DINAMIKA PELAKSANAAN PEMBINAAN LANJUTAN PASKA PELAKSANAAN PENERIMAAN MAHASISWA BARU (PMB) DARI PERSPEKTIF SOSIOLOGIS (Pelaksanaan Di Fakultas Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik Universitas Tanjungpura)

Authors

  • HAYANI NIM. E1041131051 fisip

Abstract

Peneitian ini bertujuan untuk mendeskipsikan dan menganalisa pelaksanaan pembinaan lanjutan paska pelaksanaan PMB dari perspektif sosiologis. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan teori konflik sebagai grand theory serta beberapa teori pendukung. Penelitian ini menggunakan analisa secara kualitatif dengan metode deskriptif. Subjek dalam penelitian ini adalah para senior dan panitia baik laki-laki maupun perempuan yang terlibat didalam kegiatan pembinaan dan dipilih secara purposive. Teori utama yang digunakan dalam penelitian ini yaitu teori konflik dari Ralf Dahrendorf serta teori pendukung dari Paulo Freire tentang pendidikan yang membebaskan. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan wawancara mendalam, observasi dan dokumentasi. Data dikumpulkan berdasarkan catatan lapangan dan observasi, kemudian data dikumpulkan menjadi data yang lengkap. Dilihat dari teori konflik Dahrendorf pembinaan lanjutan akan melahirkan jarak antara penguasa (senior) dan yang dikuasai (mahasiswa baru). berdasarkan posisinya itu para panitia mempunyai kepentingan tertentu yang berlawanan dengan arah dan tujuan pelaksanaan kegiatan. Sedangkan jika dilihat dari perspektif Paulo Freire pembinaan yang dilakukan dilingkungan Fisip masih menerepkan tipe pendidikan tradisional gaya Bank. Para senior dan panitia mengajar dan bertindak sebagai penabung dan mengajarkan seperti apa yang dahulu mereka diajarkan. Senior dianggap manusia paling benar tanpa kesalahan. Sedangkan mahasiswa baru dianggap orang yang tidak mengerti apa-apa. 

Kata-Kata Kunci: Mahasiswa, Pembinaan, Kekerasan

Published

2017-10-13