IMPLEMENTASI KEBIJAKAN KARTU IDENTITAS PENDUDUK MUSIMAN DI KELURAHAN SUNGAIBANGKONG KECAMATAN PONTIANAK KOTA
DOI:
https://doi.org/10.26418/publika.v6i2.1570Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan faktor-faktor yang menyebabkan Implementasi Kebijakan Kartu Identitas Penduduk Musiman di Kelurahan Sungaibangkong Kecamantan Pontianak Kota belum berjalan dengan efektif. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Dalam penelitian ini menggunakan teori Smith terdapat 4 faktor yang mempengaruhi proses implementasi kebijakan yaitu faktor kebijakan yang diidealkan, faktor kelompok sasaran, faktor organisasi pelaksana, faktor lingkungan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa faktor kebijakan yang diidealkan yaitu Disdukcapil masih kurang serius dalam melaksanakan kebijakan dari program dalam bentuk sosialisasi yang dilakukan masih kurang optimal, gambaran kebijakan, manfaat dari Kipem kurang dan pelaksana kebijakan yang memberikan sanksi kurang mendukung kebijakan. Faktor kelompok sasaran yaitu Ketua RT tidak mensosialisasikan Kipem, penduduk musiman terkendala dengan persyaratan pembuatan Kipem diantaranya KK penampung, PBB dan pengantar RT, terdapat penduduk musiman kurang mendukung pelaksanaan kebijakan serta rendahnya kesadaran penduduk musiman untuk patuh pada peraturan. Faktor organisasi pelaksana yaitu sikap pimpinan organisasi mendukung pelaksanaan implementasi kebijakan namun kegiatan sosialisasi masih belum optimal, sikap Satpoll PP kurang peduli dan tidak optimal dalam melaksanakan kebijakan dan penegakkan sanksi tidak tegas. Faktor lingkungan yaitu aspek budaya penduduk musiman seringkali datang tidak melaporkan kedatangannya, aspek sosial yaitu kurangnya komunikasi maupun interaksi antara ketua RT dan penduduk musiman yang berpengaruh pada tidak tersampaikannya informasi mengenai Kipem. Aspek politik yaitu kontrol yang kurang oleh Disdukcapil dalam mengawal pelaksanaan kebijakan. Aspek ekonomi yaitu Kipem bisa membantu penduduk musiman mengurus administrasi tetapi manfaatnya tidak luas terdapat pengurusan administrasi yang bisa dilakukan tanpa Kipem. Saran dalam penelitian ini adalah Disdukcapil lebih optimal dalam mensosialisasikan Kipem, peningkatan sinergisme Disdukcapil, Lurah dan Ketua RT dalam implementasi kebijakan, penegakkan sanksi ditegaskan dan persyaratan pembuatan Kipem dipermudah melalui perencanaan yang baik dengan melihat kondisi pelaksanaannya di lapangan apakah mendukung atau tidak.
Kata-kata kunci : Implementasi kebijakan, Kipem, penduduk musiman, sosialisasi
Published
Issue
Section
License
Kebijakan Yang Diusulkan untuk Jurnal yang Menawarkan Akses Terbuka
Penulis yang menerbitkan jurnal ini menyetujui persyaratan berikut:
- Penulis memegang hak cipta dan memberikan hak jurnal untuk publikasi pertama dengan karya yang dilisensikan secara bersamaan di bawah Lisensi Atribusi Creative Commons yang memungkinkan orang lain untuk membagikan karya tersebut dengan pengakuan atas kepenulisan dan publikasi awal karya tersebut dalam jurnal ini.
- Penulis dapat untuk mengadakan pengaturan kontrak tambahan yang terpisah untuk distribusi non-eksklusif dari versi jurnal yang diterbitkan dari karya tersebut (misalnya, mempostingnya ke penyimpanan institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan atas publikasi awalnya di jurnal ini.
- Penulis diizinkan dan didorong untuk memposting karya mereka secara online (misalnya, di repositori institusional atau di situs web mereka) sebelum dan selama proses pengiriman, karena hal itu dapat menghasilkan pertukaran yang produktif, serta lebih awal dan lebih baik kutipan dari karya yang diterbitkan (Lihat Pengaruh Akses Terbuka).
- Penulis memberikan hak akses kepada pengguna dan membagikan artikel ini secara sukarela untuk kepentingan pengembangan ilmu pengetahuan dan bersifat nirlaba < li> Segala sesuatu yang berhubungan dengan isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab saya karena penulis penerbit tidak bertanggung jawab atas sebagian atau seluruh artikel yang disebutkan.
- Artikel ini merupakan hasil asli penelitian dan atau pemikiran, belum pernah dipublikasikan pada sistem publikasi manapun baik cetak maupun voting secara elektronik dan tidak mengandung unsur plagiat