KEHIDUPAN SOSIAL RELIGIUS DAN POLITIK JAMA’AH HIZBUT TAHRIR INDONESIA (HTI) DI KOTA PONTIANAK

Authors

  • AHMAD FAUZI NIM. E1041131032 fisip

Abstract

Penelitian ini membahas tentang sistem sosial religius dan konsep negara ideal Jama’ah HTI di Kota Pontianak, kehidupan sosial religius dan aktifitas dakwah, serta konflik yang terjadi akibat perbedaan konsep negara ideal oleh HTI. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yang bersifat deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara semi terstruktur, observasi partisipan, studi pustaka dan data dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sistem sosial religius dan konsep negara ideal Jama’ah HTI berasal dari ajaran Islam yang kaffah (lengkap); mulai dari masalah ibadah individual, sosial kemasyarakatan hingga politik kenegaraan dan diaplikasikan secara menyeluruh dalam kehidupan sehari-hari. Konflik juga terjadi yang disebabkan oleh konsep negara ideal yang di-dakwah-kan oleh Jama’ah HTI. Peneliti melakukan analisis teori dengan menggunakan tiga teori sebagai berikut; 1). Islam dan Semangat Kapitalisme: Max Weber, dimana bekerja keras untuk mencari materi adalah bentuk pemenuhan hajatul ‘udhawiyyah (kebutuhan hidup) yang harus dilaksanakan. Jika hal ini tidak dikalukan maka berarti orang tersebut telah menzalimi dirinya sendiri, dan ini termasuk perbuatan dosa. 2). Benturan Antarperadaban: Samuel P. Huntington, menunjukkan bahwa Hizbut-Tahrir telah menyiapkan segala macamnya sampai pada tahap bagaimana membangun Khilafah yang jika kemudian hari berhasil mereka tegakkan. 3). Konflik Kekuasaan-Kepentingan: Ralp Dahrendorf, dimana pemerintah sebagai kelompok yang berada dalam posisi dominan akan berusaha mempertahankan status quo, sementara orang-orang yang berada dalam posisi subordinat mengusahakan perubahan sebagaimana jama’ah HTI dengan gerakan dakwah politiknya.

 

Kata-kata kunci:   Sosial Religius, Islam Kaffah, Khilafah Islam, dan Konflik

Published

2018-07-31