DISKRIMINATIF PADA PENYANDANG DOWN SYNDROME (TUNAGRAHITA) DI LINGKUNGAN MASYARAKAT KOTA PONTIANAK
Abstract
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pemahaman penulis yang mengganggap mayoritas masyarakat perkotaan mempunyai pemikiran yang sudah rasional dan juga mengedapankan hidup saling menghargai dan menghormati. Akan tetapi, kenyataannya banyak masyarakat Kota Pontianak yang melakukan tindak diskriminatif terhadap penyandang down syndrome. Tujuan penelitian adalah (1) untuk mendeskripsikan faktor penyebab penyandang down syndrome terdiskriminasi di lingkungan sosial masyarakat dan (2) untuk mendeskripsikan dampak yang diterima oleh penyandang down syndrome yang mengalami diskriminatif di lingkungan sosial masyarakat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan wawancara mendalam, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masih ada ditemukan dua bentuk diskriminatif yang berupa kekerasan fisik dan kekerasan non fisik. Kekerasan non fisik dibagi lagi menjadi tiga, yaitu kekerasan verbal, kekerasan sosial, dan kekerasan emosional. Bentuk diskriminatif ini terjadi karena ada enam faktor berupa gangguan berbahasa penyandang, faktor keluarga penyandang, faktor ekonomi, kultur, dan pendidikan, serta konstruksi sosial. Adapun dampak yang dialami penyandang down syndrome yaitu munculnya perasaan sedih, sulit untuk berkembang, dan hilangnya kepercayaan diri pada penyandang down syndrome. Hal ini senada dengan teori struktural fungsional yang mana ketika fungsi seseorang sudah tidak dapat diharapkan lagi tentu saja akan menimbulkan perlakuan yang mengabaikan, tidak adil dan menjadikan seseorang tersebut kehilangan kesempatan dalam kehidupannya.
Kata-kata Kunci : Diskriminatif, Down Syndrome, MasyarakatPublished
Issue
Section
License
Kebijakan Yang Diusulkan untuk Jurnal yang Menawarkan Akses Terbuka
Penulis yang menerbitkan jurnal ini menyetujui persyaratan berikut:
- Penulis memegang hak cipta dan memberikan hak jurnal untuk publikasi pertama dengan karya yang dilisensikan secara bersamaan di bawah Lisensi Atribusi Creative Commons yang memungkinkan orang lain untuk membagikan karya tersebut dengan pengakuan atas kepenulisan dan publikasi awal karya tersebut dalam jurnal ini.
- Penulis dapat untuk mengadakan pengaturan kontrak tambahan yang terpisah untuk distribusi non-eksklusif dari versi jurnal yang diterbitkan dari karya tersebut (misalnya, mempostingnya ke penyimpanan institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan atas publikasi awalnya di jurnal ini.
- Penulis diizinkan dan didorong untuk memposting karya mereka secara online (misalnya, di repositori institusional atau di situs web mereka) sebelum dan selama proses pengiriman, karena hal itu dapat menghasilkan pertukaran yang produktif, serta lebih awal dan lebih baik kutipan dari karya yang diterbitkan (Lihat Pengaruh Akses Terbuka).
- Penulis memberikan hak akses kepada pengguna dan membagikan artikel ini secara sukarela untuk kepentingan pengembangan ilmu pengetahuan dan bersifat nirlaba < li> Segala sesuatu yang berhubungan dengan isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab saya karena penulis penerbit tidak bertanggung jawab atas sebagian atau seluruh artikel yang disebutkan.
- Artikel ini merupakan hasil asli penelitian dan atau pemikiran, belum pernah dipublikasikan pada sistem publikasi manapun baik cetak maupun voting secara elektronik dan tidak mengandung unsur plagiat