MAKNA SIMBOL-SIMBOL DALAM RITUAL NGUMPAN PADI PADA MASYARAKAT DAYAK KETUNGAU SESATDI DESA ENSALANG KECAMATAN SEKADAU HILIR KABUPATEN SEKADAU

Authors

  • NENENG NIM. E1041141023 fisip

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk  mengetahui dan memahami makna simbol-simbol dalam ritual ngumpan padi oleh generasi tua di dusun Ensali Jaya dan mendeskripsikan pergeseran dalam pelaksanaan ritual ngumpan padi. Teori yang digunakan adalah Interaksionisme Simbolis oleh Herbert Blumer dengan menfokuskan pada “root images” atau ide-ide dasar teori tersebut. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan Interaksi Simbolis. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Adapun subyek dalam penelitian ini adalah Kepala Desa Ensalang, Kepala Adat, Generasi Tua yang masih dan tidak lagi melaksanakan ritual ngumpan padi serta Generasi Muda. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa makna yang ditafsirkan oleh masyarakat desa Ensalang mengenai ritual ngumpan padi dapat diklasifikasikan sebagai doa untuk dihindarkan dari sakit penyakit, sebagai doa untuk mendapatkan panen padi yang baik dan banyak, tradisi turun temurun, dan ucapan syukur dan terimakasih atas hasil panen yang diterima. Adapun obyek-obyek dalam ritual adalah Juata Piacan Pianganao, ayam, alat-alat pertanian, benih, batu asah, mandau, pungguk padi, semengat padi, beras, paku, tuak, kerumung, dan ajan. Dengan demikian penelitian ini diharapkan mampu memberikan pemahaman yang lebih terkait dengan pandangan-pandangan masyarakat yang berhubungan dengan pemaknaan simbol-simbol dalam ritual ngumpan padi.

 

Kata-Kata Kunci : Makna, Simbol, Ritual Ngumpan Padi, Generasi Tua

Published

2018-09-26