IMPLEMENTASI PERDA KOTA PONTIANAK NO. 01 TAHUN 2010 TENTANG KETERTIBAN UMUM DI KOTA PONTIANAK
DOI:
https://doi.org/10.26418/publika.v8i2.2464Abstract
Penelitian ini didasari pada permasalahan mengenai belum optimalnya pelaksanaan aturan terkait dengan larangan mengemis di tempat umum di Kota Pontianak hal ini ditandai dengan masih ada pengemis yang berkeliaran di Kota Pontianak, belum optimalnya penyaluran komunikasi yang dilakukan pemerintah kepada pengemis, belum tercukupinya sumber daya yang tersedia dalam mendukung terlaksananya Perda terkait larangan mengemis di tempat umum. Tujuan penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui dan menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi Implementasi Perda Kota Pontianak No.01 Tahun 2010 tentang Ketertiban Umum mengenai larangan mengemis di tampat umum di Kota Pontianak. Dalam penelitian ini menggunakan teori George C. Edwards III dimana terdapat empat (4) faktor yang mempengaruhi, yaitu komunikasi, sumber daya, disposisi, dan struktur birokrasi. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian ini apabila dilihat dari aspek komuikasi masih belum baik, ini dilihat dari belum optimalmya pemahaman yang jelas, seimbang dan, lancar antara implementor dan para pengemis, pada aspek sumber daya dilihat dari kurangnya anggota dari implementor serta fasilitas yang kurang memadai, Disposisi atau sikap pelaksana yang juga kurang berkomitmen dan kurang tugas dalam menegakkan aturan yang berlaku. Struktur birokrasi yang baik namun fregmentasi (penyebaran tanggungjawab) yang belum maksimal pada instansi terkait.
Kata Kunci: Implementasi kebijakan, Implementor, Pengemis, Komunikasi, Sumber daya, Disposisi/Sikap Pelaksana, Struktur Birokrasi.
The Implementation of Pontianak City Regulation No.01 of 2010 concerning Piblic Order in the City of Pontianak
AGUS SARWANTO1* NIM : E1011141040 Dr. H .Thamrin, MA2, Dr. Arifin, M.AB2 Email : [email protected]* 1. Student of Public Administration Study Program of Social and Political Science of Tanjungpura University 2. Lecturer of Public Administration Study Program of Social and Political Science of Tanjungpura University
ABSTRACT
This research is based on the problem of the lack of optimal implementation of rules relating to the prohibition of begging in public places in Pontianak City. It is indicated that there are still beggars roaming the city of Pontianak, the communication channeling of the government to beggars is not optimal, there are not enough resources available to support the implementation of local regulations related to the prohibition of begging in public places. The purpose of this study is to find out and analyze the factors the influence the Implementation of Pontianak City Regulation No. 01 of 2010 concerning Public Order concerning the prohibitiom of begging in public places in Pontianak City. In this study using the theory of George C. Edwarads III where the four (4) factors that influence, namely communication, resources, disposition, and bureaucratic structure. This research is a descriptive study with a qualitative approach. Through the results of this study, if it is still seen from the aspect of communication still not good, this is seen from the not yet optimal, balanced, and smooth understanding between the implementor and the beggars, of the aspect of resources can be seen from the lack implementor members and inadequate facilities, dispositions or the attitude of the executor who is also less committed, and less responsible for the task of enforcing the applicable rules. A good bureaucratic structure but fragmentation (dissemination of responsibilities) that has not been maximized in the relevant agencies.
Keywords: Implementation, Implementers, Beggars, Communication, Resources, Former of Disposition, Bureaucracy Structure.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Kebijakan Yang Diusulkan untuk Jurnal yang Menawarkan Akses Terbuka
Penulis yang menerbitkan jurnal ini menyetujui persyaratan berikut:
- Penulis memegang hak cipta dan memberikan hak jurnal untuk publikasi pertama dengan karya yang dilisensikan secara bersamaan di bawah Lisensi Atribusi Creative Commons yang memungkinkan orang lain untuk membagikan karya tersebut dengan pengakuan atas kepenulisan dan publikasi awal karya tersebut dalam jurnal ini.
- Penulis dapat untuk mengadakan pengaturan kontrak tambahan yang terpisah untuk distribusi non-eksklusif dari versi jurnal yang diterbitkan dari karya tersebut (misalnya, mempostingnya ke penyimpanan institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan atas publikasi awalnya di jurnal ini.
- Penulis diizinkan dan didorong untuk memposting karya mereka secara online (misalnya, di repositori institusional atau di situs web mereka) sebelum dan selama proses pengiriman, karena hal itu dapat menghasilkan pertukaran yang produktif, serta lebih awal dan lebih baik kutipan dari karya yang diterbitkan (Lihat Pengaruh Akses Terbuka).
- Penulis memberikan hak akses kepada pengguna dan membagikan artikel ini secara sukarela untuk kepentingan pengembangan ilmu pengetahuan dan bersifat nirlaba < li> Segala sesuatu yang berhubungan dengan isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab saya karena penulis penerbit tidak bertanggung jawab atas sebagian atau seluruh artikel yang disebutkan.
- Artikel ini merupakan hasil asli penelitian dan atau pemikiran, belum pernah dipublikasikan pada sistem publikasi manapun baik cetak maupun voting secara elektronik dan tidak mengandung unsur plagiat