DIPLOMASI LINGKUNGAN INDONESIA-MALAYSIA TERKAIT POLUSI KABUT ASAP LINTAS BATAS MELALUI ASEANAGREEMENT ON TRANSBOUNDARY HAZE POLLUTION (STUDI KASUS KALIMANTAN BARAT TAHUN 2015-2019)

MICHAEL AGUS TRIYANDI, Saherimiko Saherimiko, Dewi Suratiningsih

Abstract


Isulingkunganmenjadiisuutamadalamhubunganinternasionalketikakebakaranhutan dan lahangambut di Kalimantan Barat pada tahun 2015 mengakibatkanpolusikabut asap lintasbatas di perbatasan Indonesia-Malaysia.Oleh karenaitu, Indonesia berupayameningkatkanhubungan bilateral dengan Malaysia, sertamelakukandiplomasilingkunganmelalui ASEAN Agreement on Transboundary Haze PoIIutionsebagaijalurmeningkatkanhubungandengan Malaysia dan menghasilkan pada kerjasamapenanggulanganbencanapolusikabut asap lintasbatastahun 2015-2019. Penelitianinimenggunakanmetodekualitatifdengancaramendeskripsikan, mengilustrasikan dan menjelaskanpermasalahandarifenomena yang diambildarikonseppenelitiandenganmemperolehsumber data penelitiandenganmelakukanwawancarasertamelakukanpenelitiankepustakaan(library research). Peneliti melakukanobservasidalampengumpulan data penelitian yang kemudiandianalisis hasil sumber data denganmenggunakanteori diplomasilingkunganLawrence E. Susskind yang memperkenalkaninisiatif Salzburg yang mewajibkan negara untukmenjadialiansidesentralisasi, memberikanbantuanpra-negosiasisertamelakukanpembangunanberkelanjutan. Diplomasilingkungan yang dilakukan oleh pemerintah Indonesia telahmenghasilkanbentukkerjasama bilateral sepertipertukaraninformasidalammitigasikebakaranhutan dan lahangambut, mengirimkan armada pesawatwater bomber dan helikopterdalammengatasihotspotpemicupolusikabut asap lintasbatas di wilayah Kalimantan Barat. Diplomasilingkungan juga telahmendukungpemerintahprovinsi Kalimantan Barat untukmengeluarkanPeraturanGubernur yang mendukungpenyelesaianpolusikabut asap lintasbatasantara Indonesia-Malaysia. Diplomasilinkungan yang dilakukan oleh Indonesia dan Malaysia telahmenjadidasardalammewujudkankawasan ASEAN bebas asap 2020, yang merupakanvisi dan misidariRoadmap on ASEAN Cooperation Towards Transboundary Haze PoIIutionControI with Means of ImpIementation.Penelitian ini menggunakan konsep kerjasama bilateral untuk menganalisiskerjasama bilateral Indonesia dan Malaysia terkaitpenyelesaianpoIusikabut asap Iintas batas di KaIimantan Barat tahun 2015-2019.

 

Kata Kunci : PoIusi Kabut Asap Lintas Batas;DipIomasiLingkungan; ASEAN Agreement on Transboundary Haze PoIIution;Indonesia-Malaysia; 2015-2019


References


Arumningtyas, L. (2019). Bank Dunia :Kerugian Indonesia DampakKarhutla 2019, 12-16.

David Glover, T. J. (2002). Mahalnya Harga SebuahBencana :KerugianLingkunganAkibatKebakaran dan Asap di Indonesia. Bandung: ITB PRESS.

Drs. YanuarIkbar, M. P. (2014). Metodologi& Teori HubunganInternasional. Bandung: PT Refika Aditama.

Susskind, L. E. (1994). Environmental Diplomacy : Negotiating More Effective Global Agreements. New York: Oxford University Press.

Trinirmalaningrum, N. D. (2015). Di Balik Tragedi Asap : Catatan Kebakaran Hutan dan Lahan 2015. Jakarta: The Asia Foundation.

Berita :

Alaydroes, A. (2019, September 24). The People of Asia. Retrieved from Malaysian Haze : Air Quality Drop Caused by Forest Fires Smoke: https://thepeopleofasia.com/articles/topic-tech-environment/malaysian-haze-air-quality-drop-caused-by-forest-fires-smoke/

Indonesia, B. N. (2019, September 14). Kebakaran Hutan : Sejumlah Perusahaan di Balik Karhutla 2015-2018 Lolos dari Sanksi Serius. Retrieved from BBC News Indonesia: https://www.bbc.com/indonesia/indonesia-49806272

Indonesia, C. (2019, September 18). Membandingkan Kebakaran Hutan dan Lahan Gambut di Indonesia pada 2015 dan 2019. Retrieved from CNN: https://www.cnnindonesia.com/teknologi/20190918104533-199-431485/membandingkan-karhutla-di-indonesia-pada-2015-dan-2019

Rondonuwu, C. (2015, December 11). Indonesia Rilis Data Kebakaran Hutan 2015. Retrieved from CNN Indonesia: https://www.cnnindonesia.com/internasional/20151211143623-106-97575/indonesia-rilis-data-kebakaran-hutan-2015-di-paris

DokumenResmi :

ASEAN. (2002, 07 10). ASEAN AGREEMENT ON TRANSBOUNDARY HAZE POLLUTION.

