STRATEGI PENGEMBANGAN OBJEK WISATA PANTAI TEMAJUK DI KECAMATAN PALOH KABUPATEN SAMBAS
DOI:
https://doi.org/10.26418/publika.v3i4.504Abstract
Strategi yang tepat sangat diperlukan di dalam proses pengembangan objek wisata Pantai Temajuk, guna mengatasi segala faktor yang menjadi penghambat di dalam proses pengmbangannya. Yang mana masih minimnya kualitas sumber daya manusia yang menyebabkan rendahnya akan sadar wisata masyarakat, tidak adanya upaya pemamfaatan potensi pendukung selain potensi wisata bahari yang ada dikawasan wisata Pantai Temajuk, minimnya sarana akomodasi dan pelayanan kebutuhan wisatawan serta fasilitas pendukung yang ada disekitar objek wisata dan juga kurangnya promosi akan objek wisata Pantai Temajuk.
Teori dalam penelitian ini menggunakan analisis SWOT dengan menganalisis apa yang menjadi faktor internal dan faktor eksternal yang di dalamnya mencakup kekuatan dan kelemahan serta peluang dan ancaman. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode penelitian kualitatif deskriftif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pemerintah Daerah Kabupaten Sambas melalui Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisatanya masih lamban dalam proses pengembangan objek wisata Pantai Temajuk yang dikarenakan juga belum adanya RIPPARDA (Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Daerah) yang dimiliki Dinas PORABUDPAR. RIPPARDA itu sangat penting yang merupakan landasan bagi perkembangan kepariwisataan daerah. Kurangnya fasilitas-fasilitas pendukung yang ada di kawasan objek wisata Pantai Temajuk serta akses menuju objek wisata Pantai Temajuk yang masih susah untuk ditempuh karena faktor jalannya. Sumber Daya Alam yang sangat berpotensi tidak di imbangi dengan Sumber Daya Manusia yang ada di kawasan objek wisata Pantai Temajuk tersebut serta Sumber Daya yang ada baik kuantitas maupun kualitas pada Dinas PORABUDPAR khususnya Dinas Pariwisata masih juga kurang memadai. Masih terdapat faktor-faktor lain baik internal maupun eksternal yang mempengaruhi dan mendominasi pengembangan objek wisata Pantai Temajuk untuk menjadi objek wisata unggulan serta daerah tujuan wisata. Adapun saran dari hasil penelitian yaitu, pemerintah Kabupaten Sambas melalui DISPORABUDPAR harus segera merancang RIPPARDA yang menjadi pedoman bagi kepariwisataan Indonesia disetiap daerah agar proses pengembangan pariwisata di Sambas khusunya objek wisata Pantai Temajuk dapat berkembang secara optimal dan membenahi segala faktor yang menjadi kelemahan di dalam pengembangan onjek wisata Pantai Temajuk ini khususnya mengenai akses jalan serta fasilitas-fasilitas pendukung lainnya yang dapat memberikan kemudahan serta kenyamanan bagi para wisatawan yang berkunjung ke objek wisata Pantai temajuk tersebut. Serta pihak Dinas PORABUDPAR harus bisa memamfaatkan teknologi yang sekarang ini semakin canggih khususnya mengenai internet, guna mempromosikan pariwisata-pariwisata yang ada di Kabupaten Sambas khususnya objek wisata Pantai Temajuk melalui blog khusus yang dimiliki Dinas PORABUDPAR maupun melalui media-media sosial yang lagi tren pada saat ini.
Kata-kata Kunci: Strategi Pengembangan, Objek Wisata, Pantai Temajuk.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Kebijakan Yang Diusulkan untuk Jurnal yang Menawarkan Akses Terbuka
Penulis yang menerbitkan jurnal ini menyetujui persyaratan berikut:
- Penulis memegang hak cipta dan memberikan hak jurnal untuk publikasi pertama dengan karya yang dilisensikan secara bersamaan di bawah Lisensi Atribusi Creative Commons yang memungkinkan orang lain untuk membagikan karya tersebut dengan pengakuan atas kepenulisan dan publikasi awal karya tersebut dalam jurnal ini.
- Penulis dapat untuk mengadakan pengaturan kontrak tambahan yang terpisah untuk distribusi non-eksklusif dari versi jurnal yang diterbitkan dari karya tersebut (misalnya, mempostingnya ke penyimpanan institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan atas publikasi awalnya di jurnal ini.
- Penulis diizinkan dan didorong untuk memposting karya mereka secara online (misalnya, di repositori institusional atau di situs web mereka) sebelum dan selama proses pengiriman, karena hal itu dapat menghasilkan pertukaran yang produktif, serta lebih awal dan lebih baik kutipan dari karya yang diterbitkan (Lihat Pengaruh Akses Terbuka).
- Penulis memberikan hak akses kepada pengguna dan membagikan artikel ini secara sukarela untuk kepentingan pengembangan ilmu pengetahuan dan bersifat nirlaba < li> Segala sesuatu yang berhubungan dengan isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab saya karena penulis penerbit tidak bertanggung jawab atas sebagian atau seluruh artikel yang disebutkan.
- Artikel ini merupakan hasil asli penelitian dan atau pemikiran, belum pernah dipublikasikan pada sistem publikasi manapun baik cetak maupun voting secara elektronik dan tidak mengandung unsur plagiat