FUNGSI TUAK DALAM BUDAYA MASYARAKAT DAYAK BEKIDOH DI DESA PISANG KECAMATAN JANGKANG

Authors

  • EVA BELIANA NIM. E1041141011 fisip

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis pentingnya peran tuak dalam tradisi masyarakat, mendeskripsikan dan menganalisis berbagai macam tuak, mendeskripsikan dan menganalisis makna tuak dalam kehidupan masyarakat, mendeskripsikan dan menganalisis beberapa dampak kebiasaan meminum tuak. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif.Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Adapun subjek dalam penelitian ini adalah peminum tuak yang sudah berkeluarga, keluaraga yang pernah mengadakan upacara adat, ketua adat, masyarakat pengkonsumsi tuak dengan porsi berlebihan. Hasil penelitian ini menunjukan betapa penting tuak dalam budaya masyarakat di desa Pisang yaitu dapat dilihat dari peran tuak pada tradisi masyarakat seperti upacara tak suma’k gawai, pernikahan, kelahiran, kematian, bedukun, bebike begitu penting perannya dalam mensuksesakan kegiatan. Ada empat macam tuak yaitu tuak beras ketan, tuak singkong, tuak tampui dan tuak pisang. Makna tuak dalam kehidupan masyarakat yaitu sebagai minuman kehormatan, mempererat persaudaraan dan kekeluargaan, sebagai ucapan rasa terimakasih, memberikan kenyamanan, memberikan kebahagiaan dan menjadi penyemangat. Selain memiliki fungsi yang baik dalam masyarakat tuak juga dapat menimbulkan permasalahan sosial seperti pertengkaran dalam rumah tangga dan tergangunya kesehatan masyarakat seperti deman dan sakit perut. Teori yang digunakan adalah teori fungsionalisme yang menekan konsep fungsi dalam melihat kebudayaan yang tedapat pada fungsi-fungsi tuak dan makna yang ada didalamnya.

                                                    

Kata-kata kunci: Fungsi, Tuak, Makna, Masalah Sosial

Published

2018-07-10