KEBERADAAN GAJAHMADA (GM) COFFE STREET BAGI BERBAGAI KOMUNITAS DI KOTA PONTIANAK

Authors

  • NURHIDAYAH NIM. E1041131025

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi karena aktivitas nongkrong di warung kopi atau biasa disebut ngopi sudah bukan hal asing lagi bagi semua orang, pada dewasa ini ngopi bukan lagi milik para orangtua dan laki-laki saja tetapi sudah milik semua golongan. Aktivitas ngopi di warung kopi dapat menghasilkan jenis komunitas yang berbeda dengan segala kepentingannya. Minum kopi bukan hanya menjadi sekedar aktivitas meminum tetapi juga aktivitas motif dibalik tindakan seseorang datang ke suatu tempat. Bagaimana pun kopi menciptakan kelasnya sendiri yang berdampak pada peminumnya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis deskriptif. Teknik pengumpulan data yaitu dengan cara memberi pertanyaan atau wawancara secara mendalam, pengamatan dilapangan secara langsung ataupun tidak langsung dan dokumentasi bagaimana interaksi dan perubahan apa saja yang dialami oleh para penikmat kopi tersebut. Setelah data diperoleh, data tersebut dianalisis dengan cara reduksi data, penyajian data dan kesimpulan data. Penelitian ini menggunakan teori Perubahan Sosial oleh Selo Soemardjan yang beranggapan bahwa perubahan sosial meliputi segala perubahan-perubahan pada lembaga-lembaga kemasyarakatan di dalam suatu masyarakat yang memengaruhi sistem sosialnya, termasuk di dalamnya nilai-nilai, sikap dan pola perilaku diantara kelompok-kelompok dalam masyarakat.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa : 1). Warung kopi berevolusi menjadi tempat melakukan berbagai hal: tempat bersosialisasi, tempat bertemu, bertukar pikiran dan bercengkrama dengan teman, berbisnis, mencari informasi. 2). Manfaat yang diperoleh para penikmat kopi : gaya hidup, tempat mengerjakan tugas selain dirumah, tempat rapat, bermain musik, tempat bersantai atau nongkrong yang nyaman dengan harga yang cukup terjangkau. Hal ini senada dengan teori Perubahan Sosial yang mana penikmat kopi masih berada pada tahap Evolusi, yaitu perubahan tersebut terjadi karena usaha masyarakat untuk menyesuaikan diri dengan keadaan dan kondisi baru yang timbul sejalan dengan pertumbuhan masyarakat.

Kata Kunci : Interaksi sosial, penikmat kopi, Gajahmada Coffee Street.

Published

2019-04-05