianKuantitatif, Kualitatif, danR&D. Bandung: PT. Alfabeta.

Jurnal & Makalah

Broom, A. (2013). “Gender and

Masculinitiesâ€. Journal of South Asian History and Culture. Vol. 4, No. 2. Diakses pada 11 Januari, 2022.

Eriyanti, Dwi Linda. (2017). Pemikiran Johan Galtung tentang Kekerasan dalam Perspektif Feminisme. Jurnal Hubungan Internasional. Vol. 6, No. 1. Diakses pada 1 Maret, 2022.

Mareta, Sabillina. (2017). "Peran UN Women dalam Memengaruhi Kebijakan Pemerintah India Terkait Kasus Kekerasan Terhadap Perempuan Tahun 2011-2015". Jurnal Analisis Hubungan Internasional. Vol. 6, No.2. Hlm. 24-37. Diakses pada 30 Desember, 2021.

Oktaviani, Jusmalia,danSetiawati Siti Muti'ah. (2017). "KebijakanPemerintah India DalamMengatasiMasalah 'Dowry Deaths'". JurnalDinamika Global IlmuHubunganInternasional. Vol. 2, No. 01. Diakses pada 09 Januari, 2022.

Ramadhan, Iqbal, dan Sunnah, Innesia.

(2018). Mengkaji Peran UN Women DalamMengatasi Kekerasan Terhadap Perempuan dan Mewujudkan Kesetaraan Gender Melalui Perspektif Feminisme. Journal of International Relations, Universitas Kristen Indonesia. Diakses pada 11 Januari, 2022.

Sharon, S. Prescila. (2014). Domestic

Violence Against Women in India: A Family Menace. Indian Journal of Applied Research. Vol. 4, No. 12. Diakses pada 10 Maret, 2022.

Thirugnanam, Balasubramanian. (2020). Violence Against Women's in India. Journal of Shanghai Jiaotong University. Vol. 16, No. 7. Diakses pada 20 Maret, 2022.

Skripsi & Tesis

Rosanti, Pingkan Cahya. (2018). Upaya Peran UN Women bersama Pemerintah India mengimplementasikan Konvensi CEDAW dalam mengurangi Diskriminasi Perempuan di India. Skripsi. (Bandung: Repository Universitas Katolik Parahyangan). Diakses pada 10 Januari, 2022 dari http://repository.unpar.ac.id/bitstream/handle/123456789/8443/Bab5%20-%20Daftar%20Pustaka%20-%203315106sc-p.pdf?sequence=3&isAllowed=y

Satyari, Sagung Alit, dan Hapsari, Dr. Maharani M.A. (2016). Female dan Infanticide: Kontestasi Diskursif dalam Politik Pendisiplinan Tubuh Perempuan di India. Tesis. (Yogyakarta: Universitas Gadjah Mada). Diakses pada 10 Januari, 2022 dari http://etd.repository.ugm.ac.id/home/detail_pencarian/106313

Artikel Online

Astuti, Tri Marhaeni P. (2011). Konstruksi Gender dalam Realitas Sosial.UNNES Press.https://scholar.google.co.id/scholar?hl=id&as_sdt=0,5&cluster=6699428762448491619 (diakses pada 19 Januari, 2022).

Apriani, Pipit. (2015). "Kekerasan Seksual di India: Relasi Kuasa Kasta dan Gender". The Global Review. https://theglobal-review.com/kekerasan-seksual-di-india-relasi-kuasa-kasta-dan-gender/ (diakses pada 19 Januari, 2022).

BBC News Indonesia. (2020). India Hadapi Pemerkosaan Terhadap Sepuluh Perempuan Dalit Setiap Hari, Mereka Jadi Kelompok 'Yang Paling Tertindas' di Dunia. https://www.bbc.com/indonesia/majalah-54430046 (diakses pada 15 Februari, 2022).

Christiyaningsih. (2019). India Jadi

Negara dengan Angka Kasus Pemerkosaan Tinggi. Republika.co.id. https://www.republika.co.id/berita/q234tf459/india-jadi-negara-dengan-angka-kasus-pemerkosaan-tinggi (diakses pada 20 Mei, 2022).

CWGL. About The Women's Global Leadership Institute. https://cwgl.rutgers.edu/about-110/staff/88-issues/womens-global-leadership-institutes/132-womens-global-leadership-institutes (diakses pada 23 Juli, 2022).

