FAKTOR FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TINGKAT KEBERHASILAN IMPLEMENTASI SISTEM AKUNTABILITAS KINERJA INSTANSI PEMERINTAH DI BALAI BESAR PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN KOTA PONTIANAK

Authors

  • AGHATHA NIM. E1011141024

DOI:

https://doi.org/10.26418/publika.v8i1.2324

Abstract

Penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh komunikasi, sumber daya, disposisi dan struktur birokrasi terhadap tingkat keberhasilan Implementasi Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) di Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Kota Pontianak. Permasalahan penelitian adalah pelaksanaan kebijakan yang kurang optimal. Peneliti menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian eksplanasi. Hipotesis dalam penelitian ini bahwa ada pengaruh komunikasi, sumber daya, disposisi dan struktur birokrasi terhadap tingkat keberhasilan Implementasi SAKIP di BBPOM Kota Pontianak. Penelitian ini dilakukan melalui uji korelasi product moment, regresi  linear sederhana, korelasi ganda dan regresi ganda dengan sampel 40 orang dari pegawai di BBPOM Kota Pontianak. Hasil penelitian ini menunjukkan keempat variabel secara parsial dan simultan berpengaruh terhadap keberhasilan Implementasi SAKIP di BBPOM Kota Pontianak dengan tingkat hubungan agak sedang. Keberhasilan Implementasi SAKIP di BBPOM Kota Pontianak dipengaruhi oleh komunikasi, sumber daya, disposisi, dan struktur birokrasi sebesar 36,9%, sedangkan sisanya sebesar 63,1% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Dilihat dari hasil penelitian, peneliti menyarankan kepada BBPOM Kota Pontianak untuk selalu meningkatkan faktor faktor yang masih berada dalam kategori kurang dan cukup memadai untuk mendapatkan hasil yang lebih baik serta memperhatikan faktor faktor lain yang mempengaruhi implementasi sistem akuntabilitas kinerja instansi pemerintah. 

Kata Kunci: Faktor Implementasi, Kebijakan, Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah.

Published

2019-04-02