ASEAN, S. (2021, March 9). Roadmap on ASEAN Cooperation Towards Transboundary Haze Pollution Control With Means of Implementation.

InstruksiPeraturanPresidenNomor 1 Tahun 2016 Tentang Badan RestorasiGambut.

Instruksi Peraturan Presiden Nomor 8 Tahun 2018 Tentang Penundaan dan Evaluasi Perizinan Perkebunan Kelapa Sawit Serta Peningkatan Produktivitas Perkebunan Kelapa Sawit.

PeraturanGubernur Kalimantan Barat Nomor 41 Tahun 2018 TentangPembentukan Brigade PengendalianKebakaranHutan dan Lahan Serta PengamananHutanProvinsi Kalimantan Barat.

Kalimantan Barat, Gubernur. Peraturan Gubernur Kalimantan Barat Nomor 39 Tahun 2019 Tentang Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan.

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 32 Tahun 2009 Tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, 32 (Undang-Undang Republik Indonesia 2009).

Jurnal :

Azan, M. (2014). Kerjasama Indonesia-Malaysia Dalam Menangani Transboundary Haze Pollution (Studi Kasus:Provinsi Riau) Tahun 2008. Jurnal Ilmu Hubungan Internasional-Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Riau, 6.

Finaldin, T. (2019). Diplomasi Indonesia dan Malaysia TerkaitKebakaranHutan dan Lahan di Indonesia Pada 2015-2019. Journal HubunganInternasionalFakultasIlmuSosial dan Politik Universitas Al Ghifari, 12.

Firmayanti, S. (2015). Motivasi Singapura Meratifikasi ASEAN Agreement on Transboundary Haze Pollution 2003. JOM FISIP Volume 2 No.2 Oktober 2015, 4.

Forsyth, T. (2014). Public Concerns on Transboundary Haze : a Comparison of Indonesia, Singapore and Malaysia. Global Environmental Change, 76-86.

Heilman, D. (2015). After Indonesia's Ratification : The ASEAN Agreement on Transboundary Haze Pollution and Its Effectiveness As a Regional

Environmental Governance Tool. Journal of Current Southeast Asian Affairs 3/2015:95-121, 95-96.

Mark E. Harrison, S. P. (2009). Journal Biologist Vol 56 No 3. The Global Impact of Indonesian Forest Fires, 157.

Stoffel, M. (2021). OnrechtmatigeOverheidsdaad oleh PemerintahTerhadapKebakaran. Law, Development & Justice Review, 258-281.

Sukma, R. (1995). Asian Survey, Vol. xxxv, no. 3. The Evolution of Indonesia's Foreign Policy, 311-312.

Suryani, A. S. (2012). Penanganan Asap Kabut AkibatKebakaranHutan di Wilayah Perbatasan Indonesia. Pusat Pengkajian, Pengolahan Data dan Informasi (P3DI), Aspirasi Vol. 3 No. 61,62.

Suwardi, S. S. (2006). PerjanjianInternasional yang Dibuat oleh OrganisasiInternasional. Jurnal Hukum Internasional, 495.

Yo'el, S. M. (2016). Efektivitas ASEAN Agreement on Transboundary Haze Pollution Dalam PenanggulanganPencemaran Asap Lintas Batas di ASEAN. JOM Fakultas Hukum Volume III Nomor 2, 8.

Skripsi :

Asidiqie, I. Z. (2022). Implementasi ASEAN Agreement on Transboundary Haze Pollution (AATHP) Dalam Mengatasi Asap Lintas Batas di Indonesia 2015-2020. Bandar Lampung: Universitas Lampung.

Fikri, M. A. (2023). ResponPemerintah Malaysia Terhadap Kabut Asap Indonesia Pada Tahun 2015-2019. Indonesia: Universitas Islam Indonesia.

Mokado, La Ode Muhammad Al-Jabar. (2017). Upaya ASEAN Dalam Penanggulangan Kabut Asap Lintas Batas Melalui ASEAN Agreement on Transboundary Haze Pollution 2015. Jakarta: Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah.

Piqram, Abdul. (2020). AnalisisDampakKebakaranHutan dan Lahan Kalimantan Barat TerhadapKualitas Udara di Kecamatan Pontianak Tenggara Kota Pontianak. Universitas Negeri Semarang.

Ramadhan, PriyoAjie. (2022). Langkah Sekuritisasi Singapura TerhadapIsu Asap Lintas Batas Negara (Transboundary Haze Pollution) Tahun 2013-2014. Universitas Islam Indonesia

Wahyuni, D. (2011). Permasalahan Kabut Asap Dalam Hubungan Indonesia dan Malaysia Pada Periode 1997-2006. Jakarta: Universitas Syarif Hidayatullah.