F. Reuters, Thomson. (2018). Factbox:

Which are The World's 10 Most DangerousCountries for Women?. https://www.reuters.com/article/us-women-dangerous-poll-factbox-idUSKBN1JM01Z (diakses pada 27 Maret, 2022).

Ganguly, G. (2007). “Indian Feminismem: Law Patriarchies, and Violence in Indiaâ€. Vernmont, USA: Ashgate press. (diakses pada 19 Januari, 2022).

Swararahima. (2022). Women Self Help Groups (SHGs). https://swararahima.com/2022/06/20/4012/ (diakses pada 4 Juli, 2022).

Tempo. (2013). "Budaya Patriarki Sebabkan Aborsi di India Tinggi". Dunia Tempo.https://dunia.tempo.co/read/493803/budaya-patriarki-sebabkan-aborsi-di-india-tinggi (diakses pada 12 Januari, 2022).

Tickner, J. Ann, and Laura, Sjoberg. (1992). Gender in International Relations:Feminismet Perspective on Achieving Global Security. New York : Columbia University Press. (diakses pada 12 Januari, 2022).

The New Indian Express. (2020). Domestic Violence Tops Crime Against Women in 2018: National Crime Records Bureau. https://www.newindianexpress.com/nation/2020/jan/09/domestic-violence-tops-crime-against-women-in-2018-national-crime-records-bureau-2087300.html (diakses pada 22 Mei, 2022).

United Nations. (2010). Report on The Secretary General: Comprehensif Proposal for The Composite Entity for Gender Equality and The Empowerment of Women. http://www.un.org/ga/search/view_doc.asp?symbol=A/64/588 (diakses pada 30 Juni, 2022).

UNWomen. Ending Violence Againts Women.

https://www.unwomen.org/en/what-we-do/ending-violence-against-women (diakses pada 30 Juni, 2022).

UN Women. (2020). 16 Days of Activism against Gender-Based Violence. https://www.unwomen.org/en/what-we-do/ending-violence-against-women/take-action/16-days-of-activism (diakses pada 5 Juli, 2022).

UN Women. (2021). Action Coalitions Global Acceleration Plan. https://forum.generationequality.org/sites/default/files/2021-06/UNW%20-%20GAP%20Report%20-%20EN.pdf (diakses pada 4 Juli, 2022).

Women, UN. (2017). Ending Violence Against Women. https://www.unwomen.org/en/what-we-do/ending-violence-against-women (diakses pada 27 Maret, 2022).

Zamzani, Faisal. (2017). Data PBB, 35%

Perempuan di Dunia Pernah Mengalami Kekerasan Fisik dan Seksual. https://aceh.tribunnews.com/2017/11/29/data-pbb-35-persen-perempuan-di-dunia-pernah-mengalami-kekerasan-fisik-dan-seksual (diakses pada 28 Februari, 2022).


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Pemimpin Umum/Penanggung Jawab

Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Tanjungpura

Wakil Pemimpin Umum

Wakil Dekan 1 Bidang Akademik Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Tanjungpura

Dewan Penyunting Kehormatan

Dr.H,Martoyo, MA, Dr.Herlan, M.Si, Dr.Dedi Kusnadi, M.Si, Drs.Sabran Achyar, M.Si, Prof.Dr. Sy. Ibrahim Alqadrie, Prof. Dr. A B Tangdililing, M.A., Prof. Dr. Arkanudin, M.Si, Prof. Dr. Redatin Parwadi, M.A, Dr.Lukman Jafar, M.Si, Drs.Sukamto,M.Si, Dr.Hj.Hardilina,M.Si, Dr.H.Mochtaria M.Noh, M.Si, Dr.Ngusmanto (Scopus ID: 57191224744)

Dewan Penyunting (Editorial Board)

Dr.Ira Patriani, Dr.Rusdiono, M.Si, Dra.Kartika Ningtyas, M.Si, Drs.Asmadi, M.Si, Bima Sujendra, M.Si, Dewi Utami, M.Si, Ully Nuzullian, M.Si, Dr.Hasanah, Dr.Ema Rahmaniah, Dr.Sri Maryuni, M.Si, Dr.Nurfitri Nugrahaningsih, M.Si, Dra.Yulianti, M.Si, Dra.Syarmiati, M.Si, Dr.Pardi, M.Si, Dr.Indah Listyaningrum,M.Si, Viza Juliansyah, S.Sos., M.A.