PERENCANAAN PEMBANGUNAN KAWASAN PERBATASAN NEGARA DI KECAMATAN BADAU KABUPATEN KAPUAS HULU, PROVINSI KALIMANTAN BARAT
DOI:
https://doi.org/10.26418/publika.v7i1.1786Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan mengenai proses perencanaan pembangunan di kawasan perbatasan negara tepatnya di Kecamatan Badau, Kabupaten Kapuas Hulu, Provinsi Kalimantan Barat. Permasalahan yang dihadapi adalah masih ditemukan ketimpangan pembangunan yang besar di kawasan perbatasan, ketertinggalan dalam pembangunan terutama yang berkaitan dengan infrastruktur dasar serta perencanaan pembangunan kawasan perbatasan negara yang belum dilakukan secara optimal. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Teori yang digunakan sebagai panduan analisis adalah teori Williams mengenai proses perencanaan pembangunan yang terdiri dari penentuan atau penetapan dengan jelas maksud dan tujuan, menentukan alternatif, mengatur sumber-sumber yang diperlukan, menentukan organisasi, metode dan prosedur, serta penentuan atau penetapan rencana itu sendiri. Hasil dari penelitian mengungkapkan bahwa belum optimalnya perencanaan pembangunan kawasan perbatasan negara dikarenakan perencanaan pembangunan yang didominasi oleh pemerintah pusat sehingga peran pemerintah kabupaten berkurang bahkan tidak ada sama sekali, lembaga lain yang berkepentingan di kawasan perbatasan melaksanakan konsep perencanaan pembangunan sendiri sehingga menjadikan perencanaan pembangunan tidak terarah dengan baik. Rekomendasi yang penulis berikan untuk mengatasi permasalahan dari hasil penelitian adalah pemerintah daerah harus diberikan kewenangan penuh dalam pembangunan kawasan perbatasan, karena hampir sebagian besar tindakan pembangunan baik dari perencanaannya hingga tahapan pelaksanaan berada dibawah kendali langsung dari pemerintah pusat. Keterlibatan pemerintah daerah sangat penting karena selain wilayah tersebut dibawah kendali pemerintah daerah yang juga tidak kalah penting adalah pemerintah daerah lebih mengenal karakteristik wilayahnya sendiri sehingga pemecahan masalah menjadi lebih cepat, tepat dan sesuai. Selain itu harus adanya sebuah kesatuan dari tiap lembaga yang berkepentingan dalam pembangunan kawasan perbatasan sehingga pembangunan dapat terarah dan terkoordinasi dengan baik.
Kata-kata kunci : Perencanaan, Pembangunan dan Kawasan PerbatasanPublished
Issue
Section
License
Kebijakan Yang Diusulkan untuk Jurnal yang Menawarkan Akses Terbuka
Penulis yang menerbitkan jurnal ini menyetujui persyaratan berikut:
- Penulis memegang hak cipta dan memberikan hak jurnal untuk publikasi pertama dengan karya yang dilisensikan secara bersamaan di bawah Lisensi Atribusi Creative Commons yang memungkinkan orang lain untuk membagikan karya tersebut dengan pengakuan atas kepenulisan dan publikasi awal karya tersebut dalam jurnal ini.
- Penulis dapat untuk mengadakan pengaturan kontrak tambahan yang terpisah untuk distribusi non-eksklusif dari versi jurnal yang diterbitkan dari karya tersebut (misalnya, mempostingnya ke penyimpanan institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan atas publikasi awalnya di jurnal ini.
- Penulis diizinkan dan didorong untuk memposting karya mereka secara online (misalnya, di repositori institusional atau di situs web mereka) sebelum dan selama proses pengiriman, karena hal itu dapat menghasilkan pertukaran yang produktif, serta lebih awal dan lebih baik kutipan dari karya yang diterbitkan (Lihat Pengaruh Akses Terbuka).
- Penulis memberikan hak akses kepada pengguna dan membagikan artikel ini secara sukarela untuk kepentingan pengembangan ilmu pengetahuan dan bersifat nirlaba < li> Segala sesuatu yang berhubungan dengan isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab saya karena penulis penerbit tidak bertanggung jawab atas sebagian atau seluruh artikel yang disebutkan.
- Artikel ini merupakan hasil asli penelitian dan atau pemikiran, belum pernah dipublikasikan pada sistem publikasi manapun baik cetak maupun voting secara elektronik dan tidak mengandung unsur plagiat