Wawancara :

Debriyansaputri. (2022, November 21). Anggota Badan Meteorologi, Klimatologi dan GeofisikaProvinsi Kalimantan Barat. (M. A. Triyandi, Interviewer).

Felix Belawing, S. Hut., M. Hut. (2022, December 14). KepalaSeksiPencegahan dan Perlindungan Dinas Lingkungan Hidup dan KehutananProvinsi Kalimantan Barat. (M. A. Triyandi, Interviewer).

Novel Umar. (2022, November 21). Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Kalimantan Barat Provinsi Kalimantan Barat. (M.A. Triyandi, Interviewer).

Website :

Barat, B. P. (2022, December 7). BAPPEDA Provinsi Kalimantan Barat. Retrieved frombappeda.kalbarprov.go.id:https://bappeda.kalbarprov.go.id/gambaran-umum-kalbar/

Barat, B. P. (2023, February 20). BAPPEDA Provinsi Kalbar. Retrieved from Gambaran Umum Provinsi Kalimantan Barat: https://bappeda.kalbarprov.go.id/gambaran-umum-kalbar/

Barat, P. P. (2022, December 7). PejabatPengelolaInformasi dan Dokumentasi (PPID). Retrieved from ppid.kalbarprov.go.id: https://ppid.kalbarprov.go.id/?public=profil-daerah

JaringanDokumentasi dan Informasi Hukum Provinsi Kalimantan Barat. 2019. PeraturanGubernur

Kalimantan Barat. retrieved from https://jdih.kalbarprov.go.id/

Kehutanan, D. J.-K. (2017, August 11). DirektoratJenderalPengendalianPerubahan Iklim-Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Retrieved from PatroliTerpaduPencegahanKebakaranHutan dan Lahan, Upaya PengendalianKebakaranHutan dan Lahan Berbasis Desa: https://ditjenppi.menlhk.go.id/berita-ppi/2919-patroli-terpadu-pencegahan-kebakaran-hutan-dan-lahan,-upaya-pengendalian-kebakaran-hutan-dan-lahan-berbasis-desa.html

Kehutanan, K. L. (2019, Agustus 7). Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Retrieved from SiaranPers : Negara TetanggaApresiasi Upaya Indonesia CegahTerjadinya Kabut Asap Lintas Negara: http://ppid.menlhk.go.id/berita/siaran-pers/5004/negara-tetangga-apresiasi-upaya-indonesia-cegah-terjadinya-kabut-asap-lintas-negara

Koentjaraningrat. (2021, Juli 1). Metode PenelitianKualitatif :PengertianMenurut Ahli, Jenis-Jenis dan karakteristiknya. Retrieved from deepublish.com: https://penerbitdeepublish.com/metode-penelitian kualitatif/#1_Koentjaraningrat

SIPONGI. (2020, 02 12). Rekapitulasi Luas KebakaranHutan dan Lahan. Retrieved from sipongi.menlhk.go.id: http://sipongi.menlhk.go.id/pdf/luas_kebakaran

Sugiono. (2005, Juli 1). Metode PenelitianKualitatif :PengertianMenurut Ahli, Jenis-Jenis dan Karakteristiknya. Retrieved from deepublish.com: https://penerbitdeepublish.com/metode-penelitian-kualitatif/#4_Sugiono

Taylor, B. d. (1975, juli 1). Metode PenelitianKualitatif :PengertianMenurut Ahli, Jenis-Jenis dan karakteristiknya. Retrieved from deepublish.com: https://penerbitdeepublish.com/metode-penelitian-kualitatif/#6_Bogdan_dan_Taylor


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Pemimpin Umum/Penanggung Jawab

Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Tanjungpura

Wakil Pemimpin Umum

Wakil Dekan 1 Bidang Akademik Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Tanjungpura

Dewan Penyunting Kehormatan

Dr.H,Martoyo, MA, Dr.Herlan, M.Si, Dr.Dedi Kusnadi, M.Si, Drs.Sabran Achyar, M.Si, Prof.Dr. Sy. Ibrahim Alqadrie, Prof. Dr. A B Tangdililing, M.A., Prof. Dr. Arkanudin, M.Si, Prof. Dr. Redatin Parwadi, M.A, Dr.Lukman Jafar, M.Si, Drs.Sukamto,M.Si, Dr.Hj.Hardilina,M.Si, Dr.H.Mochtaria M.Noh, M.Si, Dr.Ngusmanto (Scopus ID: 57191224744)

Dewan Penyunting (Editorial Board)

Dr.Ira Patriani, Dr.Rusdiono, M.Si, Dra.Kartika Ningtyas, M.Si, Drs.Asmadi, M.Si, Bima Sujendra, M.Si, Dewi Utami, M.Si, Ully Nuzullian, M.Si, Dr.Hasanah, Dr.Ema Rahmaniah, Dr.Sri Maryuni, M.Si, Dr.Nurfitri Nugrahaningsih, M.Si, Dra.Yulianti, M.Si, Dra.Syarmiati, M.Si, Dr.Pardi, M.Si, Dr.Indah Listyaningrum,M.Si, Viza Juliansyah, S.Sos., M.A.